
Sering kali kita menginginkan untuk traveling ke suatu tempat dengan tujuan yang bermacam - macam bukan, ada yang tujuannya hanya sekadar refreshing dan ada juga yang tujuan nya untuk mempelajari atau hanya mengenal kebudayaan tempat yang kita kunjungi.
Lalu apa tujuan Satrio dan Ani mengadakan traveling apakah hanya untuk mengenal suatu budaya di tempat tujuan nya atau kah ada tujuan yang lain dan bagaimana respon Satrio saat mendengar ungkapan keinginan istri nya apakah akan di respon dengan baik atau kah akan bertolak belakang pola pikir mereka berdua mari kita tilik bersama.
.......................
Malam semakin larut dan pasti nya kedua putri kecil nya Ani sudah tertidur di kamar nya lalu Ani pun saat nya kembali ke kamar nya untuk beristirahat sepanjang jalan menuju kamar nya Ani mulai merangkai kata - kata untuk mengungkap kan ke inginan nya kepada suami nya sebab Ani paham betul bagaimana watak suami nya yang sedikit aneh dan tidak umum nya manusia berpikir.
Seperti nya ini waktu yang tepat untuk berbicara kepada Mas Satrio sebab kalau tidak sekarang mau kapan lagi waktu yang tepat sedangkan setiap hari dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya dan semoga saja dia paham dengan keinginan ku.
Bergumam lah Ani dalam hati sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar nya saat itu Ani tidak melihat Satrio di meja kerja nya atau pun di ranjang saat itu diri nya mulai berfikir kemana suami nya pergi kemudian Ani berjalan menuju balkon dan ternyata Satrio sedang berada di balkon sambil memandang langit yang luas lalu Ani pun menghampiri Satrio yang sedang berdiri di sisi pagar pembatas balkon.
" Sayang kenapa belum masuk dan kemana baju mu nanti kamu masuk angin."
Tanya Ani sambil mendekap tubuh Satrio yang telanjang dada.
" Aku menunggu mu sambil melihat bintang begitu besar kuasa Allah sayang ... apakah anak - anak sudah tidur?"
Jawab Satrio sambil memegang lengan istri nya.
" Sudah sayang ayo masuk ada yang akan aku bicarakan dengan mu."
Kata Ani dengan senyum membawa suami nya ke ranjang.
" Apa yang mau kamu bicarakan sayang?"
Tanya Satrio dengan pandangan bingung.
Kemudian Satrio pun duduk di tepi ranjang kemudian Ani duduk di pangkuan Satrio dengan mengalungkan lengan nya ke leher Satrio.
" Sayang sudah satu tahun lebih kita menikah tapi belum juga aku hamil apakah kamu tidak menginginkan?"
Tanya Ani sambil memandang wajah suami nya.
" Pasti aku menginginkan hal itu sayang tapi kan kamu tau sendiri bagaimana kesibukan ku."
Jawab Satrio sambil memegang pinggul istri nya.
" Bagaimana kalau kita traveling sayang ya hitung - hitung honeymoon begitu sayang?"
Tanya Ani dengan senyum.
" Memang dengan honeymoon kamu langsung bisa hamil begitu sayang?"
Jawab Satrio yang sengaja menggoda istri nya.
" Sayang kamu tidak mau kan kalau sampai aku lepas kendali!"
Kata Ani dengan nada serius.
" Kalau sedang posisi seperti ini kenapa aku harus tidak mau?"
Tanya Satrio sambil senyum menggoda istri nya.
Kemudian Satrio menarik tubuh Ani hingga jatuh di dalam pelukan nya dan saat itu Ani pun mulai melakukan permainan bersama suami nya yang selama ini sudah sangat di rindu kan saat itu Ani mulai lah bergerilya menyusuri setiap jengkal tubuh suami nya dan Satrio hanya mampu menikmati di setiap gerakan yang di ciptakan istri nya yang telah mengunci nya.
Mereka berdua mulai hanyut dengan suasana yang telah tercipta dan kini berganti tubuh Ani lah yang ada dalam himpitan Satrio saat itu Ani hanya mampu menciptakan nada - nada yang indah untuk mengekspresikan apa yang di rasa kan begitu juga dengan Satrio yang hanyut kedalam permainan dan pasti nya tidak ingin untuk segera usai.
Sekitar 45 menit kemudian akhir nya mereka berdua mencapai finis dengan sesuai harapan dan mereka berdua pun sudah bercucuran keringat sebab baru saja maraton mencapai finis dengan napas yang tersengal Satrio pun merebahkan tubuh nya di sisi Ani.
__ADS_1
" Terimakasih sayang sudah ridho memberi kan hak ku."
Kata Satrio sambil mencium kening istri nya.
" Iya Sayang aku juga terimakasih kamu sudah ingat dengan kewajiban mu malam ini."
Jawab Ani sambil memeluk tubuh suami nya.
" Sayang semoga kita selalu bersama sampai maut yang akan memisahkan kita."
Kata Satrio sambil memejamkan mata menikmati rasa yang pernah ada.
" Insyaallah sayang sebab kamu sudah membawa jiwa ku dan hati mu ku bawa jadi apa pun yang terjadi kita selalu bersama sayang."
Kata Ani sambil mengelus dada suami nya.
Saat itu mereka terdiam sejenak sambil menikmati sesuatu yang baru terjadi saat itu dengan penuh kelembutan menegur Satrio yang bagi Ani pikiran suami nya masih ke kanak - kanak an.
" Sayang bisa tidak kamu itu berfikir nya lebih dewasa tidak seperti anak kecil begitu?"
Tanya Ani dengan nada rendah takut menyinggung suami nya.
" Maksud nya bagaimana apakah aku selama ini kamu anggap anak kecil begitu sayang?"
Jawab Satrio yang berbalik bertanya sambil masih memeluk Ani.
" Bukan begitu sayang maksud ku itu jadilah dewasa orang dewasa itu tidak memikirkan diri nya sendiri orang yang memiliki pemikiran dewasa itu juga memikirkan orang lain sayang."
Kata Ani sambil duduk bersandar.
" Lalu apakah aku selama ini tidak memikirkan orang lain bukan kah aku sangat memikirkan orang lain?"
" Iya aku tau selama ini kamu selalu memikirkan orang lain sampai - sampai aku kamu abaikan bahkan saat ada masalah di kantor aku juga yang jadi tong sampah emosi mu sayang."
Jawab Ani sambil mengelus kepala suami nya.
" Oh itu iya maaf sayang aku sudah salah selama ini dengan mu dan aku akan berubah lebih mendahulukan kamu dan anak - anak."
Kata Satrio sambil senyum kepada Ani.
" Jadi lah bijaksana dalam segala hal sayang dan hitung umur mu sekarang sudah berapa apakah kamu mau tidak memiliki keturunan dan hanya memikirkan diri mu sendiri sedangkan aku sangat berharap memiliki anak dari mu."
Tanya Ani sambil memainkan rambut Satrio.
" Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha sayang dan selebih nya itu kehendak Allah."
Jawab Satrio sambil memegang tangan Ani.
" Iya aku tau hal itu sayang maka dari itu aku mengajak mu traveling dan itu cara berikhtiar biar kamu tidak sibuk terus dengan pekerjaan mu."
Kata Ani sambil mencubit hidung Satrio.
" Oh jadi ngajak traveling itu to tujuan nya istri ku yang cantik ini."
Kata Satrio sambil senyum bangkit dari tidur nya.
" Iya memang kamu pikir apa sayang?"
Tanya Ani dengan wajah bingung memandang ke arah Satrio.
__ADS_1
" Tidak ada ... ok kamu mau kita traveling kemana sayang?"
Jawab Satrio sambil mencium bibir Ani.
" Ke Bali seperti nya di sana eksotis dengan pemandangan laut dan kita bisa melihat matahari tenggelam ah ... indah dan romantis sekali."
Kata Ani dengan membayangkan suasana pantai Kuta.
" Ok ke Bali sebentar aku pesan tiket nya buat besok ya sayang."
Jawab Satrio sambil turun dari ranjang nya dan berjalan menuju meja kerja nya.
" Terimakasih sayang emuach ... mau aku buat kan kopi kah sayang ku?"
Tanya Ani sambil merangkul Satrio.
" Boleh juga sayang kalau tidak keberatan sekalian buat kan aku roti bakar keju ya sayang lapar perut ku setelah fitnes."
Jawab Satrio sambil senyum dan mencium pipi Ani.
Kemudian Ani pun berjalan keluar kamar untuk menuju dapur untuk membuat kan pesanan suami nya sambil senyum Ani rasa nya menjadi wanita yang paling bahagia di muka bumi ini sebab Satrio suami nya bisa untuk di ajak bicara tanpa ada adu argumen seperti biasa nya dan Ani selalu berharap bahwa Satrio bisa berubah lebih baik dan lebih dewasa dalam bersikap tidak setiap menghadapi permasalahan dengan emosi sesaat yang akan mengakibatkan penyesalan.
Sekitar 15 menit kemudian selesai lah Ani membuat pesanan Satrio dan saat melewati ruang keluarga Ani di kejut kan oleh sosok Widhi yang super iseng dan super playboy di mata Ani begitu parah nya Widhi itu playboy nya sampai - sampai cicak pun dirayu.
" Aa sedang apa di situ nungging - nungging?"
Tanya Ani dengan pandangan bingung.
" Eh ... Neng bisa lihat Aa ya hehehe jadi malu."
Jawab Widhi sambil membalikkan badan nya menghadap Ani.
" Bisa lah kalau tidak bisa ngapain aku tegur Aa makin aneh saja mahkluk satu ini."
Kata Ani sambil melanjutkan langkah kaki nya menaiki anak tangga.
" Neng jadi tidak ke Bali nya nanti Aa ikut ya boleh kan Neng?"
Tanya Widhi sambil mengikuti Ani menuju kamar nya.
" Kok Aa tau kalau aku dan Abi anak - anak mau ke Bali ngintip ya itu tadi?"
Jawab Ani yang berbalik bertanya kepada Widhi.
" Aku tidak ngintip kok cuma lihat saja Neng ... maaf ya tidak sengaja lihat."
Jawab Widhi sambil tertawa pergi dari samping Ani.
" Dasar mahkluk astral suka nya iseng hemmm."
Kata Ani sambil senyum dan membuka pintu kamar nya.
................
Begitulah kehidupan Ani saat ini yang sudah di persunting oleh Satrio manusia pilihan Allah dan Ani harus siap menerima segala ke kurang an dan ke lebihan Satrio serta memahami segala keunikan Satrio yang pasti tidak seperti manusia pada umum nya.
Lalu apakah perjalanan Satrio bersama keluarga nya akan berjalan lancar atau kah ada hambatan dan bagaimana dengan bisnis Satrio bila harus di tinggal untuk beberapa hari apakah semua akan baik - baik saja dan apakah Ani akan segera hamil dan bagaimana dengan keluarga Ani yang selama ini hanya tau bahwa baik - baik saja?
Untuk mengetahui jawaban nya selalu ikuti kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar rajin update nya.
__ADS_1