
Bila kamu pernah mengalami merasa bersalah berarti kamu orang baik bahkan sangat baik sebab merasa bersalah namun tolong di mengerti satu hal bahwa kita terkadang tanpa sengaja menyakiti seseorang dan sesungguhnya tidak ada orang yang baik seterusnya sebab orang baik juga bisa salah dan kesempurnaan itu hanya milik Allah semata.
Jadi wajar dan normal manusiawi bila pernah melakukan kesalahan seringkali kita tanpa sengaja menyakiti orang terdekat kita seperti teman, sahabat, istri atau suami dan mengapa hal itu terjadi sebab sesungguhnya Allah mengijinkan hal itu terjadi untuk mendewasakan orang tersebut maka hal itu di izin kan asalkan menyakiti nya bukan di sengaja itu biar orang lain terluka lalu merasa. bersalah nah ini beda konteks nya ya.
.............
Sejak kejadian hukum adat itu di laksanakan sudah 3 hari Satrio tidak ada kabar berita nya whatsaap nya pun tidak ol sama sekali di saat itu Ani sungguh khawatir dengan keadaan Satrio belum lagi Ani mendapat kan hujatan dari adik Satrio bukan lain Leni dan Ani juga harus menghadapi keluarga nya yang terus menentang hubungan mereka tidak hanya dengan kata - kata yajg di lakukan keluarga Ani namun menggunakan jasa paranormal yang di samarkan nama nya menjadi Kyai atau ustadz namun tindakan nya tidak ubah nya dengan para normal.
Siang itu Ani mencoba share dengan sahabat nya siapa tau sahabat nya Ani bisa memberi solusi atas hubungan nya dengan Satrio yang semakin banyak penentangan dari kedua belah pihak.
" Dhe dada ku terasa sesak 3 hari ini apa aku masuk angin ya?"
Kata Ani sambil memegang dada nya.
" An kamu itu bukan masuk angin tapi sedang menahan rindu dan khawatir yang berlebih."
Jawab Dhea sambil mengaduk jus jeruk di hadapan nya.
" Kalau masalah itu pasti Dhe sudah 3 hari dia belum ol juga pasti lah aku khawatir dia ada apa - apa disana belum lagi adik dia selalu memojokkan aku terus."
Kata Ani dengan nada lesu.
" Sebenar nya dia kemana dan mengapa adik dia memojokkan kamu An sebenar nya ada masalah apa?"
Tanya Dhea dengan pandangan penasaran.
" Jadi begini Dhe kamu tau kan aku pernah gagal dalam pernikahan dan pasti nya trauma itu tidak mudah aku lupakan jadi saat aku pertama mengenal dia aku ajukan permintaan bila suatu saat kita nikah harus mendapat kan restu dari kedua belah pihak keluarga bila tidak aku tidak mau di ajak menikah sedang kan fakta nya kedua belah pihak keluarga kita tidak ada yang setuju Dhe."
Jawab Ani mencoba menjelaskan kepada Dhea.
" Lalu letak masalah nya dimana An bukan kah memang seperti itu saat akan menikah kita meminta restu kepada keluarga dan bila keluarga tidak merestui konteks permasalah nya di mana apakah dia sudah menikah begitu?"
Tanya Dhea sambil menikmati makan siang nya.
" Bukan masalah dia sudah menikah atau belum tapi masalah nya dia tidak di kenal dengan Abang ku di tambah lagi dia orang beda pulau jadi keluarga ku beranggapan dia orang tidak baik dan penipu sedang kan aku tau betul bagaimana dia."
Jawab Ani yang seperti nya tidak berselera makan.
" Ya kalau memang kedua pihak keluarga sudah tidak setuju ya sudah tinggal kan cari yang lain to masih banyak lelaki di muka bumi ini An."
Kata Dhea sambil sesekali melihat ke arah Ani.
" Tidak mungkin aku meninggal kan dia sampai kapan pun Dhe di tambah lagi demi dia memenuhi permintaan ku mendapat restu dari keluarga nya dia melakukan hukum adat dan keluar dari silsilah keluarga nya 3 hari yang lalu bila aku meninggal kan nya sekarang yang ada aku semakin merasa bersalah Dhe."
__ADS_1
Jawab Ani dengan pandangan bingung.
" Lalu apa yang kamu lakukan untuk menghadapi keluarga mu juga An yang tadi kamu katakan bila keluarga mu juga tidak setuju apa kamu akan menentang nya dan kawin lari seperti judul film?"
Tanya Dhea sambil menyeruput jus jeruk di hadapan nya.
" Untuk sementara ini aku hanya bisa mengelak dan diam saat keluarga ku mengatakan yang tidak - tidak tentang dia meski hati ku merasa sangat sakit mendengar nya Dhe."
Jawab Ani sambil membasuh air mata nya di pipi.
" An menurut ku lupakan dia tinggalkan dia carilah pengganti nya agar kamu tidak terus tersiksa seperti ini An."
Kata Dhea sambil menyodorkan tisu kepada Ani.
Ya Allah mengapa Dhea malah menyuruh ku untuk meninggalkan Mas Satrio bukan solusi itu nama nya tapi lari dari permasalahan sedang kan aku sendiri tidak tau apakah aku sanggup menghadapi semua ini tanpa ada Mas Satrio di sisi ku begitu berat ku rasa hubungan ku dengan Mas Satrio namun aku harus kuat Mas Satrio kamu dimana tolong segera ol aku merindukan mu Mas.
Bergumam lah dalam hati Ani yang semakin terasa sesak dada nya disaat seperti itu tiba - tiba hp Ani berbunyi ada telepon masuk dan Ani berharap itu dari Satrio namun ternyata yang menelpon nya adalah Leni adik dari Satrio saat itu Ani mendapatkan kabar tentang Satrio dari Leni bukan lah sebuah kata hujatan.
" Iya hallo assalamualaikum Dik Leni bagaimana kondisi Mas Satrio sekarang apakah baik - baik saja?"
Tanya Ani dengan nada khawatir.
" Kamu ya ternyata wanita yang membuat Mas Satrio sekarat seperti itu apa si niat mu sebenar nya apa kamu berniat membunuh Mas Satrio?"
" Bukan Dik bukan begitu maksud ku dan tidak ada niatan ku untuk menyakiti Mas Satrio bahkan Mas Satrio baru mengatakan hal itu 2 jam sebelum hukum adat itu dilaksanakan."
Jawab Ani mencoba menjelaskan yang sebenar nya terjadi.
" Alah sok membela diri kamu pasti nya kamu tau kan siapa Mas Satrio dan bagaimana keluarga nya apa susah nya kamu terima adat kami dan tinggal kan adat mu bukan kah seorang wanita yang sudah menikah ikut kepada keluarga suami nya?"
Tanya Leni dengan nada emosi kepada Ani.
" Tidak bisa seperti itu juga Dik kita memiliki adat yang berbeda tapi yang aku minta hanyalah sebuah restu dari keluarga hanya itu tidak lebih."
Jawab Ani yang makin sakit rasa hati nya mendengar kata - kata Leni.
" Lalu bila mendapat restu lalu di pertengahan kalian menikah ternyata kalian bercerai karena pelakor apakah restu nya untuk pelakor begitu ... sungguh aku tidak paham dengan pola pikir mu yang masih ortodok!"
Kata Leni yang makin emosi mendengar jawaban dari Ani.
" Iya Dik maaf aku yang bersalah aku yang menyebabkan Mas Satrio seperti ini maka aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan Mas Satrio meski apa pun yang terjadi."
Jawab Ani dengan isak tangis merasakan sakit sesak di dada nya.
__ADS_1
" Percuma kamu berkata seperti itu sekarang kondisi Mas Satrio saat ini sedang kritis itu pun aku tidak tau dia bisa di selamatkan atau tidak harus nya kamu melarang Mas Satrio melakukan hal itu dan kamu yang mengalah bila kamu benar sayang dan cinta pada Mas Satrio bukan malah mencelakai nya seperti ini!"
Kata Leni dengan nada emosi.
" Iya Dik maaf aku yang salah dan tidak ada niat aku ingin melukai nya ... hallo ... Dik Leni ... hallo."
Kata Ani sambil masih menangis dan ternyata telepon sudah di matikan oleh Leni.
Pasti nya semua keluarga nya Mas Satrio menyalahkan aku dan bodoh nya aku mengapa mengajukan syarat itu kepada nya dan ternyata kata - kata ku bagaikan perintah bagi nya semua benar - benar di lakukan tanpa memikirkan diri nya sendiri begitu besar sayang mu pada ku Mas sampai kamu mengorbankan semua nya demi aku.
...Bergumam lah Ani dalam hati nya sambil sesekali melihat ke hp nya yang tiba - tiba di matikan sepihak oleh Leni tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Ani setelah makan siang Ani pun melanjutkan tugas nya dengan pandangan yang hampa memang badan nya di kantor tempat nya bekerja namun pikiran dan hati nya melambung berkelana di ruang hampa mencari Satrio....
Jam sudah menunjukkan waktu nya Ani pulang kerja dan Ani tau betul sesampai nya di rumah pasti nya keluarga nya lah yang akan menekan nya agar meninggalkan Satrio sosok lelaki yang sangat Ani sayangi dan cintai hanya saja saat ini Ani tidak mampu berkata - kata kepada keluarga nya sebab di hati Ani masih terselip trauma di masa lalu nya, sesampai nya di rumah di kejut kan dengan keadaan rumah nya yang banyak tamu saat itu Ani berpikir ada apa dan siapa mereka?
" Bu ini Choirul anak saya sudah bekerja jadi PNS dan niat kami kemari ingin mempererat kedua keluarga."
Kata seorang wanita paruh baya kepada Mama nya Ani.
" Oh begitu kami pun senang mendengar niat Ibu tetapi semua keputusan saya kembalikan kepada putri saya ya Bu sebab kan dia yang akan menjalani nya."
Jawab Mama nya Ani dengan senyum ramah lalu memanggil Ani yang baru saja sampai di rumah dan sedang mengganti baju nya.
" An ayo temui itu ada teman Mama ingin melamar mu untuk anak nya Choirul yang sudah bekerja menjadi PNS dan Mama sudah tau keluarga nya seperti apa."
Kata Mama nya Ani sambil berdiri depan pintu kamar Ani.
" Tapi Ma aku tidak ingin menikah saat ini."
Jawab Ani sambil mengenakan hijab nya.
" Tidak ada tapi - tapian lupakan lelaki tidak jelas itu dan menurut apa kata Mama sekarang."
Kata Mama nya Ani sambil memegang tangan Ani.
Saat itu Ani benar - benar bingung apa yang harus di lakukan satu sisi ada Mama nya dan keluarga nya yang selama ini bersama nya dan diri nya terjebak oleh kata - kata balas budi apakah akan terjadi seperti pernikahan nya yang dahulu bersama Faizal sedangkan di sisi lain ada Satrio seorang laki - laki yang tulus dan ikhlas mencintai Ani dan anak - anak nya bahkan rela mengorbankan nyawa nya sendiri demi memenuhi permintaan Ani.
..............
Seperti nya saat ini Ani sedang mengalami dilema di hati nya dalam waktu yang sangat singkat Ani harus memilih antara keluarga nya kah atau Satrio sebuah pilihan yang sangat sulit tentu nya untuk semua orang lalu kira - kira apa yang akan Ani lakukan saat ini menolak Choirul dan pasti nya membuat Mama nya malu dan mempertahankan Satrio yang hingga kini belum ada kabar berita nya ataukah akan menerima lamaran dari Choirul di saat Satrio sedang kritis karena menjalani hukuman adat demi memenuhi permintaan Ani?
Jangan pernah lewatkan kisah perjalanan hidup Satrio dan Ani hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar lebih rajin update nya.
__ADS_1