
Untuk mengikat sesuatu kita membutuhkan tali dan di butuh kan tali yang kuat agar semua terikat, Tali terbuat dari benang - benang kecil sehingga menjadi sebuah tali lalu tali apa yang kau buat untuk mengikat diri mu kepada cinta, Untaian tali itu kepercayaan yang di untai menjadi kain kebenaran.
Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah kebenaran itu? Apakah kebenaran itu yang kau lihat dengan mata mu ataukah yang ada di dalam pikiran mu jawab nya TIDAK bukan itu, kebenaran adalah apa yang kau percayai jadi bila kau ingin mendapat kan kebenaran maka percayalah bahwa sungai cinta akan mengalir di tanah yang gersang.
................
Satu minggu telah berlalu dan luka Satrio pun berangsur pulih namun seperti nya luka batin nya belum pulih dan masih parah dan entah siapa yang akan sanggup menyembuhkan nya, Satrio adalah laki - laki yang keras hati di saat dia terluka maka dia akan mengingat nya hingga kapan pun meski diri nya bukan lah seorang pendendam.
Pagi itu Satrio duduk di atas batu besar yang berada di tepi jurang saat itu pandangan nya ke langit luas sambil hati nya terus meratapi nasip nya yang seakan sudah berakhir di saat diri nya mengetahui Ani menikah dengan Faizal.
Hidup ku mungkin sampai disini dan mungkin Allah salah memilih ku untuk membawa amanah ini kebarat, Mungkin ada orang lain yang lebih mampu membawa amanah ini ke barat, semua orang yang ku sayangi pergi meninggal kan aku dan aku selalu sendiri dan akan selama nya aku sendiri, Ya Allah bila memang benar aku yang engkau pilih membawa amanah ini maka aku mohon hapus kan Ani dalam hati ku serta hapus rasa cinta di hati ku untuk selama - lama nya.
Gumam Satrio sambil mulai menetes kan air mata karena merasakan dada nya yang sangat sesak, Saat itu tiba - tiba ada cahaya yang sangat terang menerpa wajah dan tubuh Satrio yang sedang duduk di atas batu hingga Satrio mengangkat lengan nya di atas kening nya sebab silau lalu terdengar lah sebuah kata - kata.
Aku tidak pernah salah dalam mengambil keputusan dan Aku juga tidak pernah salah dalam memilih tapi kau lah yang bersalah dalam memahami kata - kata Ku, Setiap yang bekerja akan mendapat upah nya dan siapa yang setia akan di berikan balasan nya, lalu sudah kah diri mu melaksanakan tugas mu sehingga kau menuntut upah mu anak Ku, Jangan menyerah melangkah dan percayalah.
Suara itu sangat jelas terdengar di telinga Satrio sehingga membuat Satrio berfikir dan mulai mengingat semua tugas - tugas nya agar semua segera terselesaikan, Saat itu Satrio segera menuruni batu besar itu dan berjalan menuju rumah Nenek nya Bang Azmi yang saat itu Bang Azmi dan Kang Tarjo sedang bercanda sambil membakar ubi hasil dari kebun Bang Azmi.
" Jo kamu kan kata nya sudah nikah tapi kenapa kau lebih memilih mengikuti Satrio lalu bagaimana dengan istri mu?"
Tanya Bang Asmi sambil membakar ubi di hadapan nya.
" Jadi Bang waktu itu Weni itu ingin menjebak Satrio yang kebetulan sedang mengantar beras ke rumah nya tapi naas malah aku yang terjebak di suruh menikai Weni Bang."
Jawab Tarjo dengan wajah sedih mengenang kejadian itu.
" Lo kok malah sedih kamu Jo bukan nya enak ya bisa nikah gratis hahahaha ...."
Kata Bang Asmi sambil tertawa lepas melihat ekspresi wajah Tarjo saat itu.
" Enak apa nya yang ada ya malu to Bang di omongin orang sekampung."
Jawab Tarjo sambil mengikat karung bekas tempat ubi di samping nya.
" Bagus lah Jo masih orang yang membicarakan mu kalau hantu bagaimana kan lebih seram Jo."
Goda Bang Azmi kepada Tarjo yang makin sedih wajah nya.
Saat itu Satrio berjalan mendekati mereka berdua yang sedang asik bercanda dengan tujuan untuk berpamitan sebab besok pagi Satrio harus melanjutkan perjalanan nya ke barat.
__ADS_1
" Waduh ... waduh seperti nya lagi pada seru ya?"
Tanya Satrio sambil menepuk pundak Tarjo yang duduk di bangku yang terbuat dari bambu.
" Eh Tio dari mana kamu tadi kok aku cari tidak ada di kamar mu?"
Tanya Bang Asmi sambil mengangkat ubi bakar yang sudah matang.
" Aku habis jalan - jalan Bang tiduran terus panas punggung ku lagi pula aku sudah sehat kok Bang."
Jawab Satrio sambil duduk di belakang Tarjo yang sibuk membuka ubi di hadapan nya.
" Jangan jauh - jauh Tio, Luka mu itu belum pulih betul ya memang luar nya sudah sembuh tapi dalam nya kan kita juga tidak tau Tio?"
Kata Tarjo sambil meniupi ubi di hadapan nya.
" Benar itu Tio jangan sembrono kau, Kesehatan itu mahal meski pakek BPJS tetap saja mahal."
Kata Bang Asmi yang mulai tertular Kang Tarjo suka bercanda.
" Lo Bang apa hubungan nya sama BPJS segala kok jadi ngurus biaya rumah sakit."
" Bang Asmi dan Kang Tarjo insyaallah aku besok pagi akan melanjutkan perjalanan ku ke barat, Jadi aku banyak berterimakasih kepada kalian berdua yang selama ini sudah merawat selama aku sakit."
Kata Satrio sambil senyum kepada mereka berdua.
" Tio aku ikut ke barat ya?"
Kata Kang Tarjo sambil memandang ke wajah Satrio.
" Benar Tio aku juga ikut ya biar kamu ada kawan nya dan kalau kamu ada apa - apa di perjalanan kami bisa bantu?"
Kata Bang Asmi sambil memakan ubi bakar di hadapan nya.
" Setiap orang memiliki jalan hidup nya masing - masing Bang Asmi ... Kang Tarjo kalian juga memiliki jalan hidup kalian sendiri yang tidak mungkin di lalu bersama orang lain, Maka mari kita bersama melalui jalan hidup kita dengan penuh keyakinan."
Kata Satrio sambil berdiri di antara mereka berdua dan menepuk pundak mereka berdua.
Kemudian mereka bertiga pun tersenyum memandang Satrio menandakan mereka paham apa yg di maksud dengan Satrio, Mari kita melihat kehidupan Ani dan Faizal yang baru saja menikah dan kini Ani tinggal di rumah pemberian orang tua Faizal yang letak nya tidak begitu jauh dari rumah orang tua Faizal pasti nya.
__ADS_1
" Sayang sampai kapan kamu seperti itu dengan ku, Aku suami mu sekarang tapi mengapa kamu selalu menolak ku saat di ranjang?"
Kata Faizal sambil menyandarkan tubuh nya ke pintu dapur.
" Kan sudah aku bilang kalau aku sedang halangan dan haram hukum nya untuk melakukan hubungan, Memang kau tak takut penyakit apa?"
Jawab Ani tanpa melihat ke arah Faizal.
" Memang berapa lama seperti itu bukan nya satu minggu sudah selesai ya?"
Tanya Faizal sambil mendekati Ani dan memeluk nya dari belakang.
" Kau lihat tidak aku sedang menggoreng tempe, Kau mau kena minyak panas?"
Jawab Ani sambil mengarahkan sendok penggorengan panas ketangan Faizal.
" Ok aku lepas entah sampai kapan aku harus menunggu mu sadar bahwa aku suami mu dan kau istri ku yang harus menjalan kan tugas sebagai istri."
Kata Faizal sambil memukul pintu dapur lalu berjalan pergi meninggal kan Ani.
Saat itu hati Ani sangat perih mendengar kata - kata Faizal yang sebenar nya Ani tidak di hargai sebagai seorang istri bahkan bagi Ani diri nya hanya di anggap pembantu di rumah nya Faizal, Hati Ani menjerit memanggil Satrio agar segera datang membawa nya pergi.
Mas Satrio bagaimana luka mu apa kau sudah sembuh Mas, lekas lah menjemput ku Mas aku sudah tidak kuat hidup dengan monster itu yang kata - kata nya selalu kasar dan tidak bisa menghargai wanita, Aku sangat merindukan mu Mas.
Gumam dalam hati Ani sambil membasuh air mata nya yang menetes di pipi lalu melanjutkan memasak, sedang kan saat itu Satrio mendengar apa yang di kata kan Ani lalu menjawab nya dalam hati.
Bersabar dan percaya lah Dik Ani aku pasti datang menjemput mu tapi aku harus menyelesaikan tugas dari Allah terlebih dahulu, aku pun sangat merindu kan mu Dik Ani.
Gumam Satrio dalam hati sambil tatapan nya menerawang jauh ke langit yang saat itu begitu cerah bahkan awan pun seakan tersenyum mendengar ungkapan hati Satrio kepada Ani saat itu.
.................
Yap itulah percaya dan cinta akan menghadirkan sebuah kebenaran yang kokoh hingga tidak akan mudah terputus kan, bila sudah tidak ada kepercayaan maka mana mungkin akan terlihat sebuah kebenaran cinta yang tulus dan apa bila tidak ada sebuah kebenaran maka apalah guna nya kepercayaan dalam hati kita.
Lalu apakah Satrio akan dengan mudah dan tanpa rintangan untuk sampai ke barat, Bila ada rintangan apakah Satrio mampu melewati rintangan itu, Andaikan mampu lalu apakah Satrio akan segera menjemput Ani dan membawa nya pergi?
Ikuti terus perjalanan Satrio hingga mampu sampai ke barat dan mengapa Satrio harus di pingit oleh alam apa penyebab nya? Temukan jawaban semua itu di SATRIO YANG DIPINGIT ALAM.
Jangan lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar saat update kalian lah pembaca pertama nya.
__ADS_1