
Mencari hiburan itu boleh bahkan sangat manusiawi tetapi hiburan apakah yang akan kita pilih agar cara kita berhibur tidak menyeret kita kedalam dosa dan kerugian, di era globalisasi seperti saat ini banyak sekali hiburan yang kita temukan namun tidak sedikit juga hiburan yang akhir nya menyesatkan kita dengan berbagai macam dalih semua hiburan itu mampu menghibur kita sesaat namun akan membawa kita kepada pola pikir yang salah.
Sering kali kita melihat kaum hawa mencari hiburan dengan berbelanja apa lagi saat di lihat ada sale di sebuah mall meski sebenar nya tidak di butuh kan pasti akan di beli juga hanya sekedar untuk menyenangkan hati nya yang kosong sudah mengalami 9 asean game lalu bila hal itu terjadi apa yang seharusnya di lakukan mengisi rak lemari atau kah mengisi rak jiwa yang kosong?
....................
Jam sudah menunjuk kan pukul 18.00 saat nya Satrio keluar menuju cafe di mana kawan lama nya berkumpul dan bagi Satrio itu momen yang langkah sebab masing - masing memiliki rutinitas dan belum lagi yang sudah berkeluarga pasti juga akan lebih terbatas waktu nya jadi momen reuni ini sangat di tunggu oleh Satrio sebagai ajang silahturahmi bersama kawan lama nya.
Saat Satrio akan menuju garasi hp nya berbunyi dan saat di lihat Sandi yang sedang menghubungi nya dia adalah sahabat Satrio dan saat ini sedang bekerja di tambang batu bara di daerah Kalimantan dan sangat jarang menghubungi nya sebab kendala sinyal yang tidak mendukung namun sore ini Sandi tiba - tiba menelpon.
" Hallo assalamualaikum San bagaimana kabar mu sahabat sudah lama tidak menghubungi ku."
Kata Satrio sambil mengenakan sepatu cat nya.
" Wa'allaikumusallam sobat alhamdulillah aku baik - baik saja eh Tio apa benar kamu sedang di Jawa Timur saat ini sebab tadi Willy mengabari ku dan mengajak kumpul di cafe tempat kita nongkrong."
Jawab Sandi yang balik bertanya kepada Satrio.
" Benar San kita adakan reuni yok kapan lagi kita bisa kumpul - kumpul menjalin silaturahmi eh tunggu - tunggu bukan nya posisi kamu sekarang ada di Kalimantan ya San?"
Tanya Satrio sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju mobil nya.
" Panjang cerita nya Tio nanti saja saat di cafe aku ceritakan kepada mu."
Jawab Sandi dengan nada lesu.
" Ok baik lah kalau begitu aku tunggu di cafe ya San."
Kata Satrio sambil masuk kedalam mobil nya.
" Ok brow sampai jumpa di cafe assalamualaikum."
Kata Sandi dengan nada semangat.
" Ok San wa'allaikumusallam."
Balas Satrio sambil senyum dan mematikan hp nya.
Saat itu sebenar nya ada telepon dan chat dari Ani namun Satrio tidak menghiraukan sebab rasa lelah hati yang di rasakan Satrio sebab setiap komunikasi dengan istri nya tidak jauh dari adu argumentasi entah itu masalah apa pun terkadang masalah sepele pun akan berakhir menjadi pertengkaran hingga sudah tidak ada lagi kenyamanan saat berkomunikasi antara mereka berdua.
Saat itu tepat pukul 18.30 tiba lah Satrio di parkiran cafe bersamaan dengan berkumandang nya adzan isaq kemudian Satrio pun keluar dari mobil nya setelah memarkirkan mobil nya lalu menuju masjid agung yang letak nya tidak begitu jauh dari cafe tersebut sekitar 15 menit kemudian selesai lah Satrio sholat isaq kemudian berjalan lah Satrio menuju cafe tersebut dan melihat anak kecil seumur Aisyah sedang menyeberang jalan sedangkan dari sisi lain ada motor yang berkecepatan tinggi maka segera lah Satrio meraih anak kecil itu ke sisi jalan agar tidak tertabrak.
" Alhamdulillah dimana Ibu mu nak kenapa kamu sendirian?"
Tanya Satrio sambil menggendong anak perempuan itu.
" Itu Ibu ku sedang membeli roti Om."
Jawab anak kecil itu sambil tersenyum.
" Baik lah mari Om antar ke Ibu mu ya nak."
Kata Satrio sambil mendekati seorang wanita yang sedang berdiri di depan pedagang roti.
" Maaf Mbak apa ini putri nya?"
Tanya Satrio berdiri di belakang wanita tersebut.
__ADS_1
Saat itu anak yang di gendong Satrio memanggil wanita itu hingga wanita itu menoleh ke arah putri nya saat itu wanita tersebut lumayan terkejut melihat putri nya di gendong oleh Satrio dan ternyata wanita tersebut adalah Riza wanita yang pernah menyayangi Satrio di waktu mereka masih duduk di bangku sekolah hal itu membuat kedua nya saling beradu pandang.
" Riza."
Kata Satrio lirih sambil menurunkan gadis kecil di gendongan nya.
" Tio kamu?"
Jawab Riza sambil menunjuk ke arah Satrio.
" Hay Riz bagaimana kabar mu anak mu cantik juga seperti kamu."
Kata Satrio sambil senyum khas nya memecahkan suasana.
" Aku baik Tio kapan kamu datang Tio bukan nya kamu sekarang tinggal di Jakarta?"
Tanya Riza sambil mengelus kepala putri nya.
" Aku sudah satu minggu di sini Riz kebetulan ini tadi aku ada reuni dengan kawan lama ku di cafe seberang kalau kamu tidak keberatan ayo ikut Riz."
Jawab Satrio sambil menunjuk ke arah cafe.
" Baik lah kalau begitu aku juga ingin tau wajah kawan kita seperti apa sekarang Tio."
Kata Riza sambil senyum kemudian mereka berdua pun berjalan bersama menuju cafe.
Sepanjang perjalanan menuju cafe banyak sekali pertanyaan yang saling di ajukan mereka berdua sebab semenjak mereka putus mereka tidak tau kabar masing - masing dan baru sore ini mereka berjumpa lagi dan ternyata Riza sudah menjadi janda anak satu sedangkan di sisi lain ada Ani yang sedari sore perasaan nya tidak enak seperti ada sebuah firasat yang Ani sendiri tidak tau apa yang sebenar nya terjadi.
Kemana ini orang dari tadi aku chat tidak di balas aku telepon tidak di angkat semoga dia baik - baik di sana tapi kenapa sedari tadi perasaan ku tidak enak ada apa sebenar nya ataukah dia sakit di sana maka tidak tau ada telepon atau chat dari ku Ya Allah jaga dia di sana aku sangat merindukan dia.
" Kenapa Kak kok gelisah seperti itu?"
Tanya Gustafito dengan senyum meledek.
" Tidak ada apa - apa Fit hanya aku khawatir saja dengan Abang mu kenapa sedari sore belum membalas chat ku bahkan telepon ku pun tidak di angkat."
Jawab Ani sambil melihat hp nya siapa tau ada chat dari Satrio.
" Kalau mau setiap chat dan telepon Kakak selalu di terima dan di balas kenapa dulu nikah nya dengan Abang ku harus nya nikah nya dengan operator Kak atau tim SAR pasti selalu di jawab ... dasar orang aneh."
Kata Gustafito sambil berlalu pergi dari hadapan Ani.
Ya Allah kenapa semua orang di dalam rumah ini memojokkan aku semua memandang ku aneh bukan kah mereka yang lebih aneh setiap bulan menghabiskan uang suami ku tanpa ada merasa bersalah ya Allah mengapa Engkau letak kan aku di tengah keluarga aneh ini.
Bergumam lah Ani dalam hati dengan raut wajah yang penuh emosi menyaksikan satu persatu tingkah laku keluarga tersebut di tambah lagi dengan pertengkaran dengan suami nya yang tidak kunjung usai dan entah di mana titik permasalahan nya sesungguhnya dan serasa Ani benar - benar sendiri saat ini menghadapi semua nya.
Di sisi lain ada Satrio yang sudah sampai di cafe sedang tertawa menceritakan masa - masa di bangku sekolah hingga tanpa terasa waktu pun sudah larut malam saat itu Satrio melihat antara Riza dan Ita saling mencuri perhatian Satrio sedangkan dahulu waktu masih duduk di bangku sekolah mereka berdua bersahabat.
" Riz sudah malam anak mu seperti nya sudah mengantuk itu."
Kata Ita sambil menuangkan kopi ke gelas.
" Iya Ta padahal aku masih ingin kumpul di sini mengenang masa - masa SMP."
Jawab Riza sambil senyum mengelus rambut putri nya.
" Oh mengenang masa kalian pacaran ya?"
__ADS_1
Tanya Ita sambil pandangan nya bergantian ke Satrio dan Riza.
" Apaan si Ta itu kan hanya masa lalu lagi pula saat ini kita sudah memiliki pasangan masing - masing."
Jawab Riza dengan raut muka yang tersinggung.
" Iya Satrio yang sudah menikah tapi kan kamu janda Riz siapa tau saja masih ada harapan menjadi istri kedua nya Satrio?"
Kata Ita dengan lirikan sinis.
" Picik sekali pikiran mu Ta dari dulu kamu tidak pernah berubah."
Kata Riza sambil menggendong putri nya dan berlalu pergi keluar dari cafe.
Kamu pikir aku tidak tau niat mu apa Riz dengan mendekati Satrio sejak dulu niat mu mendekati Satrio kan demi uang nya apa lagi dengan status mu saat ini pasti hal itu juga secara Satrio tampan, sopan, baik dan kaya raya wanita mana yang tidak tergiur.
Bergumam lah dalam hati Ita sambil melihat Riza keluar dari cafe sedangkan Satrio dengan beberapa kawan nya baru saja selesai bermain bowling dan kemudian kembali ke meja dimana Ita duduk bersama Riza tadi nya namun saat Satrio kembali sudah tidak di temukan Riza dan putri nya di sana dan pasti nya Satrio menanyakan hal tersebut kepada Ita.
" Ta kemana Riza dan putri nya tadi apakah sedang di toilet mereka?"
Tanya Satrio sambil mengambil gelas yang berisi orange jus.
" Riza pulang sebab putri nya sudah rewel efek mengantuk."
Jawab Ita sambil sedikit bergeser memberi tempat untuk Satrio duduk.
" Oh sudah pulang ya padahal tadi niat ku akan mengantar mereka kasian bila harus pulang sendiri."
Kata Satrio sambil menyeka keringat nya.
Kemudian mereka melanjutkan percakapan nya dan sekitar 1 jam kemudian mereka pun pulang ke rumah masing - masing dan pasti nya Satrio mengantar Ita pulang sebab arah rumah mereka yang sama dan sepanjang perjalanan menuju pulang Satrio dan Ita bersenda gurau ada saja pembahasan yang menggelitik perut hingga Satrio bisa tersenyum lepas saat itu.
" Ta makasih ya malam ini kamu mau menemani aku memang kamu sahabat terbaik ku."
Kata Satrio sambil senyum dengan pandangan fokus ke jalan.
" Tenang saja Tio selama kamu di kota ini aku akan selalu menemani mu, oh iya Tio bagaimana besok kita jadi tidak ke perkebunan?"
Tanya Ita sambil memegang tangan Satrio.
" Boleh Ta kalau kamu tidak sibuk."
Jawab Satrio sambil melepaskan tangan Ita dari tangan nya.
" Tidak lah Tio kan aku besok off jadi bisa menemani mu sepanjang hari."
Kata Ita sambil senyum.
Tidak begitu lama sampailah Ita dan Satrio di kost an Ita dan saat itu Satrio menepikan mobil nya dan sudah menjadi tradisi Ita saat akan berpisah dengan Satrio selalu mencium pipi kiri Satrio saat itu sudah terulang ke dua kali nya kemudian Ita pun turun dari mobil Satrio dan berjalan masuk ke dalam kost nya.
.....................
Diantara lelaki dan perempuan tidak ada yang nama nya sahabat pasti ada niat yang terselubung di antara kedua nya apa lagi saat ini kondisi rumah tangga Satrio sedang tidak baik suatu keuntungan bagi Ita untuk memanfaatkan kesempatan yang ada di sisi lain Satrio adalah lelaki normal sekuat apa pun iman nya bila terus di suguhkan keindahan duniawi pasti akan goyah juga dan bila sudah goyah bagaimana kondisi rumah tangga nya Satrio akan kah hancur di tengah jalan?
Untuk mengetahui jawaban nya ikuti terus kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1