
Apakah kau sudah melihat pepohonan dan bunga - bunga yang indah di sekeliling mu ?? bila sudah melihat nya maka penilain itu tibul dari penglihatan mu sendiri begitu juga saat kita melihat seorang wanita yang berambut panjang, kulit nya yang halus dan aroma tubuh nya yang wangi apakah itu sebuah cinta ?? sekali lagi bukan itu bukan cinta.
Ada seseorang melihat orang lain dan berkata jelek namun di mata suami dan anak - anak nya dia wanita ter cantik di dalam hidup nya, maka jangan pernah menilai sesuatu dari sebuah fisik, lalu apa definisi cinta itu sendiri ?? cinta bagaikan angin yang berhembus tidak terlihat dan tanpa wujud namun cinta itu lah yang memberi kehidupan di alam nyata ini 😊🙏
...................
Sore itu hati Satrio sangat gundah dan tidak tau apa yang harus di laku kan sehingga dia hanya mampu terdiam di teras rumah Bang Asmi sambil menunggu Bang Asmi pulang untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi, sekitar 30 menit kemudian datang lah Bang Asmi dengan wajah muram menandakan Bang Asmi sedang tidak baik - baik saja saat itu.
" Abang kenapa kok seperti nya ada masalah......?? "
Tanya Satrio sambil memandang ke arah Bang Asmi.....
" Itu tadi di rumah Abang ku ada orang yang megaih hutang kepada Abang ku........lalu Abang ku menyanggupi nya sampai waktu panen tapi orang itu tidak mau harus sekarang kata nya......kalau tidak ada uang maka si Butet harus menikah lah dengan anak nya itu Tio...."
Kata Bang Asmi menjelaskan kepada Satrio yang tidak tau siapa yang di maksud Butet oleh Bang Asmi.......
" Oh begitu rupa nya Bang......lalu Butet nya mau begitu Bang ?? atau bagaimana Bang....?? "
Tanya Tarjo sambil menikmati teh manis duduk di samping Satrio......
" Itu lah masalah nya Jo......Butet tidak ada di rumah saat ini dia sedang bekerja.......kasian sekali nasib Butet harus menanggung beban orang tua nya....."
Jawab Bang Asmi sambil menunduk kan wajah nya.......
" Ya sudah kalau begitu Butet suruh lah pulang terlebih dahulu lalu di beri pengertian Bang insyaallah Butet akan paham kok Bang......"
Kata Satrio sambil senyum mencoba menguatkan hati Bang Asmi saat itu.......
Saat itu Bang Asmi hanya mengangguk namun raut wajah nya masih terlihat sedih, kemudian Satrio dan Kang Tarjo berjalan menuju mushola untuk menjalan kan sholat magrib ber jama'ah di sisi lain ada Ani yang baru saja menerima kabar dari orang tua nya untuk segera pulang kampung di karena kan ada sesuatu yang sangat penting.
" An....kamu jadi pulang nya besok pagi ?? sedang kan kamu kan baru sembuh An......?? "
Tanya Santi sambil membantu Ani mengemasi baju nya....
" Aku harus pulang San......aku tidak tau bagaimana kondisi Ayah ku sedang kan selama ini Ayah ku sering jatuh sakit......aku khawatir Ayah ku kenapa - kenapa San...."
Kata Ani dengan wajah panik.......
" Ya sudah bila begitu keputusan mu An......yang pasti kamu hati - hati ya di jalan dan beri kabar aku kalau kamu sudah sampai kampung biar aku tidak khawatir....."
Kata Santi sambil memegang tangan Ani......
" Pasti San.......makasih ya San kamu sahabat ku yang terbaik selama ini...."
Kata Ani sambil memeluk Santi yang duduk di hadapan nya......
__ADS_1
Sedangkan saat itu Faizal merasa bangga sebab akhir nya niat nya untuk menikah dengan Ani tinggal selangkah lagi, saat itu Faizal sedang duduk di pinggir jalan dengan beberapa kawan nya dan saat itu Faizal melihat Satrio dan Kang Tarjo pulang dari mushola.
Sial bukan nya itu Satrio laki - laki yang telah merebut Ani dari ku......sedang apa dia di sini lalu tinggal di rumah siapa dia ?? atau jangan - jangan Ayah nya Ani mengulur waktu itu gara - gara dia ?? hemmmm aku tau sekarang dan hal ini tidak bisa di biar kan harus aku beri pelajaran Satrio agar tidak bisa mendekati Ani lagi........
Gumam Faizal dalam hati sambil pandangan nya tajam ke arah Satrio yang berjalan tanpa melihat Faizal saat itu, waktu terus berjalan tanpa di sadari sampai juga Ani di kampung halaman nya dan sesampai nya Ani di rumah nya kedua orang tua nya belum sanggup berbicara tentang perjodohan nya dengan Faizal.
" Assalamualaikum.........Mak aku pulang di mana kalian ?? "
Kata Ani sambil senyum berjalan masuk kedalam rumah nya yang terlihat sepi siang itu.......
" Wa'allaikumusallam An.......Umak di belakang anak ku....."
Jawab Ibu nya Ani sambil meletakkan cucian piring di ember.......
Kemudian Ani pun mendatangi Ayah dan Ibu nya yang seperti nya baru saja selesai makan kemudian Ani pun mencium kedua tangan orang tua nya tanda hormat nya sebagai seorang anak kepada orang tua.
" Alhamdulillah akhir nya kau sampai juga di rumah nak ku....lekas lah kau makan nak itu Umak mu masak gule ayam......"
Kata Ayah nya Ani sambil senyum kepada Ani......
" Aku pikir Umak masak sayur ubi tumbuk sama goreng ikan asin Yah.....?? "
Kata Ani sambil membuka tudung saji di hadapan nya....
" Kalau kau mau sayur ubi tumbuk pergi lah ke kebun Wak Asmi kau An ambil lah daun ubi disana nanti biar Umak masak kan buat mu nak....."
" Ok lah kalau begitu.....lagi pula aku sudah lama tidak jumpa dengan Wak Asmi.......ya sudah aku pergi ke kebun Wak Asmi ya Mak......?? "
Kata Ani sambil mengambil goreng tempe yang berada di meja makan lalu berjalan menuju kebun Bang Asmi......
Ternyata siang itu Satrio sedang berada di kebun Bang Asmi juga sedang menunggu kedatangan Bang Asmi dan Kang tarjo yang sedang pergi membeli nasi di pasar, saat itu lah Ani berjumpa lagi dengan Satrio.
" Dik Ani......benar kah itu Dik Ani...?? sedang apa dia disini apa aku sedang bermimpi.....?? "
Kata Satrio sambil mengusap kedua mata nya untuk meyakinkan bahwa yang di lihat itu benar Ani......
" Lo itu kan Mas Satrio kok duduk di situ ?? ah.....jangan - jangan aku sedang mimpi seperti biasa nya......aaaooo sakit juga tau nya lengan ku aku gigit......?? "
Kata Ani sambil menggigit lengan nya memastikan bahwa yang di lihat itu benar Satrio.......
Kemudian mereka berjalan semakin mendekat dan di situ mereka menyadari bahwa yang mereka lihat bukan lah sebuah mimpi atau halusinasi, saat itu mereka berdua saling salah tingkah bingung mau mengatakan apa sebab hati mereka begitu bahagia.
" Assalamualaikum Dik.......bagaimana kabar nya ?? "
Tanya Satrio sambil senyum memandang wajah Ani dan baru kali ini Satrio berani menatap mata Ani......
__ADS_1
" Wa'allaikumusallam Mas........alhamdulillah aku baik bagaimana dengan Mas Satrio sendiri ?? dan sedang apa Mas Satrio di sini lalu tinggal di mana Mas Satrio.....?? "
Kata Ani sambil memberondong berbagai pertanyaan......
" Kan waktu itu sudah aku bilang Dik.....kalau aku akan mengembalikan truk nya Bang Asmi jadi aku ke daerah ini dan sementara aku tinggal di rumah Bang Asmi Dik.....lalu rumah Dik Ani sendiri di sebelah mana ?? "
Jawab Satrio menjelaskan kepada Ani yang duduk di pondok kayu sedang kan Satrio berdiri di samping pondok kayu itu......
" Oala jadi yang Mas Satrio maksud Bang Asmi itu Wak Asmi ku to......tau begitu aku pulang nya kemari sama Mas Satrio saja naik truk kan jadi gratis gak keluar ongkos aku Mas hehehehe......."
Kata Ani sambil tertawa lepas untuk melepas perasaan gerogi nya.......
Saat seperti itu ternyata Ani dan Satrio ada yang memata - matai nya bukan lain kawan - kawan Faizal yang segera membuat laporan kepada Faizal, sedang kan tidak begitu lama datang lah Bang Asmi dan Kang Tarjo sambil membawa nasi bungkus.
" Eh.....Butet kapan kau sampai nya.....alah ingat juga kau sama Uwak mu ini Tet......?? "
Kata Bang Asmi sambil berjalan mendekat ke arah Satrio dan Ani.......
" Tadi Wak.....ini tadi aku mau minta daun ubi Wak eh malah bertemu dengan Mas Satrio di sini jadi kita ngobrol deh....."
Kata Ani sambil senyum kepada Bang Asmi.......
" Eh.....sudah kenal kalian rupa nya ?? bagus lah jadi tidak perlu Uwak perkenal kan lagi to.....?? ayo Tet kita makan sama - sama......?? "
Kata Bang Asmi sambil mengeluarkan nasi bungkus dari dalam kantong plastik......
" Makasih Wak......aku minta daun ubi saja Wak......kasian Umak sudah nunggu di rumah....."
Kata Ani lalu bangkit berdiri berjalan menuju kebun singkong di hadapan nya......
" Ambil lah........ambil lah Tet asal jangan kau cabut pohon nya saja ya Tet......."
Kata Bang Asmi sambil tertawa lepas.......
Selama Bang Asmi berbicara dengan Ani Satrio hanya diam sambil mengingat kata - kata Bang Asmi bahwa Butet akan di nikah kan dengan orang demi untuk melunasi hutang Ayah nya, saat itu hati Satrio mulai berkecamuk.
Apakah yang di maksud oleh Bang Asmi itu Ani yang semalam di panggil Butet itu.......atau kah ada gadis lain dan Ani pulang untuk menghadiri acara pernikahan sanak keluarga nya ?? kalau memang benar Ani lalu siapa laki - laki yang akan menikahi nya ?? apakah rumah Ani itu yang semalam aku lihat ada Faizal itu....??
Selama makan Satrio hanya mampu diam sambil hati nya terus bergumam di saat seperti itu Satrio di tuntut untuk meredam semua perasaan marah, sebal, emosi dan cemburu sebab Satrio di tuntut untuk sadar diri dalam kondisi saat ini lagi pula misi Satrio bukan lah untuk menikai Ani namun misi Satrio menuju ke barat sesuai amanah yang di perintah kan Allah kepada nya.
.................
Seperti nya pernikahan Ani dengan Faizal bisa gagal bila Satrio tidak mampu meredam emosi nya dan pasti nya akan timbul banyak korban jiwa orang tidak bersalah pun akan menerima akibat nya, dan itu lah cinta tidak bisa di lihat namun hanya bisa di rasakan keberadaan nya dan karena cinta kita mampu merasakan apa pun namun bila tanpa ada cinta dan kasih sayang maka semua terasa hambar dan hampa hanya lah kekosongan semata.
Seperti nya raeder makin penasaran saja ya dengan perjalanan hidup Satrio yang mengemban suatu amanah dari Allah dan apakah Satrio akan mempertaruhkan sumpah nya kepada Allah dan menikahi Ani ?? atau kah Satrio meng ikhlaskan Ani menikah dengan Faizal dan Satrio membawa luka hati nya berjalan ke barat ??
__ADS_1
Ikuti terus perjalanan Satrio hingga sampai di barat dan amanah apa yang sebenar nya dari Allah berbentuk apakah sesungguhnya dan jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar author makin rajin update nya 😊🙏