SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
SEMUA KISAH MEMBUTUHKAN CINTA


__ADS_3

Saat matahari terbit maka akan ada sebuah keinginan yang tidak tercapai, ada harapan yang tidak terpenuhi, ada perkelahian yang tidak bisa di menang kan dan ada juga perjalanan yang tidak bisa di tempuh, kau pasti akan mengatakan semua itu karena dirimu kurang berusaha, ada juga yang mengatakan karena kau lemah, bahkan ada yang berkata dengan marah akhir nya tertulis semua karena takdir.


Namun dari semua kata itu ada satu kata yang terlupakan, iya hanya satu apakah itu ?? kata cinta... cinta adalah suatu kata yang menjadi senjata ampuh untuk menghadapi segala hal, bahkan tidak mampu di ukur oleh dalam nya lautan, luas nya samudra, semua itu tidak akan pernah sebanding.


Yang tidak bisa akan bisa, yang tidak tau akan tau, yang terluka akan sembuh semua itu dengan satu kata yaitu cinta 😊😊😊


..............


Malam itu seperti nya menjadi malam terakhir hidup nya bagi Satrio sebab seluruh warga sudah berkumpul di depan rumah Ani untuk menghakimi sesuatu yang tidak pernah ia lakukan, saat itu Satrio berniat membeli kopi di warung depan gang tanpa ada berfikir macam - macam.


" Hay Satrio akan pergi kemana kau....?? "


Teriak Faizal kepada Satrio yang sedang berjalan menuju warung.......


" Mau ke warung ... memang ada apa Zal, apa ada masalah ?? "


Jawab Satrio sambil melihat di hadapan nya yang sudah berkerumun orang banyak....


" Apa kamu belum tau adat di kampung kami bila berzina apa hukuman nya....? "


Kata Faizal sambil membuang rokok nya dan mendekati Satrio....


" Maaf siapa yang kau maksud berzina Zal....? "


Jawab Satrio dengan pandangan bingung....


" Anak muda waktu itu aku sudah memperingatkan Asmi agar kau tidak bertindak bodoh, tapi kau sudah membuat noda di kampung kami...."


Kata tua - tua adat sambil berdiri di samping Faizal....


" Tunggu ... ini pasti ada salah sangka, saya selama di sini tidak pernah berbuat apa - apa bahkan saya tidak mengenal warga di sini lalu bagaimana saya berlaku zina dan dengan siapa....? "


Jawab Satrio mencoba menjelaskan kepada mereka semua....


" Sudah tidak perlu banyak bicara kau Satrio kami punya saksi yang melihat mu berduaan dengan Ani di kebun Wak Asmi ... apa tidak punya uang kau untuk ke hotel sampai melakukan hal hina itu di kebun....? "


Kata Faizal sambil meludahi wajah Satrio....

__ADS_1


" Astowfirullohalazim ... fitnah ini ya Allah...."


Kata Satrio lirih sambil memandang ke atas langit....


Saat itu Bang Asmi dan Kang Tarjo menghampiri Satrio untuk membela Satrio dan mengatakan sebenar nya apa yang terjadi sewaktu di kebun Bang Asmi.


" Datuk tolong hentikan semua itu fitnah ... saat itu aku dan Tarjo juga ada di kebun dan Satrio serta Ani tidak melakukan yang kalian fitnah kan itu ...."


Kata Bang Asmi berusaha meredam emosi masyarakat....


" Wak Asmi lebih baik jangan ikut campur atau jangan - jangan Wak Asmi sudah ingin segera menyusul istri dan anak Wak Asmi....? "


Kata Faizal dengan senyum licik kepada Asmi....


" JAGA MULUT MU FAIZAL ... JANGAN MELAMPAUI BATAS PERKATAAN MU ....!!!!! "


Kata Bang Asmi yang terpancing emosi nya....


" Bang sabar ... jangan terpancing emosi ...."


Kata Kang Tarjo sambil memegang lengan Bang Asmi....


Kata tetua adat sambil memberi kode untuk beberapa warga memegang Bang Asmi dan Kang Tarjo ....


Saat itu Satrio hanya senyum dalam hati nya bergejolak bila diri nya menggunakan semua kemampuan nya pasti banyak korban jiwa dan tidak hanya itu Ani beserta kedua orang tua nya pun akan terkena imbas dari kemarahan Satrio, belum lagi semua hal ini hanya mengulur waktu nya untuk menuju ke barat sesuai yang di perintah kan oleh Allah.


Maka saat itu Satrio hanya mampu memejamkan mata nya dan berserah kepada Allah sambil dalam hati nya berkata....


Laillahaillahlah ... ya Allah ku serah kan hidup dan mati ku di tangan Mu ya Allah ... Engkau lebih tau isi hati ku ya Allah ... maka ampunilah mereka yang tidak tau apa yang mereka laku kan Ya Allah ....


Gumam Satrio dalam hati dan saat itu warga kampung menghajar Satrio ada yang menggunakan bambu, kayu, pipa besi dan rotan namun Satrio tidak membalas sedikit pun saat itu Satrio hanya berzikir dalam hati nya lalu terdengar samar - samar suara Ani memanggil nya, saat itu Satrio sudah berlumuran darah segar dari kepala nya, yang di lakukan Satrio hanya menoleh dan tersenyum kepada Ani, Bang Azmi dan Kang Tarjo yang sedang menangis melihat Satrio di perlakukan seperti itu.


Masih belum puas juga mereka menghajar Satrio kemudian mereka mengikat Satrio dengan tali tambang kedua tangan nya dan di arak keliling pasar sambil di lempar sayuran dan buah busuk, namun Satrio tetap diam tidak membalas sedikit pun setelah itu Faizal mendorong tubuh Satrio yang sudah penuh luka hingga terjatuh ke aspal.


" Ini lah upah mu berani - berani nya mendekati calon istri ku anak bodoh cuiiihhh ...."


Kata Faizal sambil meludahi wajah Satrio ....

__ADS_1


Saat itu semua warga menyuruh Faizal untuk membakar Satrio hidup - hidup untuk di jadi kan contoh kepada yang lain agar tidak melakukan zina, kemudian Faizal pun mengambil satu jerigen minyak tanah dan di tuangkan di atas tubuh Satrio namun Allah tidak pernah tinggal diam di saat umat nya yang taat pada nya di lukai, saat itu minyak tanah yang di tuang oleh Faizal ke tubuh Satrio berubah menjadi air sumur dan langit pun berubah menjadi merah, angin datang berhembus kencang dan petir pun bersahut - sautan.


Saat itu mereka semua di dorong oleh hembusan angin yang sangat kuat hingga begitu banyak orang yang terpental dan jatuh terluka saat itu Satrio berkata lirih.


Jangan ... jangan ... hentikan kawan ku mereka tidak tau apa yang mereka lakukan ... tolong henti kan kawan ku jangan buat mereka terluka ....


Gumam Satrio lirih sebab saat itu diri nya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berteriak karena luka yang di alami nya sangat lah parah, tidak begitu lama setelah mereka semua berhamburan tunggang langgang karen di hajar oleh angin, kemudian mendekat lah Bang Asmi, Kang Tarjo, Ani dan kedua orang tua Ani mendekat kepada Satrio yang tergeletak di aspal depan rumah Ani.


" Mas ... Mas Satrio ... "


Kata Ani sambil menangis mengangkat kepala Satrio....


" Jangan menangisi ku tapi tangisi lah keturunan mu ...."


Kata Satrio sambil berkata lirih namun masih bisa terdengar oleh Ani ....


" Asmi segera bawa anak itu ke rumah peninggalan nenek dan Ani segera ajak Adel untuk mengobati anak itu, bisa mati anak itu bila tidak segera di obati luka nya .... "


Kata Ayah nya Ani yang juga meneteskan air mata nya saat melihat kejadian tersebut ...


Kemudian malam itu juga Satrio di bawa oleh Asmi, Kang Tarjo, Ani dan Adel menuju rumah peninggalan nenek mereka, saat itu Ani beserta lain nya tidak mampu berkata - kata hanya air mata yang tidak terbendung sambil tangan Ani terus memeluk kepala Satrio yang sudah tidak berbentuk karena banyak nya luka di wajah nya di dalam pikiran mereka Satrio pasti tidak tertolong melihat luka nya yang begitu parah.


Setibanya mereka di rumah peninggalan nenek nya segera Ani dan Adel membersihkan luka Satrio dengan perlahan sambil Ani masih terus menangis hingga air mata Ani mengenai mata Satrio saat itu, sambil membersihkan luka Satrio dalam hati Ani menjerit.


Mas Satrio ... mengapa kamu begitu bodoh Mas ... kenapa kamu tidak melawan mereka ? biar mereka yang mati Mas ... aku tidak mau kehilangan kamu Mas ... aku sangat menyayangi mu Mas ... kamu harus tetap hidup Mas ....


Gumam dalam hati nya sambil membersihkan luka di wajah dan tubuh Satrio, di saat Ani mengatakan dalam hati nya seperti itu sesungguhnya Satrio mendengar nya dan Satrio pun menjawab nya dalam hati.


Maaf kan aku Dik Ani ... semua ini aku laku kan demi rasa sayang dan cinta ku kepada Dik Ani dan masyarakat di sini ... aku tidak mau ada korban jiwa hanya demi keegoan semata ... biar aku yang berkorban asal masyarat tidak terkena imbas kemarahan ku ....


Gumam Satrio sambil memejamkan mata nya dan air mata nya pun mengalir bukan karena rasa sakit yang di alami nya namun rasa perih di hati nya saat mendengar Ani lusa akan menikah dengan Faizal, serasa separuh jiwa Satrio hancur saat mendengar kalimat itu namun Satrio harus fokus kepada tujuan awal nya.


...........


Itulah kekuatan cinta dan memang Satrio tidak menang dalam pertarungan itu melawan Faizal, bisa di kata kan Satrio kalah saat ini namun di balik kekalahan itu ada kekuatan cinta yang tidak bisa di hancur kan oleh apa pun, memang sebentar lagi Faizal akan menikahi Ani namun bisakah Faizal benar - benar memiliki Ani seutuhnya atau jangan - jangan Faizal hanya memiliki tubuh Ani tapi tidak dengan hati dan pikiran nya ?


Sebab yang pasti hati dan pikiran Ani hanya untuk Satrio, lalu pernikahan apa yang akan di jalani oleh Faizal dan Ani yang tampa cinta dan kasih sayang ? ikuti terus perjalanan Satrio hingga menuju ke barat dan apakah setelah itu Ani akan kembali kepada Satrio ?

__ADS_1


Jangan lupa selalu duku author dengan like, komentar, rate dan favorit agar saat author update kalian pembaca pertama kali nya 😊🙏


__ADS_2