
Benar sekali di muka bumi ini pasti semua hal di mungkin kan tidak ada satu hal pun yang di katakan tidak mungkin semua kembali kepada diri kita sendiri mau dan tidak nya menjalani nya bila kita mau menjalani dan mengusahakan pasti hal apa pun bisa terjadi yang berperan adalah Allah yang mengizinkan dan kita sebagai hamba berusaha namun bila kita hanya berusaha tanpa melibatkan Allah dalam segala urusan maka bukan lah tidak mungkin tetapi akan sia - sia hasil nya bukan kah begitu kawan?
.................
Setelah kejadian semalam Satrio hanya terdiam termenung di taman belakang rumah nya saat itu di dalam pikiran Satrio semua akan di hadapi demi bisa bersatu dengan Ani tidak hanya sebuah kata kiasan yang sering kita dengar gunung kan di daki lautan akan diseberangi tapi di suguhkan kopi panas masih di tiup in tidak hanya sekedar mengenai fisik yang Satrio tunjukkan pengorbanan nya demi cinta dan sayang nya.
Satrio melepas semua gelar nya dalam lingkup adat meninggalkan semua kemewahan yang sejak terlahir sudah bergelimang harta dan tahta bahkan nama silsilah keturunan pun siap Satrio tanggal kan benarkah semua itu Satrio lakukan semata - mata hanya seorang wanita yang bernama Ani ataukah ada hal lain?
" Mas Tio apa kamu yakin dengan keputusan mu itu apakah tidak sebaik nya kamu pikir - pikir lagi Mas?"
Tanya Leni adik dari beda Ibu tapi satu Bapak.
" Aku pantang untuk menarik kata - kata ku lagi Len sebab sebelum aku mengambil keputusan pasti aku sudah memikirkan semua resiko yang akan aku hadapi."
Jawab Satrio dengan tatapan menerawang ke langit.
" Iya aku tau kamu Mas tapi untuk hal ini apa kamu yakin dengan wanita pilihan mu itu Mas ... apakah dia benar - benar tulus kepada mu atau dia hanya melihat mu hanya dari segi materi saja coba lah pertimbangkan dulu Mas?"
Tanya Leni dengan tatapan sedih kepada Satrio.
" Len di saat lelaki memutus kan untuk menikah dan bersatu dengan pasangan nya tidak boleh keluarga atau siapa pun ikut campur sebab sesungguhnya mereka bukan lagi dua melainkan sudah menjadi satu tubuh dan yang mempersatukan itu Allah maka tidak ada siapa pun yang berhak memisahkan kecuali maut itu sendiri yang memisahkan."
Jawab Satrio sambil memandang dengan tatapan tajam kepada Leni.
" Aku tau hal itu Mas tapi selama ini yang aku tau siapa pun yang menjalani hukum adat itu pasti berakhir meninggal tidak akan bertahan lama kalau hal itu terjadi kamu bukan nya mendapat kan restu melainkan kematian yang akan kamu terima Mas!"
Kata Leni dengan nada memberi penekanan.
" Hidup dan mati ku juga setiap langkah ku di atur oleh Allah bila nanti aku harus mati di hukum adat itu maka itu sudah masuk dalam pengaturan Allah Len."
Jawab Satrio sambil melangkah kan kaki nya menuju ke dalam rumah.
" Tapi Mas .... "
Teriak Leni yang tidak di hirau kan Satrio.
Dasar orang keras kepala susah sekali di ingat kan padahal kan niat ku baik sayang sama dia bagaimana pun dia Abang ku kalau sampai terjadi apa - apa juga pasti nya keluarga yang repot belum tentu wanita itu peduli memang susah si kalau bicara dengan orang yang sedang mabuk cinta nyawa pun sampai di korban kan demi wanita yang tidak jelas status sosial nya.
__ADS_1
Gumam Leni sambil berjalan menuju ruang keluarga untuk bergabung dengan keluarga yang lain yang sedang membahas hukum adat Satrio yang akan di laksanakan sore hari ini dan mereka mempersiapkan segala hal yang memang di perlukan di hukum adat tersebut di sisi lain Satrio akan memberi tau kepada Ani bila nanti diri nya tidak bisa di hubungi dengan tujuan agar Ani tidak khawatir.
" Assalamualaikum Dik Ani apakah sedang sibuk Dik?"
Tanya Satrio melalui telepon.
" Wa'allaikumusallam Mas tidak Mas aku sedang menunggu berkas turun memang ada apa ya Mas?"
Jawab Ani sambil pandangan nya tertuju ke laptop di hadapan nya.
" Begini Dik semalam aku sudah bicara dengan pinisepuh adat dan aku putus kan untuk aku keluar dari keluarga ini dan menerima hukuman adat Dik."
Kata Satrio sambil berdiri di balkon kamar nya.
" Apakah mereka masih tidak mau memberi restu Mas sampai - sampai kamu harus menjalani hukum adat dan keluar dari silsilah keluarga mu Mas?"
Tanya Ani dengan pandangan yang sedikit bingung.
" Bila mereka memberi restu untuk apa aku harus ambil keputusan itu Dik lagi pula bukan nya begitu bila menikah maka di tinggal kan semua sanak keluarga nya dan bersatu dengan pasangan nya hingga ada kalimat selamat menempuh hidup baru?"
Tanya Satrio sambil tersenyum.
Tanya Ani yang semakin bingung dengan perkataan Satrio.
Kemudian Satrio pun menjelaskan semua tentang hukum adat di keluarga besar nya dan apa resiko yang harus di ambil saat memutus kan untuk menjalani hukuman tersebut di saat itu Ani mendengar nya merasa miris dan mulailah Ani berpikir keras apa yang harus di lakukan sedang kan waktu terus berjalan dan pasti nya Ani tidak akan tega melihat orang yang di sayangi nya mengalami hal yang lumayan ekstrim bagi umum nya manusia.
" Mas bila begitu hukum adat di tempat mu maka sudah biar aku yang pergi kita akhiri saja semua nya sampai di sini sebab aku tidak akan mampu melihat kamu di seperti itu kan oleh keluarga mu sendiri."
Kata Ani sambil menahan sesak di dada nya.
" Terlambat Dik bila kamu ingin memutus kan semua ini harus nya sejak dari kemaren sebelum aku berbicara pada pinisepuh adat bukan sekarang."
Jawab Satrio dengan tenang.
" Bagaimana aku bisa memutuskan kemaren sedangkan kamu saja baru bercerita ini tadi Mas lalu apa yang harus aku perbuat agar semua itu tidak terjadi Mas?"
Tanya Ani dengan nada khawatir.
__ADS_1
" Yang terjadi biar lah terjadi bantu doa dan dzikir saja Dik agar Allah memberi aku kekuatan dalam menjalani semua ini."
Jawab Satrio dengan nada sedih.
" Tidak pernah putus doa dan dzikir ku sampai detik ini demi keselamatan mu Mas dan satu yang pasti aku di sini juga berjuang untuk mempertahankan cinta kita agar bisa segera bersatu Mas."
Kata Ani sambil menyeka air mata nya yang sudah membasahi pipi nya.
Tidak lama kemudian Satrio mengakhiri telepon nya sebab berkumandang lah adzan dhuhur saat nya mereka berdua menjalan kan sholat dan setelah sholat Satrio dan Ani memohon kepada Allah dengan doa yang kompak sambil tangan menengadah dan bersimbah air mata.
Ya Allah ya Robb sebentar lagi aku akan menjalankan hukum adat untuk memenuhi sumpah ku kepada Ani sosok yang menjadi amanah di hidup ku dan itu menjadi ketentuan Mu ya Robb ... tubuh ini akan terkoyak oleh cambuk paku berkarat tulang tengkorak kepala ini akan dihujam mahkota duri air dan darah akan berbaur mengucur dari tubuh ini aku berharap ini yang terakhir terjadi di dalam sebuah hukum sebab sampai bumi ini berakhir hukum Mu lah yang akan ku tegak kan bukan hukum manusia yang zalim.
Doa Satrio sambil masih menengadah kan tangan nya memohon ridho kepada Allah dan begitu juga dengan Ani yang merasakan sesak di dada nya setelah mengetahui apa yang akan di lalui Satrio demi memenuhi janji nya kepada nya dan ternyata Satrio tidak pernah main - main dengan ucapan nya dan apa pun yang sudah di ucap kan pasti di lakukan oleh Satrio apa pun resiko nya.
Ya Allah andai kan waktu bisa aku putar ulang maka aku akan menarik kata - kata ku agar dia orang yang sangat aku sayangi tidak mengalami hal seburuk ini bahkan dia mempertaruhkan nyawa nya demi sebuah kata restu yang pernah ku minta ternyata kata - kata ku sebuah perintah bagi nya Ya Allah ampuni aku hamba mu yang tidak mengerti apa - apa ini bila aku bisa menggantikan posisi dia biarkan aku yang menanggung rasa sakit yang dia alami ya Allah.
Doa Ani dengan penuh rasa bersalah sebab selama ini sebenar nya Ani masih meragukan kesetiaan dan ketulusan Satrio sebab berapa tahun yang lalu yang di temui sosok jiwa Widhi yang humoris, playboy, temperamen dan selalu memiliki banyak fans di mana pun diri nya berada hal itu lah yang membuat Ani mengajukan sebuah syarat kepada Satrio yang semata - mata hanya untuk menguji ketulusan dan keseriusan Satrio kepada nya namun hal itu menjadi perintah bagi jiwa Satrio yang pantang menyerah pada apa pun juga.
Waktu terus berjalan hingga tiba saat nya Satrio menjalani hukum adat dengan di saksikan para pinisepuh adat dan sanak saudara saat hal itu terjadi tidak sedikit orang yang meneteskan air mata saat Satrio menjalani semua ritual tersebut namun ada juga yang tertawa bahagia melihat prihal tersebut terjadi di depan mata.
Tamat lah riwayat mu Tio manusia bodoh mau mempertaruhkan nyawa hanya demi wanita yang status sosial nya jauh di bawah kita yang ada bukan lah pernikahan yang kamu terima melainkan kematian dasar orang bodoh mau - mau nya tersiksa demi wanita kalau bisa wanita yang tersiksa demi mencintai kita Satrio dungu.
Gumam Gustavito sambil senyum licik duduk di sebuah bangku yang telah di sediakan di samping Arik dan keluarga yang lain yang turut menyaksikan acara tersebut di sisi lain ada Ani yang tidak henti berdzikir kepada Allah agar menurun kan mukjizat nya dan mengakhiri penderitaan Satrio yang sedang menjalani hukum adat dan saat dzikir yang ke 300 tiba - tiba langit gelap tertutup awan dan angin pun berhembus sangat kencang.
Saat itu Satrio sudah tidak berwujud manusia lagi sebab begitu banyak luka di sekujur tubuh nya saat itu tiba - tiba petir menyambar bagaikan cambuk malaikat maut yang sedang melambai di angkasa seperti nya alam pun turut terguncang menyaksikan kejadian itu dan terdengar lah suara yang sangat lembut namun jelas.
AKU akan selalu menyertai mu anak ku dan siapa pun yang melukai anak Ku maka akan menerima imbalan yang setimpal dan akan merasakan apa yang di rasakan anak Ku saat ini seumur hidup nya.
Setelah suara itu menghilang hujan pun turun menerpa tubuh Satrio yang sudah penuh dengan luka dan saat yang bersamaan tiba - tiba semua para undangan dan pinisepuh adat meringis kesakitan saat hendak berdiri dari tempat duduk nya ada yang memegang lutut nya, lengan nya bahkan kepala nya ternyata saat itu rasa sakit yang di derita Satrio berpindah kepada mereka.
...............
Luar biasa ya kuasa Allah melindungi umat nya dan ternyata benar yang terjadi biarlah terjadi namun kita harus yakin di saat semua itu terjadi tangan Allah selalu menopang kita agar tidak sampai terjatuh ini lah kalimat yang tepat tidak ada yang tidak mungkin terjadi bila kita selalu menyertakan Allah dalam setiap perkara dalam kehidupan ini bukan hanya dengan mengandalkan kuat kita sendiri.
Lalu bagaimana kelanjutan nya setelah Satrio menerima hukuman adat apakah Satrio benar mendapat kan restu dari keluarga nya untuk menikahi Ani wanita idaman nya ataukah tetap saja keluarga Satrio tidak memberi restu nya ataukah ada hal lain yang di tuntut dari Satrio demi mendapat kan restu dan bagaimana dengan Ani yang juga berjuang meyakinkan keluarga nya bahwa Satrio lah pilihan Ani sedang kan hingga detik ini Abang nya Ani masih belum memberikan restu nya kepada Ani dan Satrio.
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka berdua hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1