SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
LURUS


__ADS_3

Perfeksionis........sempurna ?? bila kita mendengar kedua kata itu pasti nya kita akan dituntun pola pikir kita kepada suatu hal yang tanpa cela dan tanpa cacat bukan ?? lalu di muka bumi ini apakah ada yang nama nya sempurna atau dengan kata lain perfect ?? tentu saja tidak ada sebab kesempurnaan hanya milik Allah saja, mungkin ada seorang manusia bersifat perfect namun apakah itu sebuah karakter sesungguhnya manusia tersebut dan bila benar ada manusia berkarakter seperti itu pasti kehidupan nya sungguh membosankan.


Contoh yang sangat nyata bila kita sebagai manusia memiliki karakter yang semua harus sempurna apakah bisa kita menikmati sebuah hidangan yang terlalu matang ?? pasti nya kita akan kelaparan sebab kita menjaga sikap sempurna, jalan, duduk, diam, berbicara bahkan saat tidur pun kita harus menjaga kesempurnaan itu sendiri demi penilaian orang lain, bila seperti itu apakah sikap perfect itu kata lain dari sebuah pencitraan ?? benar sekali, bagaimana dengan hidup mu sendiri ?? pikirkan hal itu 😊🙏


..................


Malam itu Satrio sudah memiliki firasat yang tidak bagus dengan lingkuan sekitar sehingga Satrio berkata kepada Kang Tarjo agar segera kembali ke kampung secepat nya agar Kang Tarjo tidak terkena masalah namun Kang Tarjo menolak nya.


" Kang..........usahakan besok setelah sholat subuh Kang Tarjo segera kembali ke kampung dan sampai kan kepada mereka kalau aku baik - baik saja disini jangan cerita kan apa pun pada mereka yang Kang Tarjo lihat......."


Kata Satrio sambil berdiri membelakangi Kang Tarjo........


" Tidak bisa seperti itu Tio.......kita pergi bersama maka kita harus kembali ke kampung bersama juga Tio....."


Jawab Kang Tarjo sambil mendekat ke samping Satrio......


" Aku tau hal itu Kang........tapi kondisi nya beda saat ini Kang, ingat istri mu di kampung Kang kalau sampai terjadi apa - apa dengan mu di sini bagaimana istri mu.....?? "


Kata Satrio mencoba memberi pengertian kepada Kang Tarjo.........


" Tidak Tio......aku akan menemani mu kemana pun, kamu tau sendiri apa arti pernikahan ku Tio........aku mohon jangan suruh aku pulang Tio, ijin kan aku menemani mu........??"


Jawab Kang Tarjo sambil memegang lengan Satrio........


" Baik lah Kang kalau memang itu keputusan mu yang pasti aku sudah mengingat kan mu Kang........"


Kata Satrio sambil memegang telapak tangan Kang Tarjo yang memegang lengan nya..........


Saat itu Bang Asmi mendengar percakapan mereka berdua yang berada di teras rumah nya, lalu Bang Asmi pun melangkah keluar rumah untuk menanyakan perihal yang di kata kan tua - tua adat setempat.


" Sejak kapan kalian berada di sini lalu kenapa tidak masuk kedalam.......?? "


Tanya Bang Asmi yang berdiri di depan pintu rumah nya........


" Sedari tadi kami berdua di sini Bang........tadi saat akan masuk masih ada tamu maka dari itu kami berdua menunggu di sini Bang........"


Jawab Satrio sambil senyum dan menoleh ke arah Bang Asmi........


" Berarti kau dengar apa yang di bicarakan sama mereka tadi......?? "


Tanya Bang Asmi dengan pandangan bingung........

__ADS_1


" Iya Bang saya dengar semua nya bahkan saat mereka pulang pun saya melihat nya Bang........."


Jawab Satrio sambil melihat wajah Bang Asmi yang terlihat bingung.........


" Ya sudah...........ya sudah sekarang ceritakan pada ku apa yang sebenar nya terjadi sebelum kalian bertemu aku dan mengapa tua - tua adat berkata demikian pada ku........."


Kata Bang Asmi sambil duduk di bangku teras rumah nya..........


Kemudian mulai lah Satrio menceritakan semua kejadian selama belum berjumpa dengan Bang Asmi dan apa saja yang di lihat oleh Satrio yang bagi Satrio itu melawan Allah dan musrik meski hal itu siapa pun yang melaku kan, bagi Satrio rejeki, jodoh dan maut itu Allah yang mengatur dan tugas sebagai manusia hanya berikhtiar dan bersyukur atas pemberian Allah bukan malah melakukan hal hanya untuk memenuhi keinginan nya saja.


Allah sudah memberikan yang cukup untuk kebutuhan manusia namun yang membuat kurang adalah keinginan manusia itu sendiri hingga melakukan dzolim kepada sesama nya, setelah Satrio menjelaskan semua kepada Bang Asmi baru lah Bang Asmi paham dengan apa yang di katakan tua - tua adat setempat.


" Benar Tio apa kata mu.........sedari dulu di daerah sini seperti itu bahkan sampai - sampai istri ku pun meninggal karena kelicikan mereka tapi apa daya aku hanya manusia biasa tidak bisa melawan mereka yang berilmu......."


Kata Bang Asmi sambil tatapan nya menerawang kelangit.........


" Bang.......saya juga tidak tau mengapa saya dituntun berjalan menemui Abang namun yang pasti semua ini rencana Allah Bang........jadi yang penting kita tetap waspada dan berserah kepada Allah Bang........."


Jawab Satrio sambil menepuk pundak Bang Asmi........


Sedang kan di kampung ada geng nya Weni yang sengaj akan menyelakai Ani di sisi lain ada Faizal yang mencari cara untuk mendapat kan perhatian Ani, sore itu Weni dan kedua teman nya sedang menikmati bakso di samping stasiun.


" Ris bagaimana kamu sudah jalan kan yang aku suruh waktu itu........?? "


" Sudah dong.......tenang saja semua sudah berjalan sesuai rencana boss......."


Jawab Riska sambil senyum.........


" Bener Wen........manjur juga tu dukun ya ?? sekarang sudah terkapar itu perawat sebentar lagi juga ngesot dia hahahahaha........"


Kata Fatimah dengan ketawa lepas.........


" Tunggu........tunggu Mah bukan nya yang di film itu suster ngesot ya ? kenapa sekarang jadi perawat ngesot ?? "


Kata Weni sambil melihat ke arah Fatimah..........


" Sudah lah nanti kita buat sendiri film nya perawat ngesot vs suter ngesot siapa yang sampai finis......?? "


Jawab Riska sambil senyum dan mulai menikmati bakso di hadapan nya.........


" Dikata balap karung 17 agustusan apa ya ?? lalu siapa dong suster ngesot nya........?? "

__ADS_1


Kata Fatimah sambil berlagak mikir.........


Dengan kompak Weni dan Riska menunjuk ke arah Fatimah kemudian mereka tertawa bersamaan, seperti nya mereka sungguh puas bisa membuat Ani sakit dengan hal - hal musrik, sedang kan di sisi lain Faizal menjenguk Ani yang sedang sakit.


" An bagaimana kondisi mu saat ini......?? kamu ingin makan apa biar aku belikan ya......?? "


Tanya Faizal yang duduk di kursi ruang tamu.........


" Tinggal pusing dan lemas saja kok aku Zal......tidak perlu kamu repot - repot membelikan makanan toh aku juga malas makan......"


Jawab Ani sambil tangan nya memegang tasbih pemberian Satrio.........


" Kamu harus makan Ani........ya meski pun sedikit agar kamu ada tenaga........ya sudah aku beli kan bubur ya nanti aku suapin........?? "


Kata Faizal sambil akan beranjak berdiri dari duduk nya........


" Apaan sih memang nya aku sakit struk apa sampai kamu suapin segala lebay banget sih jadi orang........sudah mending sekarang kamu pulang deh Zal.......kepala ku makin sakit melihat kamu......!!! "


Kata Ani sambil bangkit dari duduk nya dan tiba - tiba Ani jatuh pingsan di ruang tamu.........


Saat itu Faizal sungguh terkejut lalu memanggil Santi untuk membantu membawa Ani masuk ke kamar nya.


" Zal.......kamu apain sih Ani kok bisa sampai pingsan dan demam nya tinggi lagi.......?? "


Tanya Santi dengan nada panik.......


" Tidak aku apa - apa kan kok San, itu tadi hanya aku tawari makan bubur dan mau aku suapin agar dia mau makan itu saja kok.....malah tau - tau dia marah sama ku "


Jawab Faizal dengan pandangan sedih.......


" Zal aku beri tau ya bahwa Ani itu memilih Satrio.......jadi sudah deh jangan ngeyel ngejar dia kasian tau ani nya Zal......."


Kata Santi sambil memegang tangan Ani dan sesekali melihat ke arah Faizal.......


Satrio........hemmm kurang ajar kamu Satrio berani - berani nya kamu merebut Ani dari ku.........lihat saja tidak akan kamu bisa memiliki Ani.......


Gumam Faizal dalam hati nya dengan menahan amarah di hati nya kemudian Faizal pun mohon ijin pulang kepada Santi, sedang kan Ani sendiri di saat pingsan jiwa nya pergi meninggal kan tubuh nya dan menemui Satrio yang ternyata sedang mengaji sambil menunggu datang nya Sholat ashar.


Dengan mata terbuka Satrio bisa melihat jiwa Ani yang sedang berdiri di hadapan nya sambil tersenyum manis kepada Satrio, saat itu Satrio sempat terkejut melihat nya apakah nyata hal itu atau hanya halusinasi saja pikir Satrio kemudian Satrio pun melanjutkan membaca Al Qur'an, sedang kan Faizal sesampai rumah nya segera mengemasi baju nya untuk segera pulang kampung.


..............

__ADS_1


Ternyata pola pikir yang lurus mengerikan juga ya, bila tidak dilandasi dengan pengetahuan agama yang kuat malah menjadikan orang egois mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana orang lain, lalu apa yang akan terjadi pada Satrio selanjutnya ?? apakah Satrio bisa berjumpa dengan Ani lagi dalam waktu dekat ?? apa yang akan di laku kan oleh Faizal setiba nya di kampung ?? ikuti terus di setiap bab nya agar raeder terjawab rasa penasaran nya.


Jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar author makin rajin update nya dan author ucap kan terimakasih kepada para reader setia yang selalu dukung author hingga kini 😊🙏


__ADS_2