
Di muka bumi ini semua pasti di bandingkan apa pun itu, misalkan seorang Ibu sedang ke pasar akan membeli cabe pasti seorang Ibu itu akan membandingkan mulai dari bentuk, mutu, kwalitas dan harga cabe itu dari pedagang paling depan sampai pedagang paling belakang dan berakhir nya kembali ke pedagang paling depan sebab cabe nya semua nya sama tidak ada cabe yang se pedas cabe - cabe an.
Begitu juga dalam hubungan hal itu juga terjadi umpama kita sudah memiliki pasangan pasti saat melihat perempuan atau pria lain lebih dari pasangan kita, itu pasti mengapa? karena yang kita lihat yang masa promosi semua lebih bagus mulai dari bedak nya, senyum nya di tata bahkan buang angin pun pada tempat nya, sedangkan pasangan kita sudah begitu banyak beban mulai dari mengurus anak, rumah dan belum lagi si japrak yang suka gentayangan.
Otomatis si mince yang lagi masa promosi akan terlihat lebih berkilau lalu bagaimana solusinya? solusinya sayangi dan rawat lah yang mendampingi mu maka pendamping mu juga akan lebih cantik dari si mince, hati - hati yang suka bilang rumput tetangga lebih hijau jangan - jangan itu rumput sintetis.
..........
Pagi ini Widhi lumayan kusut wajah nya bahkan sampai diri nya tidak pergi berdagang sebab semalaman diri nya tidak tidur, makan pun tidak sampai ke kamar mandi pun Widhi lupa sebab pikiran nya begitu penuh dengan kekhawatiran yang seperti nya tidak ada berujung.
" Wid lagi libur kamu apa sedang sakit?"
Tanya Mang Toha tetangga kontrakan nya yang sudah di anggap seperti keluarga.
" Iya Mang lagi kusut ini pikiran jadi kagak fokus."
Jawab Widhi sambil duduk di teras kontrakan nya.
" Apa yang buat kamu seperti itu Wid? menikah juga belum kok sudah kusut bagaimana kalau sudah nikah?"
Kata Mang Toha sambil duduk di hadapan Widhi.
" Aku bingung Mang harus memilih yang mana dari dua perempuan ini?"
Jawab Widhi sambil memainkan korek gas di tangan nya.
" Kenapa harus bingung Wid kan dalam agama sudah di ajarkan bagaimana cara nya kita memilih pasangan hidup kita dan jangan hanya berpatokan pada kecantikan dan harta Wid."
Kata Mang Toha sambil senyum kepada Widhi.
__ADS_1
" Iya itu yang aku bingung Mang."
Jawab Widhi dengan lesu.
Saat itu Mang Toha menjelaskan kepada Widhi bila akan memilih pasangan yang menurut agama yang pertama harus perempuan itu tidak terikat hubungan dengan orang lain, yang kedua lihat harta nya bukan berati mau numpang hidup tapi kekayaan nya sebanding tidak dengan kondisi kita bila lebih kaya sang perempuan pasti suatu saat akan jadi masalah, yang ke tiga fisik nya yang arti nya tidak cacat, lubang hidung nya tidak menghadap ke atas sebab kalau menghadap ke atas kan repot kalau hujan, yang ke empat keluarga nya lihat orang tua nya bagaimana sebab itu berpengaruh pada pasangan mu kelak mendidik anak - anak mu, yang kelima baru agama nya maksud nya seiman tidak, bisa baca al quran tidak bila islam dan takut akan Allah tidak.
Di situlah Widhi mulai berfikir sebab selama ini Widhi sendiri tidak begitu paham tentang masalah agama, Widhi hanya hidup, sholat dan mengaji pun kalau tidak ketiduran memang sungguh sosok yang berbanding terbalik dengan jiwa Satrio yang setiap hembusan nafas nya adalah dzikir dan setiap detak jantung nya adalah asma ul husna.
" Bagaimana Wid sudah paham sekarang apa yang harus kamu laku kan?"
Kata Mang Toha yang memang seorang ustad di daerah itu.
Saat itu Widhi hanya senyum dan mengangguk kan kepala seakan diri nya sudah paham dengan apa yang di jelas kan oleh Mang Toha kemudian Mang Toha pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju mushola sebab akan membersihkan mushola, saat itu Widhi masih duduk sambil memandang langit sambil berfikir.
Kalau begitu aku harus tau dong bagaimana keluarga dan agama mereka serta bagaimana mereka berdua kalau secara fisik aku tau mereka pasti islam sebab ber hijab tapi kalau masalah ngaji mana pernah lihat aku, bagaimana cara nya ya biar bisa aku tau mereka bisa mengaji apa tidak?
Gumam Widhi sambil sesekali melihat ke langit lalu memegang hp nya namun entah akan menghubungi siapa atau akan membuat status apa, namun tiba - tiba mendengar penggalan sebuah ayat di al quran.
ar-raḥmān
Saat mendengar kata itu segera Widhi mengambil wudu kemudian mengambil al quran nya lalu mencari ayat tersebut kamudian membaca nya penuh penghayatan serta memahami makna dari ayat - ayat yang sedang di baca nya setelah membaca Widhi pun berdoa kepada Allah untuk memohon ampunan atas kekhilafan nya.
Ya Allah ampunilah hamba mu ini yang selama ini selalu mendustakan nikamat yang telah Engkau limpahkan di hidup hamba ya Allah jangan jadi kan hamba jadi manusia yang lupa akan bersyukur ya Allah limpahkan ampunan dan syafaat mu Ya Allah.
Doa Widhi sambil berlinangan air mata sebab jiwa nya merasa bergetar nadi nya terasa lemas detak jangtung nya pun berdebar begitu cepat saat itu Widhi berfikir hidup nya akan berakhir sebab keringat dingin pun bercucuran namun ternyata sosok jiwa yang sedang di pingit oleh alam sang Satrio sedang mendatangi Widhi yang sedang putus asa dan akan menyerah dalam menjalan kan tugas nya untuk mendapat upah dari Allah.
" Assalamualaikum Widhi bangun lah."
Kata Jiwa Satrio sambil tersenyum kepada Widhi.
__ADS_1
" Wa'allaikumusallam eh kamu siapa kok muka kita sama lalu kamu masuk dari mana pan pintu aku kunci?"
Jawab Widhi sambil menoleh ke arah pintu yang terkunci.
" Aku Satrio dan kamu telah memakai tubuh ku maka aku bisa ada di sini Wid."
Jawab Satrio dengan tenang dan tersenyum melihat ulah Widhi yang memang sedikit konyol.
" Tunggu - tunggu apa aku mati gitu lalu ketemu kamu? lalu apa urusan mu kemari nemuin aku, oh iya kan ini tubuh mu lalu kamu bilang aku yang pakai nah turus tubuh ku yang mana dong aaahhhh bingung lagi kan aku."
Jawab Widhi sambil bangkit dari duduk nya dan berdiri di depan jiwa Satrio.
Kemudian jiwa Satrio pun menjelaskan semua yang sudah terjadi dan memerintah kan Widhi untuk mengambil Ani dari keluarga nya dengan cara apa pun sebab itu tugas dari Widhi sebagai panglima besar Allah untuk berperang menumpas segala ke dzolim an di muka bumi ini maka jiwa Satrio itu akan selalu menunggu Widhi kembali membawa Ani ke hadapan Satrio.
Setelah Jiwa Satrio yang terpingit oleh alam itu pergi tiba - tiba Widhi tersadar dan bangun dari tidur nya dan posisi nya masih di atas sajada saat itu Widhi berpikir itu tadi mimpi apa benar terjadi sebab di rasa seperti benar - benar terjadi bukan hanya sekedar mimpi belaka, setelah itu Widhi segera meraih hp nya lalu membuat sebuah status di facebook nya yang tertulis kalimat nya.
Di cari pendamping hidup yang bisa mengaji dan bila berminat kirimkan video sedang mengaji ayat al quran surat AR RAHMAN.
Kurang lebih sekitar 5 menit kemudian inbox Widhi sudah seperti bunyi burung berkicau di lomba burung internasional sangat berisik, saat itu Widhi berharap Ani membaca status itu dan mengirimkan video ke inbox, hanya dalam waktu kurang lebih 20 menit di inbox sudah ada hampir 250 video para wanita yang sedang mengaji Ar Rahman namun Ani belum juga memberi respon.
Karena memang tabiat Widhi bukan lah orang yang bisa bersabar seperti Satrio maka Widhi segera menghubungi Ani melalui whatsaap nya dengan satu harapan yaitu keputusan namun harapan Widhi adalah keputusan yang bisa membuat Ani memberi kesempatan kepada Wodhi untuk yang kesekian kali nya.
..............
Sungguh petualangan cinta yang mendebarkan bagi pelaku nya namun kisah cinta yang sedang kita lihat bukan lah kisah cinta roman picisan belaka sebab di dalam kisah cinta ini ada campur tangan Allah langsung yang bertindak sebagai sutradara nya, bukan sebuah drama percintaan yang tidak menyangkut tentang alam semesta namun kisah cinta ini yang sedang kita saksikan adalah kisah cinta dua mahkluk Allah yang saling mencari jati diri menunggu ridho Allah atas semua yang di lakukan.
Lalu apakah Widhi akan menerima kesempatan yang kesekian kali nya dari Ani atau kah Ani benar - benar meninggal kan Widhi dan Widhi terjebak pada ilusi cinta duniawi yang hanya sesaat atau kah Widhi akan benar - benar menyerah atas tugas yang di terima nya yang kelihatan nya sangat mudah dan enak namun seperti nya menguras pikiran dan perasaan?
Ikuti terus kisah cinta Widhi dan Ani yang benar - benad menanti ridho Allah dalam kehidupan nya yang tidak hanya cinta sesaat atau cinta hanya karena hasrat belaka dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar lebih rajin lagi update.
__ADS_1