
Kali ini kita akan bahas masalah rahasia hidup tenang, kenapa tidak saya buat rahasia kaya raya atau rahasia bahagia sebab bagi saya kaya raya dan bahagia itu hanya bonus dalam kehidupan sebab kalau kita paksakan hidup harus kaya raya dan bahagia yang ada nanti menjadi beban dalam hidup kita dan saat tidak tercapai kita malah luka batin, stres berkepanjangan.
Saya beri contoh yang simpel saja agar kita hidup tenang, kita jangan pernah salah dalam memilih sebab kalau kita salah memilih bisa mengganggu ketenangan kita di keseharian kita contoh nya kita semua pasti sering itu ke mall lalu kita lihat banyak sale mulai dari tas, sepatu, baju, kue sampai sup ketek uler juga ada yang sale, nah karena kita salah pilih akhir nya kita beli lah sup ketek uler sesampai nya di rumah saat kita buka ternyata ketek uler nya ada yang belum tercabut bulu nya akhir nya luka batin nahan lapar semalaman.
Jadi rahasia hidup tenang itu ada 2 yaitu jangan salah pilih dan berdoa, kenapa saya bilang berdoa sering kali kita saat berdoa hanya meminta tapi tidak bertanya, sudah benar belum pilihan yang kita pilih ataukah pilihan kita salah hingga mengakibatkan kita terluka.
......................
Seperti biasa Satrio bila hari kamis malam jum'at setelah sholat magrib tidak langsung meninggal kan masjid namun Satrio melakukan yasinan sambil menunggu datang nya waktu sholat isaq, setelah sholat isaq Satrio pun bergegas keluar masjid menuju di mana truk nya terparkir, di depan masjid Satrio disapa oleh seorang gadis
" Assalamualaikum mas.........."
Kata gadis itu sambil tersenyum kearah Satrio.........
" Wa'allaikumusallam...........maaf siapa ya ?? "
Jawab Satrio sambil menoleh ke arah gadis yang menyapa..........
" Saya mas.........yang waktu itu mas tolong di pasar......."
Jawab gadis itu sambil tersenyum ke arah Satrio........
" Ya Allah.........sampai lupa saya dik sebab waktu itu kan kamu tidak pakai hijab jadi sedikit pangling saya......"
Kata Satrio sambil tersenyum kepada gadis itu......
" Tidak apa - apa mas..........ngomong - ngomong mas mau kemana.........apa rumah mas dekat sini......?? "
Tanya gadis itu kepada Satrio dengan tatapan bingung....
" Tidak dik........saya tidur di mobil truk yang terparkir di pasar..........lalu adik sendiri akan kemana......?? "
Tanya Satrio dengan sopan kepada gadis itu........
" Saya mau pulang mas........kebetulan rumah saya searah menuju pasar mas........"
Kata gadis itu sambil membetulkan hijab nya........
" Oh bagus kalau begitu mari kita sama - sama searah ini kita......."
Kata Satrio sambil tersenyum dan mulai berjalan........
" Maaf mas........kalau boleh tau nama mas nya siapa ya ?? kan waktu itu kita belum sempat berkenalan bahkan saya juga belum sempat mengucapkan terimakasih mas........"
Kata gadis itu yang berjalan di samping Satrio........
" Oh tidak apa - apa dik nama nya manusia itu harus saling tolong menolong........kalau nama saya Satrio adik sendiri siapa ya nama nya kalau boleh tau......?? "
Kata Satrio sambil senyum dan sesekali menoleh ke arah gadis itu.......
" Nama saya Riska mas............"
Kata gadis itu sambil tersenyum lalu menunduk........
" Nama yang manis seperti orang nya.........lalu bisa di panggil nya Ris atau Ika dik.........?? "
Kata Satrio sambil melihat ke arah gadis itu.........
" Panggil saja Ika mas sebab warga sini semua memanggil saya dengan sebutan Ika........."
__ADS_1
Kata Ika sambil mengernyit kan dahi sebab melihat di pos kapling ada gerombolan anak buah Bapak nya Ika........
" Baik lah bila begitu Ika.......kenapa berhenti memang kita salah jalan ya Ika.......?? "
Tanya Satrio sambil menoleh ke arah Ika yang tiba - tiba menghentikan langkah kaki nya.........
" Bukan begitu mas tapi........."
Kata Ika yang ingin menjelaskan apa yang terjadi namun keburu segerombolan itu melihat Ika dan Satrio........
" Waduh........waduh romeo dan juliet dari mana ini........sudah seperti dunia milik kalian berdua saja....."
Kata salah satu dari mereka yang berbadan kekar........
" Assalamualaikum..........maaf mas kita berdua hanya berjalan bersama saja kebetulan arah kita sama......."
Jawab Satrio sambil senyum dan bersikap tenang.........
" Mana ada maling ngaku bos........sudah beri pelajaran aja bos sebab sudah berani dekatin Ika pacar bos........"
Kata seorang lagi yang sedang duduk di sebuah motor......
" Dik Ika silah kan pulang terlebih dahulu biar mereka saya yang hadapi........."
Kata Satrio sambil sedikit berbisik kepada Ika........
Kemudian Ika pun hanya mengangguk lalu berjalan menuju rumah nya sambil dalam hati nya menjerit meminta pertolongan ke pada Allah...........
Ya Allah........lindungi lah mas Satrio dia orang baik ya Allah...........
Sedang kan gerombolan itu mulai berdiri semua dan menghadang jalan Satrio dan pasti nya niat mereka akan menghabisi Satrio saat itu, lalu laki - laki yang berbadan kekar itu melepas sabuk nya dan ternyata sabuk nya bisa menjadi sebuah parang yang lumayan tajam kelihatan nya.
" Bila saat ini aku tebas leher mu siapa yang mau menolong mu bocah ingusan sok suci.........?? "
Saat itu Satrio hanya senyum dan wajah nya tersirat ketenangan dan kedamaian sambil dalam hati Satrio membaca...........
وَإِذۡ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحۡدَى ٱلطَّآئِفَتَيۡنِ أَنَّهَا لَكُمۡ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيۡرَ ذَاتِ ٱلشَّوۡكَةِ تَكُونُ لَكُمۡ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَيَقۡطَعَ دَابِرَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Wa-idz ya'idukumullahu ihdath-thaa-ifataini annahaa lakum watawadduuna anna ghaira dzaatisy-syaukati takuunu lakum wayuriidullahu an yuhiqqal haqqa bikalimaatihi wayaqtha'a daabiral kaafiriin
Setelah selesai membaca suroh tersebut Satrio memandang ke arah langit sambil tersenyum kepada laki - laki kekar itu dan berkata...........
" Allah yang akan menolong ku.........."
Kata Satrio dengan tenang dan tatapan mata nya yang tajam bagaikan pedang bermata dua yang mampu merobek pikiran musuh nya...........
Seketika itu gerombolan itu wajah nya menjadi pucat pasi dan tangan nya pun gemetar dalam hati laki - laki kekar berkata .........
*Si**apa anak ini mengapa tubuh ku menjadi kaku tidak bisa bergerak memakai ilmu sihir* apa dia..............
" Kembali lah ke jalan Allah selama Allah masih memberi kalian hidup............."
Kata Satrio sambil menepuk pundak laki - laki kekar itu.........
Namun seperti nya laki - laki kekar itu tidak mengindah kan kata - kata Satrio dan yang terjadi saat Satrio berjalan melewati nya Satrio di tikam perut nya hingga Satrio tersungkur di tanah dan mereka semua melarikan diri meninggal kan Satrio sendiri dalam ke ada an terluka.
Tidak begitu lama lewat lah penjaga masjid dan melihat Satrio tersungkur dengan luka yang harus segera di obati lalu penjaga masjid itu pun segera membawa Satrio ke rumah sakit dan saat Satrio di rumah sakit untuk menerima perawatan penjaga masjid itu pulang untuk mengambil baju dan memberi tahu anak gadis nya agar tidak khawatir ke pada nya.
" Assalamualaikum...........Fatimah............Fatimah lekas buka kan pintu nak.........."
__ADS_1
Kata Pak Bahren sambil mengetuk pintu rumah nya.......
" Wa'allaikumusallam..........iya abah sebentar "
Kata Fatimah sambil mengenakan hijab nya berjalan menuju pintu.......
" Lama sekali buka pintu nya nak..........apa sudah tidur diri mu.......?? "
Kata Pak Bahren sambil melangkah menuju kamar nya......
" Belum bah........aku sedang menunggu abah kok tumben sampai jam segini abah belum kembali dari masjid...........memang abah akan kemana kok memasuk kan baju ke tas........"
Kata Fatimah dengan tatapan bingung melihat abah nya.........
" Abah tadi waktu pulang dari masjid melihat ada anak laki - laki terluka maka nya abah bawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan nah baju - baju ini untuk pemuda itu nak........."
Kata Pak Bahren sambil memasukkan beberapa lembar baju............
" Oh jadi begitu cerita nya bah........emmmm bah aku ikut ya ke rumah sakit aku takut sendirian di rumah......"
Kata Fatimah dengan pandangan memohon kepada Pak Bahren abah nya........
" Ya sudah ayo tapi kamu harus pakek jaket sebab angin malam tidak bagus untuk kesehatan......."
Kata Pak Bahren sambil senyum pada Fatimah anak semata wayang nya.......
" Siap abah......."
Kata Fatimah sambil senyum dan berlagak hormat kepada abah nya lalu berjalan menuju kamar nya untuk mengambil jaket............
Kemudian mereka berdua pun menuju ke rumah sakit dimana tempat Satrio di rawat dan saat mereka datang Satrio sudah di pindah kan di ruang rawat inap dan segera lah Pak Bahren dan Fatimah menemui Satrio yang masih tergolek lemas.
" Nak..........bagaimana apa sudah lebih baik kondisi mu ?? "
Tanya Pak Bahren kepada Satrio yang sedang berebah......
" Assalamualaikum.........maaf Bapak siapa......apa mengenal saya atau yang membawa saya kemari........?? "
Kata Satrio sambil menoleh ke arah Pak Bahren..........
" Wa'allaikumusallam nak.........saya Pak Bahren penjaga masjid yang tadi menemukan mu di jalan dalam kondisi terluka maka saya antar kamu ke rumah sakit ini nak........"
Kata Pak Bahren menjelas kan kepada Satrio.........
" Terimakasih banyak ya Pak sudah menolong saya.......sekali lagi saya mohon maaf Pak sudah merepot kan Bapak........."
Kata Satrio sambil mencoba bangkit dari tidur nya namun di tahan oleh Pak Bahren dan Fatimah........
" Jangan di paksakan bangun nak luka mu masih basah......beristirahat lah, bila boleh tau siapa nama mu dan dari mana asal mu nak........lalu sedang apa kamu di daerah sini apakah kamu memiliki sanak saudara di kampung ini........??? "
Tanya Pak Bahren kepada Satrio..........
Kemudian Satrio mulai menyebut kan nama nya dan menjelaskan dari mana asal nya serta apa tujuan nya datang di daerah tersebut, saat Satrio sedang menceritakan semua nya kepada Pak Bahren saat itu dalam hati Fatimah berkata..........
Tampan juga laki - laki ini dan agama nya pun bagus dia suka menolong orang hanya saja dia salah dalam memilih orang untuk di tolong nya maka akibat nya malah melukai diri nya sendiri..........sungguh kasian laki - laki ini malah terkena fitnah oleh gerombolan preman kampung sebelah..........apakah dia kekasih nya Riska anak kepala preman itu.........???
.......................
Nah begitu lah manusia hanya berfikir sesaat tanpa di timbang terlebih dahulu main hakim sendiri tanpa ada rasa takut akan Allah, kita juga tidak bisa menyalah kan Satrio yang salah memilih teman sebab Satrio orang baru di situ dan pasti nya Satrio hanya menghargai orang yang di kenal nya namun sial nya Satrio malah terkena fitnah dan terluka parah.
__ADS_1
Apakah Riska mengetahui bahwa Satrio terluka parah saat ini ??? apakah Fatimah menaruh rasa kepada Satrio ?? apakah yang akan terjadi setelah Satrio sembuh siapa kah yang akan Satrio pilih Riska kah yang Bapak nya pimpinan preman atau kah Fatimah anak penjaga masjid yang telah menolong nya ???
Ikuti terus petualangan Satrio hingga sampai di barat dan apa sebenar nya yang akan Satrio terima di barat, jangan pernah lupa untuk selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar saat author update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏