SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
TERKADANG KEHIDUPAN MENGHANCURKAN MU


__ADS_3

Tidak perduli seberapa kuat kamu berusaha memperjuangkan impian mu namun kita harus melalui jalan yang terjal yang harus di hadapi terkadang keadaan di luar kendali kita yang dulu nya di puja kini di hianati, yang dulu nya di sanjung kini malah tersandung, yang dulu nya berhasil kini bangkrut itu semua bukan lah kesalah kita tapi kita harus menyadari bahwa hal itu harus terjadi dalam hidup ini.


Sering kali kita lari dari masalah dengan berfikir akan selesai masalah itu namun sesungguhnya di saat kita menyerah dan lari dari masalah saat itu lah kita sedang menciptakan masalah baru dalam hidup kita sebab Tuhan akan selalu memberi kita masalah agar kita menjadi tangguh dan cerdas dalam menyikapi hidup ini dan selalu yakin lah bahwa Tuhan tidak akan memberi masalah melampaui kemampuan kita.


......................


Saat itu terjadilah kejar - kejaran antara Ita dan Ani kemana pun mobil Ita melaju akan di kejar oleh Ani demi mendapat kan alamat di mana kedua putri kecil nya saat ini yang sedang di sekap namun Ani tidak tau bahwa yang di sekap tidak hanya anak nya saja melainkan suami nya juga ikut di sekap oleh Gustafito dan Arik.


" Sial Ani terus saja mengikuti ku handal juga dia tidak mau menyerah."


Kata Ita sambil memacu mobil nya menuju ke arah dermaga.


Pikir Ita dengan lari ke dermaga Ani akan kehilangan jejak nya sebab pasti nya di dermaga begitu banyak peti kemas dan kebetulan Satrio dan ke dua anak nya di sekap di salah satu gudang di dermaga jadi pasti nya Gustafito dan Arik sudah berada di sana pikir Ita dengan singkat.


Nah ini kan jalan menuju dermaga laut memang nya dia mau berenang apa di sana jangan harap bisa lepas kali ini kamu kemana pun kamu pergi aku akan menemukan mu.


Bergumam lah Ani dalam hati sambil memacu motor nya sesampai nya di dermaga Ani di hadap kan dengan peti kemas dan tumpukan peti kayu sedang kan mobil Ita sudah melewati itu Ani mulai berfikir bagimana cara melewati itu semua demi bisa mengejar Ita sejenak Ani diam lalu memutar motor nya dan ternyata Ani melalui tumpukan peti kayu itu dengan cara jumping dan ternyata sukses juga Ani.


Pengejaran terus berlanjut di sisi lain Satrio sudah sadar sebab di guyur air oleh Arik sambil menarik lakban yang menutup mulut Satrio.


" Bangun kamu Tio jangan pura - pura tidur!"


Kata Arik dengan nada geram.


" Apa yang Mbak Arik ingin kan akan aku berikan asal lepas kan anak - anak ku."


Kata Satrio dengan nada rendah.


" Bagus bila kamu paham apa yang aku mau Tio."


Kata Arik dengan senyum sinis.


Di saat itu tiba - tiba terdengar suara pintu yang tertabrak dengan mobil nya Ita dan di ikuti dengan motor milik Ani yang merangsek masuk kedalam gudang saat itu Ani sungguh terkejut melihat di dalam ruangan tersebut sudah ada Gustafito, Arik, Elli, Gunawan dan Aini di tambah lagi di lihat lah suami dan kedua putri nya yang terikat dengan mulut yang terlakban di bangku.


" Pas sekali kamu juga datang Ani jadi bisa membantu ku untuk menghabisi anak sialan ini."


Kata Arik sambil mendekati Ani yang masih mematung melihat situasi saat ini.


" Apa yang akan Bude laku kan pada suami ku?"


Kata Ani dengan nada lemas menyaksikan semua itu.


" Suruh suami mu menandatangani berkas ini lalu pecah kan kepala nya dengan ini tinggal itu tugas mu saat ini."


Perintah Gustafito sambil menyerahkan sebuah pistol ke Ani.


" Sungguh biadab kalian hanya wujud kalian saja manusia tapi hati kalian iblis!"


Jawab Ani dengan nada emosi.

__ADS_1


" Hahahaha ... anak bodoh semua isi bumi ini iblis Ani jadi jangan sok menjadi malaikat kamu."


Kata Gunawan sambil berjalan mendekati Gustafito.


" Bude Arik kan Ibu kandung Mas Satrio kenapa bukan Bude Arik saja yang menghabisi Mas Satrio kenapa harus menyuruh ku?"


Tanya Ani dengan pandangan tertuju ke pada Arik.


Di situ terjadilah adu argumentasi antara Ani dan Arik hal itu membuat Gustafito geram sehingga muncul lah tabiat asli nya Gustafito dan apa niat sebenar nya hingga selama ini mau membantu Arik untuk menyingkirkan Satrio.


" DIAM ... TANGKAP DAN IKAT MEREKA BERDUA!"


Teriak Gustafito dan memerintah para anggota nya.


" Lepas kan ... Fito aku Bunda mu kenapa juga kamu ingkat lepas kan."


Kata Arik yang mencoba melepaskan ikatan nya.


" Hay tua bangka kamu pikir aku mau hanya jadi alat untuk tercapai nya keinginan mu ingat aku tidak sebodoh kamu yang hanya demi ambisi mu memperbudak siapa pun."


Kata Gustafito sambil mendekat kan wajah nya ke Arik.


" Sungguh tidak tau diri kamu Fito melakukan hal ini kepada orang yang selama ini sangat baik pada mu."


Kata Elli sambil menangis ketakutan.


" Siapa yang harus nya tau diri aku atau kalian yang selama ini tinggal dan menghabiskan uang Satrio tetapi kalian malah ingin menghabisi nyawa nya juga siapa yang hilang ke warasan nya?"


" Sayang sudah lah jangan lama - lama buang waktu segera habisi mereka dan suruh Tio menandatangai berkas itu setelah itu kita segera pergi dari sini."


Kata Ita sambil memeluk tubuh Gustafito.


" Benar juga kamu sayang ... habisi mereka semua dan paksa Satrio menandatangani nya bila tetap menolak habisi juga."


Kata Gustafito sambil berjalan meninggal kan gudang sambil merangkul Ita.


Di saat Gustafito pergi tidak begitu lama terlihat lah sesosok yang tidak asing di mata Ani dan sosok itu terlihat mengendap - endap di balik peti kayu yang tersusun di dalam gedung itu.


Bukan kah suami ku sedang terikat di sana lalu siapa sosok itu dan banyak sekali menyebar di setiap pojok ruangan serta mengapa wajah nya sama semua dengan wajah suami ku hemmm ini pasti ulah suami ku yang sengaja membuat orang bingung atau jangan - jangan hanya aku yang melihat nya.


Bergumam lah dalam hati Ani dengan pandangan mata menyebar ke seluruh ruangan dan saat itu tiba - tiba dari arah belakang ikatan tangan dan kaki Ani ada yang melepas nya saat itu Ani segera menoleh melihat siapa yang melepas kan ikatan nya di sisi lain saat itu para anggota nya Gustafito sedang memaksa Satrio untuk tanda tangan di ruangan lain.


" Bi ini benarkah kamu kalau benar ini kamu lalu siapa yang di siksa mereka di ruangan itu?"


Tanya Ani dengan wajah bingung.


" Isss Neng ini Aa jangan oba Aby saja kan jadi bingung aku mau kemana jadi lupa kan Aa neng."


Jawab Widhi sambil membuka ikatan di kaki Ani.

__ADS_1


" Aa kamu Widhi selama ini kemana saja lalu bagaimana bisa tau kalau kami semua di sekap di sini?"


Tanya Ani lagi yang masih bingung.


" Banyak bener itu pertanyaan Neng sudah nanti saja interogasi nya lekas kamu bawa lari anak mu pulang."


Jawab Widhi sambil membuka kan ikatan anak - anak Ani.


" Lalu kamu mau kemana setelah ini Aa?"


Tanya Ani lagi sambil menggendong Aisyah yang sudah terlepas ikatan nya.


" Mau ke warteg makan hadeh masih nanya mau ngapain ya pasti nya aku mau ngelepasin Satrio itu suami mu yang sedikit error."


Jawab Widhi yang memang berwajah garang namun hati hello kitty.


" Oh begitu tinggal jawab aja mau bantu Mas Satrio beres kan gitu saja pake acara muter ke warteg segala Aa."


Kata Ani dengan wajah cemberut namun hati nya lega sebab melihat Widhi datang membantu.


" La malah ngajak adu argumen Neng dah sana buruan bawa pergi anak - anak mu sebelum mereka tau."


Kata Widhi sambil berjalan menuju ruangan di mana Satrio di hajar anggota nya Gustafito.


" Iya Aa tapi aku naik apa Aa kan tidak mungkin aku bawa anak dua naik motor sport mau di taruh di mana mereka lalu itu keluarga yang lain tidak di lepas kan juga Aa?"


Tanya Ani dengan wajah bingung.


" Bawa naik odong - odong Neng hadeh itu kan ada mobil kamu bawa saja itu mobil ya kalau masalah yang lain nanti mau aku buat campuran cor - coran di empang saja sudah sana buruan pergi jadi kebelet pipis kan aku."


Kata Widhi sambil mendorong punggung Ani menuju mobil yang tadi di kendarai Ita.


" Aa ... hati - hati."


Kata Ani sambil menyalakan mobil.


" Iya sudah sana dasar mak - mak berdaster ribet saja bisa nya ... di mana lagi ini kamar mandi nya sudah lah aku pipis di pojokan saja dari pada aku ngompol."


Kata Widhi sambil berlari menuju ujung salah satu ruangan.


Saat itu Gustafito dan Ita sedang di ruangan lain mendengar suara mobil yang berjalan dan melihat mobil itu keluar dari dalam gudang saat itu Gustafito menyadari ada yang kabur dari ruangan itu dan pikir Gustafito Satrio lah yang kabur bersama istri dan anak - anak nya dan sesaat kudian Widhi pun mulai beraksi menuju ke ruangan di mana Satrio di hajar oleh mereka.


....................


Ternyata Gustafito selama ini bersikap baik kepada Arik dan keluarga yang lain hanya untuk menutupi watak asli nya yang mengincar harta Satrio dan itulah harta di muka bumi hanya akan jadi incaran maling dan ngengat saja bila tidak di jalan kan sesuai amanah yang tepat hanya membuahkan penderitaan saja bagi yang memiliki nya.


Lalu bagaimanakah nasib Satrio di dalam sana apakah Satrio mau menandatangani berkas tersebut atau kah malah ke balikan nya yang terjadi mereka lah yang di hajar habis oleh Satrio lalu apakah Widhi akan membebaskan keluarga yang lain yang selama ini akan menyingkirkan Satrio?


Mari kita ikuti di kisah selanjutnya hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.

__ADS_1



__ADS_2