
Setiap manusia pasti mengalami sebuah keadaan di mana keinginan dan harapan nya tidak terwujud hingga orang benar akan di persalah kan, di dalam kebenaran pasti akan ada sebuah masalah dan apabila kebenaran di balut masalah apakah itu tidak sebuah jalan buntu ?? seperti hal nya dengan seorang pemimpin bersinar di tempat yang gelap, pencuri ada kesempatan mencuri, sehingga ketidak benaran akan menimbulkan kebahagiaan bagi pelaku nya.
Apabila kamu di menemukan jalan buntu cari lah jalan yang termudah agar kamu temukan kebahagiaan dan panjang umur, tapi apakah itu tidak mencoreng sebuah nama baik yang harus di jaga ?? maka dari itu berfokus lah kepada yang benar tanpa memikir kan kebahagian itu sendiri, dengan demikian kamu akan lebih dekat kepada Allah bila kamu lebih fokus kepada kebenaran itu sendiri.
......................
Pagi ini Satrio seperti biasa menjalan kan aktifitas nya dengan perasaan gundah sebab sudah 3 bulan Bang Asmi belum ada kabar nya dan Satrio bingung harus di apakan kah truk milik Bang Asmi, di sisi lain ada Ani yang merasa bersalah kepada Satrio hingga pagi ini Ani gagal fokus dalam menjalan kan tugas - tugas nya, di sisi lain ada Riska, Weni dan Fatimah merasa sakit hati kepada Satrio yang ternyata menjatuhkan pilihan nya kepada Ani pikir mereka bertiga dan mulai lah mereka berkomplot untuk memberi pelajar kepada Ani agar menjauhi Satrio.
" Wen.........seperti nya perawat baru itu sudah berani main - main dengan kita......"
Kata Riska sambil duduk di teras rumah Weni.........
" Bener Wen........itu perempuan harus kita beri pelajaran, lagi pula dia kan orang baru di daerah sini berani - berani nya dia mendekati Satrio........?? "
Imbuh Fatimah yang sedang menikmati rujak di hadapan nya..........
" Saat ini jujur aku bingung........melihat Satrio yang baik kepada siapa pun, bahkan kepada binatang pun dia perlakukan dengan baik, jadi aku belum terfikir kalau perawat itu adalah kekasih Satrio........"
Jawab Weni sambil berdiri di depan jendela rumah nya......
" Hadehhh............tidak peka banget sih kamu Wen.....?? ingat tidak waktu si perawat itu membawa berat tiba - tiba Satrio berdiri dan membantu nya padahal waktu itu Satrio sedang makan.......?? "
Kata Riska sambil menatap ke arah Weni...........
" Iya..........iya.......aku ingat kejadian itu tapi bukan kah Satrio memang seperti itu kepada semua orang.........tidak hanya pada perempuan saja kan Ris........?? "
Jawab Weni yang mencoba berfikir realistis........
" Ya sudah begini saja.......bagaimana kalau kita sekarang ke pasar dan kita bukti kan benar tidak dugaan kita......?? "
Kata Fatimah sambil membungkus rujak di hadapan nya..........
Dan akhir nya mereka bertiga berjalan menuju pasar di mana Satrio bekerja di toko beras milik Bang Iwan Bapak nya Weni, saat itu Satrio sedang sibuk di dalam truk nya untuk mencari petunjuk atau alamat rumah Bang Asmi tiba - tiba Satrio di kejut kan dengan kedatangan Ani yang pagi itu meluangkan waktu nya untuk menemui Satrio.
" Assalamualaikum Mas Satrio.........."
Kata Ani sambil berdiri di samping truk..........
" Wa'allaikumusallam Dik Ani, kok tumben pagi - pagi menemui saya apa sedang libur Dik.......??
Tanya Satrio sambil senyum dan mengelap tangan nya yang kotor terkena oli.........
" Tidak libur Mas........hanya saja ada yang mengganjal di hati saya maka nya saya temui Mas Satrio........apa saya mengganggu Mas......?? "
__ADS_1
Kata Ani dengan pandangan segan kepada Satrio........
" Oh.......tidak kok Dik........mari kita duduk di situ agar enak bicara nya sambil minum kopi........."
Jawab Satrio sambil mempersilahkan Ani berjalan menuju warung di depan nya.........
" Mas.......saya mau minta maaf masalah kejadian di pasar malam itu dan pasti nya Mas Satrio berfikir macam - macam kepada saya Mas........."
Kata Ani sambil menunduk kan wajah nya dengan ekspresi sedih........
" Oala masalah itu to Dik...........malah saya yang sebenar nya mau minta maaf sama Dik Ani sebab sudah membuat Dik Ani takut dan tidak enak......."
Kata Satrio sambil tersenyum kepada Ani.........
" Mas Satrio..........eeemmmmm "
Kata Ani yang tidak melanjutkan kata - kata nya.......
" Iya ada apa Dik.......?? katakan saja saya tidak marah kok jangan takut Dik........"
Kata Satrio yang masih tersenyum melihat Ani yang gugup dan sebenar nya Satrio sudah mendengar isi hati Ani sesungguh nya.......
Tidak.........tidak boleh aku mengatakan, kan aku perempuan masak aku yang menyatakan cinta duluan ke Mas Satrio bisa hancur dong dunia persilatan..........
Hahahahaha..........ternyata lucu juga ya gadis ini dia sibuk dengan hati dan pikiran nya dan dia masih menjaga norma - norma dan etika.......aku menyukai mu Dik Ani.......
Gumam dalam hati Satrio sambil melirik kepada Ani yang masih saja sibuk dengan perasaan nya........
" Dik Ani........ayo di minum teh nya mumpung masih hangat agar perut nya hangat Dik........"
Kata Satrio kepada Ani yang duduk di samping nya.......
" Ya kan harus nikah dulu Mas baru bisa ada bayi dalam perut ku........"
Kata Ani sambil menatap ke arah Satrio dan entah apa yang ada dalam pikiran Ani saat itu.........
" Dik Ani.......bicara apa ya kok ada bayi segala ?? saya kan hanya meminta agar Dik Ani meminum teh hangat nya........?? "
Jawab Satrio sambil menahan tawa melihat ulah Ani yang spontan..........
Seketika wajah Ani memerah karena malu kepada Satrio dan Satrio pun tidak mampu menahan tawa nya sehingga Satrio pun tertawa lepas hingga mengatakan bahwa Satrio juga menginginkan hal itu terjadi, di saat yang bersamaan datang lah Weni, Riska dan Fatimah ke warung itu dengan dalih membeli gorengan.
Ternyata benar yang di kata kan Riska dan Fatimah........bahwa Mas Satrio menjalin kasih dengan perawat ini........tidak bisa di biar kan !!!!!
__ADS_1
Gumam dalam hati Weni dengan tatapan sinis kepada Ani yang saat itu menahan malu di hadapan Satrio yang tertawa lepas.
" Sudah ah Mas bercanda nya.........aku harus berangkat ke puskesmas nanti yang ada kesiangan aku masuk kerja......."
Kata Ani sambil meminum teh hangat nya lalu bangkit dari duduk nya.........
" Iya.........iya......Dik jangan sampai terlambat nanti kena marah bos kan gawat Dik........"
Kata Satrio sambil masih tersenyum kepada Ani.......
" Ya sudah aku pamit berangkat kerja dulu ya Mas......assalamualaikum Mas....."
Kata Ani sambil senyum dan berlalu pergi dari hadapan Satrio.........
" Iya Dik........Wa'allaikumusallam hati - hati di jalan Dik Ani......"
Kata Satrio sambil melihat ke arah Ani.........
Saat itu hati Weni terasa terbakar melihat kejadian itu darah nya terasa mendidih seakan - akan mau meledak jantung nya dan saat itu Weni timbul rencana jahat nya untuk menjebak Satrio, sedang kan Riska dan Fatimah akan memberi pelajaran kepada Ani.
" Mas Satrio.........disuruh Bapak nganter beras kerumah sebab beras di rumah habis.........."
Kata Weni sambil berdiri di belakang Satrio.........
" Lo Bang Iwan sudah pulang to Dik Wen.....?? "
Tanya Satrio sambil membalik kan badan ke arah Weni.......
" Hari ini Bapak pulang Mas........tadi cuma telepon bilang begitu......."
Kata Weni sambil tersirat di mata nya emosi yang tidak terbendung.........
" Ya Sudah saya siap kan dulu beras nya nanti saya kirim ke rumah nya Bang Iwan........"
Kata Satrio sambil meminum kopi nya lalu beranjak pergi dari hadapan Weni.........
Di saat itu Weni sudah menyiapkan siasat untuk merayu Satrio setiba nya di rumah nya nanti dengan yakin bila Satrio di rayu oleh Weni tidak mungkin menolak ajakan nya untuk melakukan hubungan suami istri dan di situ lah Weni akan menuntut Satrio untuk menikahi nya dan pasti nya Satrio tidak akan bisa berkutik, sedangkan Riska dan Fatimah berniat akan mendatangi puskesmas dan akan mengajak Ani keluar untuk di beri pelajaran agar tidak mendekati Satrio lagi sebab Satrio akan segera menikah.
Sungguh kejam fitnah itu dan dengan fitnah akan begitu banyak yang terluka namun demi mencapai sebuah kebahagiaan kebenaran akan di singkirkan demi tercapai nya sebuah kepuasan, tanpa memikirkan nama baik, harga diri dan juga martabat.
......................
Apakah Satrio akan terjebak di dalam tipu muslihat Weni dan apakah Ani akan di lukai oleh Riska dan Fatimah ?? apakah Satrio benar - benar menyerah kan hati nya kepada Ani atau kah Satrio hanya fokus pada tugas - tugas amanah yang di berikan pada nya ???
__ADS_1
Ikuti terus kisah perjalanan hidup Satrio yang penuh dengan liku - liku sedang kan misi Satrio masih jauh perjalanan nya untuk menuju ke barat, jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar saat author update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏