SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
IKATAN JIWA


__ADS_3

Sering kita mendengar sebuah kalimat ikatan batin dan biasa nya ikatan batin terjadi karena hubungan darah seperti orang tua dan anak, Kakak dan adik lalu bila sudah menikah Istri kepada suami nya itu yang di sebut ikatan batin namun saat ini kita akan mengulas apa itu ikatan jiwa dan apa yang di gunakan untuk mengikat agar ikatan jiwa tersebut menjadi kuat dan tidak terlepas?


Pada umum nya bila kita mengatakan tali pengikat yang terlintas dalam benak kita adalah seutas tali entah itu dari plastik atau dari sebuah akar pepohonan namun bila jiwa yang di ikat maka yang di gunakan adalah asmaulhusnah atau nama - nama Allah sebab sejati nya semua yang ada di dalam bumi ini milik Allah maka hanya Allah lah yang mampu mengikat segala milik Nya bukan lah mahkluk ciptaan Nya yang berhak mengikat nya.


......................


Begitu juga saat ini yang sedang di alami oleh Ani yang sudah terikat jiwa nya dengan Satrio dan ternyata dengan berjalan nya waktu bukan hanya Ani yang terikat jiwa nya namun putri kecil nya yang bernama Aisyah memiliki ikatan yang sangat kuat jiwa nya dengan Satrio sehingga Aisyah sering mengatakan kepada Ani apa yang sedang Satrio lakukan sedangkan posisi mereka berdua terpisah kan jarak yang tidak tanggung - tanggung mereka berbeda pulau terhalang gunung dan lautan namun bila ikatan jiwa yang sangat kuat hal itu bukan lah penghalang bagi Ani, Aisyah dan Satrio.


Sudah hampir 10 hari sejak kejadian hukum adat tersebut di laksanakan Satrio dan Ani lost contact sebab hp Satrio belum bisa di hubungi saat itu Ani benar - benar merasa sendiri tidak ada lagi yang bisa menghibur nya Ani hanya berpura - pura bahagia di hadapan semua orang dan keluarga nya sedangkan hati nya tetap merasa kosong dan kesepian hingga suatu malam Aisyah melakukan tindakan yang di luar nalar manusia umum nya bahkan Ani sebagai Ibu nya di buat bingung.


" Mak ... Umak itu Abi di dapur."


Kata Aisyah kecil sambil berlari dari depan tv menuju dapur.


" Adik jangan lari sayang nanti jatuh kamu nak ...."


Teriak Ani sambil mengejar Aisyah ke dapur.


" Mak ... Abi mau kopi buat kan Mak."


Kata Aisyah sambil senyum dan duduk di kursi depan meja makan.


" Abi siapa Adik jangan buat Umak bingung deh sayang?"


Jawab Ani sambil sesekali menengok ke kanan dan ke kiri.


" Abi ku Umak ini dia sedang di sini memangku ku sambil senyum lekas Umak buat kan kopi Abi."


Kata Aisyah mencoba meyakinkan Ani yang tidak melihat siapa pun di ruangan itu.


" Ok ... iya Umak buat kan kopi tapi Adik jangan buat Umak takut ok."


Jawab Ani sambil bangkit berdiri dari hadapan Aisyah.


Ya Allah apa lagi ini ada apa dengan anak ku sedangkan selama ini yang di panggil Abi oleh Aisyah hanyalah Mas Satrio apakah benar Mas Satrio saat ini ada di sini dan sedang memangku Aisyah dan aku tau memang selama ini Mas Satrio selalu mengatakan bahwa Aisyah putri nya tapi bagaimana pun juga Aisyah anak dari Faizal tapi mengapa Aisyah lebih dekat nya dengan Mas Satrio?


Bergumam lah Ani dalam hati nya sambil memasak air untuk membuat kopi dan sesekali pandangan nya tertuju kepada Aisyah yang sedang tertawa selayaknya sedang bercanda dengan seseorang dan setelah membuat kan kopi Ani duduk di hadapan Aisyah saat itu Ani makin di buat bingung dengan ulah Aisyah yang tidak pada umum nya manusia.


" Mak kata Abi Umak jangan sedih Abi baik - baik saja kok hanya belum sempat hubungi Umak."


Kata Aisyah dengan senyum kepada Ani dan sesekali menoleh ke arah belakang.


" Lalu Abi mu mengatakan apa lagi Adik?"


Tanya Ani dengan sedikit berfikir benarkah hal itu.


" Kata Abi Umak jangan lambat sholat juga jangan lupa sholat tahajud dan puasa senin kamis ... iya kan Bi?"


Kata Aisyah dengan menoleh kebelakang seakan - akan benar Satrio sedang memangku nya.


" Iya sayang insyaallah Umak akan jalan kan."


Jawab Ani yang saat itu tidak mampu membendung air mata nya.

__ADS_1


" Umak jangan sedih nanti Abi ikut sedih ... sudah Mak Abi sudah selesai minum kopi nya aku di suruh tidur ini Abi akan pulang kita masuk kamar yok Mak."


Kata Aisyah sambil turun dari kursi lalu melambaikan tangan nya seakan benar ada Satrio di situ.


" Iya ayo Adik tidur ya sudah malam Nak."


Jawab Ani sambil bangkit dari duduk nya.


Malam itu begitu banyak pertanyaan dalam benak Ani yang entah siapa yang akan mampu menjawab nya bagaimana pun juga Ani manusia biasa yang memiliki banyak sekali kekurangan dan keterbatasan sedangkan Ani harus mengerti dan memahami Satrio yang sejati nya bukan lah seutuhnya manusia biasa sebab Satrio adalah manusia pilihan Allah yang bertugas untuk membawa manusia kembali ke jalan Allah dan harus mengenal kan hukum Allah sesungguhnya kepada manusia.


Setelah Aisyah tertidur Ani baru mengambil hp nya dan mencoba membuka hp nya siapa tau Satrio sudah ol agar diri nya bisa menanyakan langsung bagaimana kondisi nya saat ini dan mengenai hal yang baru saja terjadi kepada Aisyah putri kecil nya yang baru berusia 2 tahun di situ Ani merasa terkejut dan seakan tidak percaya sebab ternyata benar Satrio menghubungi diri nya lewat chat whatsaap.


" Assalamualaikum Dik Ani makasih ya kopi nya."


Kata Satrio di chat whatsaap dengan di serta kan stiker senyum.


" Wa'allaikumusallam Mas iya sama - sama eeemmm Mas bagaimana kondisi mu sekarang lalu kemana saja kamu selama ini Mas mengapa tidak memberi kabar pada ku buat aku khawatir saja."


Jawab Ani yang merasa lega sebab Satrio sudah menghubungi nya lagi.


" Maaf ya Dik sudah buat kamu khawatir ... aku di rumah adik dari Nenek ku untuk di obati luka - luka ku dan alhamdulillah ini sudah lebih baik maka dari itu aku bisa menghubungi mu Dik."


Kata Satrio mencoba menjelaskan kepada Ani.


" Alhamdulillah kalau begitu Mas lalu kamu sekarang sedang di mana Mas?"


Tanya Ani untuk menyakinkan hati nya yang merasa bingung.


Jawab Satrio di sertakan stiker senyum.


" Bukan aku tidak percaya Mas tapi semua ini di luar akal sehat ku, Aisyah selalu mengatakan bahwa kamu ada di rumah ini kadang menemani nya bermain, mengajak nya bercanda, berbicara pada nya yang nyata nya orang lain tidak bisa melihat nya Mas lalu bagaimana cara nya agar aku bisa yakin dan melihat mu juga Mas?"


Tanya Ani dengan di sertakan stiker sedih dan menangis.


" Aku adalah milik Allah maka bila kamu ingin memiliki aku dan melihat ku maka minta lah kepada Allah memohon lah kepada Allah agar di buka kan pintu hati mu bukan dengan pikiran mu Dik."


Jawab Satrio dengan tegas.


Mereka pun sekitar 2 jam berkomunikasi melalu chat di whatsaap namun semua itu semakin membuat Ani penasaran seperti apa sebenar nya Satrio yang selama ini sikap nya menunjukkan begitu banyak misteri yang sangat sulit di pecahkan bagi manusia umum nya dan pasti nya orang lain hanya menganggap Satrio manusia biasa pada umum nya bahkan dengan postur tubuh yang kecil dan kurus pasti mayoritas manusia akan meremehkan diri nya sedang kan fakta nya Satrio lah pemilik kunci bumi ini.


Di sisi lain ada keluarga Satrio yang memang sedari dulu menginginkan kematian Satrio jadi di saat Satrio meminta restu untuk menikah dengan Ani di situ lah suatu kesempatan untuk membunuh Satrio dengan dalih hukum adat yang memang sejati nya begitu extreme bagi masyarakat umum nya dan pasti nya saat ini mereka berfikir bahwa Satrio pasti mati dengan hukuman itu sebab setelah usai Satrio menjalani hukuman adat itu tubuh Satrio di bawa oleh Leni ke rumah Nenek nya yang memang asli orang dayak agar Satrio bisa di selamat kan.


" Bunda rumah ini sekarang lebih tenang ya setelah si pecundang itu mati."


Kata Gustafito sambil menikmati teh hangat di taman belakang.


" Semoga saja benar dia mati sebab sampai detik ini Leni belum juga memberi kabar bagaimana kondisi di sana."


Kata Aini dengan nada datar.


" Benar Mbak aku pun sudah beberapa kali menghubungi Leni tapi tidak aktif no hp nya."


Kata Arik sambil menikmati cake di hadapan nya.

__ADS_1


" Kalau begitu kenapa kita tidak menyuruh seseorang pergi kesana untuk memastikan kondisi sebenar nya dari pada kita hanya menerka - nerka dan diam menunggu kepastian yang belum jelas kepastian nya bagaimana?"


Tanya Elli dengan pandangan menyebar kepada semua orang yang berada di situ.


" Tapi jangan suruh aku lagi ya Dik Elli sebab aku sudah trauma dengan semua sikap Dik Satrio saat marah dan di luar nalar manusia."


Jawab Gunawan sambil meletakkan secangkir teh di atas meja.


" Apa lagi aku lebih tidak mungkin lagi sebab Leni pasti tau niat ku apa datang ke sana yang ada belum sampai rumah aku sudah di cincang oleh mereka."


Kata Gustavito sambil menikmati cake di tangan nya.


" Kalau begitu siapa yang bisa kita suruh untuk kesana melihat kondisi Satrio sudah benar - benar mati atau masih hidup?"


Tanya Arik dengan sedikit kesal sebab tidak ada yang mau pergi ke rumah Nenek dari Leni yang orang asli dayak.


" Tenang lah Arik jangan gegabah kamu kita semua tau siapa Satrio dia bukan anak pada umum nya dan harus nya kamu sebagai Ibu nya lebih paham hal itu bukan malah bertindak gegabah."


Jawab Aini dengan tenang dan pandangan tajam kepada Arik.


" Dia bukan anak ku dan Gustavito lah anak ku Mbak jadi tolong jangan sangkut paut kan aku dengan dia!"


Kata Arik yang seperti nya makin tersulut emosi nya.


" Sudah stop kenapa jadi bertengkar kalian berdua kita di sini sedang mencari solusi bukan malah adu argumen."


Kata Elli dengan tatapan sebal kepada Aini dan Arik.


" Kenapa kita tidak meminta pengacara atau advokat saja yang pergi kesana untuk melihat bagaimana kondisi Satrio dengan dalih kita mengkhawatirkan dia benar tidak?"


Tanya Gustavito dengan senyum licik.


" Vito kamu benar - benar anak yang bisa Bunda handalkan Bunda bangga pada mu Nak."


Kata Arik dengan senyum bangga kepada Gustavito.


" Bagus juga ide kamu Vito."


Kata Gunawan dengan senyum bangga.


" Ya sudah lalu siapa yang akan menghubungi advokat dan pengacara?"


Tanya Elli sambil menyilangkan kaki.


Saat itu segeralah Gunawan dan Gustavito membuka hp masing - masing untuk menghubungi pengacara dan advokat keluarga itu dan mereka berdua pun melancarkan aksi drama nya agar semua keinginan nya terkabul kan dengan lancar tanpa sedikit pun kesalahan.


....................


Begitulah bila manusia sudah dirasuki penyakit hati maka semua tingkah laku nya tidak ada yang betul kata - kata tulus dan ikhlas hanyalah bualan semata bagi mereka semua yang ada dalam pikiran mereka hanyalah kemunafikan, ke egoisan dan keserakahan semata lalu apakah bisa mereka meloloskan semua keinginan nya apakah Dewi Fortuna akan berpihak kepada mereka atau kah Dewi Fortuna masih berpihak kepada Satrio dan selalu di selamat kan oleh Allah kemudian bagaimana juga dengan Ani yang makin merasa penasaran tentang siapa sejati nya Satrio selama ini?


Untuk menjawab semua rasa penasaran para reader maka ikuti terus kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar lebih rajin update nya.


__ADS_1


__ADS_2