
Sering kali saya mendengar jodoh di tangan Tuhan kalau saya pribadi kurang setuju mengapa karena yang saya tau jodoh di tangan Tuhan 50% dan di tangan kita 50% memang kita harus berbaik sangka tapi juga harus berikhtiar contoh bila kita terkena usus buntu lalu apa kah kita hanya berkata nanti Tuhan yang menyembuhkan lalu sembuh begitu saja tentu tidak kita harus berikhtiar ke dokter lalu di angkat usus buntu nya yang sudah penuh biji cabai biar tidak meledak malah terkena organ yang lain.
Ada yang berkata saya kan cewek Bang masak ya harus nembak cowok duluan, saya juga tidak menganjurkan untuk jadi agresif tapi minimal bisa berteman atau bersahabat terlebih dulu jangan cuma nunggu ngeri nya nanti yang datang malah buaya kebon kalau tidak pengantar paket COD kan jadi salah sasaran.
Jadi inti nya ada bagian yang harus di kerjakan Tuhan dan ada bagian yang memang harus kita kerjakan jangan semua di serahkan kepada Tuhan dan kita sebagai manusia tidak berikhtiar bahaya itu nanti malah kejadian jodoh di tangan pelakor atau pembinor bukan kah begitu kawan?
.................
Malam itu setelah Ani mengirimkan alamat nya kepada Widhi lalu diri nya melaksanakan sholat tahajud memohon petunjuk kepada Allah sebab ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Ani setelah video call dengan Widhi dan Ani merasa bingung dengan yang di rasakan nya saat ini di dalam hati nya begitu bergejolak bahkan sudah banyak yang mengingat kan Ani jangan dengan Widhi playboy facebook itu namun rasa sayang nya Ani mampu membutakan mata Ani saat itu, maka dari itu Ani memohon petunjuk kepada Allah saat sholat.
Ya Allah aku hanyalah hamba mu yang lemah yang tidak mampu mengambil keputusan tanpa seizin Mu saat ini hamba benar - benar bingung dengan perasaan hamba ya Allah sebab sudah begitu banyak yang melarang hamba dengan Widhi bahkan hingga datang beberapa wanita yang damprat namun rasa sayang di hati ini pada nya begitu besar pada nya dan tadi saat hamba melihat Widhi adalah Mas Satrio hati hamba semakin bingung tolong beri hamba petunjuk ya Allah.
Doa Ani dengan bersimbah air mata merasakan sesak di dada nya di karena kan bingung dengan perasaan nya sendiri yang terjebak pada perhatian, kasih sayang dan canda an ringan dari Widhi yang memang di beri kan kelebihan kasih sayang di hidup nya sehingga semua mahkluk hidup yang merasa kosong dan hampa di hidup nya akan merasa nyaman di dekat nya, di sisi lain ada Widhi yang sedang sibuk mengukur jarak antara pulau Jawa dan pulau Sumatra Utara tempat tinggal Ani dengan meteran tukang bangunan.
Ini Jakarta yang mana ya oh ini dia sekarang di tarik ke Sumatra Utara aduh kok tidak sampai meteran nya apa harus aku beli lagi ya ini meteran tapi jam segini ada tidak toko bangunan yang buka ya?
Gumam Widhi sambil berdiri di atas kursi di saat diri nya sedang bingung memikirkan toko bangunan mana yang masih buka tiba - tiba hp nya berbunyi karena kaget dengan bunyi hp nya maka Widhi pun jatuh dari kursi di mana saat itu diri nya berdiri.
AAOOOO ... KUNTI LEPAS KAN LU!
Umpat Widhi yang sudah berada di lantai dengan kaki kanan masih tersangkut di atas kursi sambil mengusuk pantat nya dia berjalan sambil mengumpat mendekati asal suara yang membuat nya jatuh karena kaget.
" Dasar kadal buntung, biyawak gurun, badak laut siapa si telepon malam - malam bukan nya tidur memang nya aku operator apa!"
Umpat Widhi sambil mengambil hp nya yang tergeletak di ranjang nya.
" Hallo ... siapa ini bukan nya tidur malah telepon aku dah sana tidur aku mau mikir."
Kata Widhi tanpa memberi kesempatan yang telepon menjawab lalu mematikan telepon nya.
Sedang kan saat itu yang menelepon Widhi dari seorang wanita suruhan Gustavito yang bernama Laras yang saat itu di perintah kan Gustavito untuk merayu Widhi.
Sial ini orang menyebalkan banget si aku saja belum sempat bicara dia malah nyerocos seperti petasan cina di acara nikahan hufff aku harus bisa takluk kan si Satrio akan ku buat dia menangis darah di hadapan ku lihat saja nanti pembalasan ku Satrio!
Gumam Laras yang merasa sebal dengan ulah Widhi yang memang suka hati kepada siapa pun yang berniat tidak baik kepada nya namun bila orang tersebut tulus menyayangi diri nya maka nyawa nya di minta pun akan di berikan demi orang tersebut, setelah mematikan hp nya Widhi berjalan keluar dari kamar nya sambil masih memijat pantat nya yang masih terasa sakit sebab jatuh dari kursi.
__ADS_1
" Tuan mau pergi kemana malam - malam begini?"
Tegur satpam yang sedang berjalan menuju dapur.
" Pam kamu bisa tidak kalau manggil aku jangan sebutan Tuan muda atau apa lagi itu jadi seperti di dalam film drama korea saja hidup ku!"
Kata Widhi sambil menekuk mimik wajah nya menandakan sebal.
" Lalu saya harus memanggil apa nanti kalau ketahuan dengan Tuan Gustavito saya di pecat bagaimana?"
Jawab satpam itu dengan tatapan bingung melihat ulah Widhi yang sedari tadi memijat pantatnya.
" Kamu tau nya siapa nama ku jadi panggil saja itu jangan panggil Tuan ... Tuan isss lebay!"
Kata Widhi sambil berlalu dari hadapan satpam.
Ternyata saat itu Widhi akan menuju ke pool bus lintas Sumatra untuk membeli tiket bus di karena kan Widhi tidak tau di mana letak alamat yang di berikan Ani kepada nya untuk menanggulangi nyasar dan putar balik nya jauh jadi Widhi memutus kan untuk naik bus menuju rumah Ani namun sesampai nya di loket Widhi adu argumen lagi dengan penjaga loket masalah tempat duduk.
" Selamat malam akan pesan tiket ke daerah mana Bang?"
Kata penjaga loket dengan senyum ramah.
Tanya Widhi sambil manyun sebab merasakan sakit di pantat nya.
Kemudian penjaga loket pun menjelaskan bahwa bus akan melalui rute daerah mana saja saat penjaga loket menjelaskan Widhi sibuk membuka hp nya mencari alamat yang di berikan oleh Ani kepada nya dan di tengah penjaga loket menjelaskan tiba - tiba Widhi menyodorkan hp nya kepada penjaga loket.
" Bus nya lewat alamat itu tidak kalau lewat aku beli satu tiket duduk paling depan biar tidak kesasar kalau bisa depan sopir."
Kata Widhi sambil menatap ke arah penjaga loket.
" Iya Bang lewat sini bus nya tapi bangku depan sopir tidak ada Bang ada nya bangku belakang sopir bagaimana Bang jadi tidak?"
Jawab penjaga loket sambil tersenyum.
" Seperti nya kamu kurang rekreasi nanti ikut aku itu aku beli tiket nya dua."
__ADS_1
Jawab Widhi dengan pandangan serius.
" Tapi saya harus kerja Bang."
Kata penjaga loket dengan senyum manis.
" Siapa juga yang mau ajak kamu kan aku beli tiket dua biar aku bisa tidur sambil bereksperimen."
Jawab Widhi sambil menyerah kan uang ke penjaga loket.
Begitulah ulah Widhi tidak pernah mau dikalahkan dengan siapa pun jangan kan di posisi benar di saat posisi nya salah saja bisa di rubah jadi benar bila adu argumentasi dengan Widhi setelah mendapat kan tiket Widhi pun memacu mobil nya menuju rumah nya sambil berfikir bila bertemu dengan Ani apa yang harus di katakan.
Apa ya yang harus aku katakan bila bertemu dengan Ani lalu apa juga yang harus aku katakan kepada orang tua nya Ani agar mengizinkan Ani menikah dengan tubuh ini lalu kalau sudah nikah ngapain aja ya?
Begitu banyak pertanyaan dalam benak Widhi sebab Widhi sangat susah untuk merangkai kata kecuali kata rayuan namun saat ini Widhi di tuntut untuk bisa merangkai kata di hadapan orang tua Ani agar mendapat kan restu nya suatu hal yang sangat berat bagi Widhi di banding harus berhadapan dengan 10 ribu dajal, waktu pun bergulir saat nya Widhi untuk berangkat ke pulau seberang menemui Ani sesuai amanah yang harus di jalan kan dengan perasaan gelisah.
" Neng ini aku sudah di atas bus akan menuju ke rumah mu nanti aku tinggal dimana sebab aku tidak tau daerah tempat mu?"
Kata Widhi melalui chat di whatsaap.
" Beneran Aa mau kemari menemui ku?"
Jawab Ani yang kesan nya kurang yakin.
" Benar ini aku sedah di dalam bus Neng."
Kata Widhi sambil menyertakan foto nya yang sedang mengeluarkan sebagian badan nya di sisi bus.
Eh beneran ini orang kemari nekat juga ini orang padahal kan dia belum tau daerah sini benar - benar orang aneh tapi jangan - jangan benar dia adalah Mas Satrio yang dulu pernah aku kenal tapi kenapa sikap nya sangat jauh berbeda dan seingat ku Mas Satrio sedikit lebih besar badan nya dan kulit nya lebih cerah di banding Widhi.
Gumam Ani sambil memandangi foto Widhi di hp nya sedang kan Widhi masih saja sibuk selpi di dalam bus sampai di atas bus bersama para penumpang, sopir, kenek, kondektur hingga tukang parkir di pool tersebut tanpa memikirkan bahaya apa yang akan diri nya hadapi saat setiba nya di rumah Ani dan berhadapan dengan keluarga nya Ani.
.............
Bagaimana kah nanti Widhi saat berhadapan dengan keluarga nya Ani apakah Widhi akan di sambut baik oleh kedua orang tua Ani dan saudara nya Ani atau Widhi akan di hina dan di tolak oleh keluarga Ani lalu apakah Widhi akan lolos di ujian pengendalian kesabaran ini atau Widhi akan mengobrak - abrik seisi kampung sebab mengingat watak Widhi yang keras kepala dan pantang menyerah di dalam segala hal.
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah SATRIO YANG TERPINGIT ALAM agar bisa menjawab semua rasa penasaran para reader dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.