SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
RASA TAKUT


__ADS_3

Rasa takut itu muncul dari dalam hati manusia, Takut kehilangan kekayaan, Takut di permalukan, Takut kehilangan orang yang kita sayangi.


Seperti nya rasa takut itu wajar di saat ini, Apakah rasa takut juga sebuah akar dari penderitaan di masa depan? TIDAK, Tidak ada hubungan nya rasa takut saat ini dengan masa mendatang sebab rasa takut hanyalah sebuah imajinasi semata.


Bila kita tau bahwa rasa takut itu hanya sebuah imajinasi apakah kita bisa melepas rasa takut itu di dunia nyata ini? pikirkan lah hal itu.


.................


Setelah kejadian itu Satrio, Kang Tarjo dan Bang Asmi tinggal di rumah mendiang Nenek nya Bang Asmi lagi pula kondisi Satrio belum pulih bekas luka nya masih tergambar jelas di wajah dan seluruh tubuh nya, Hari ini Ani menikah dengan Faizal.


Acara pernikahan tidak ubah nya dengan acara kematian tidak ada tawa bahagia sama sekali, Ani pun menangis mengenang Satrio yang terluka parah dan tidak henti - henti nya Ani berdzikir sambil tangan nya selalu memegang tasbih dari Satrio, Saat mendengar Faizal mengucap kan ijab qobul hati Ani menjerit ingin rasa nya lari dari semua ini.


Ya Allah moster ini sekarang jadi suami ku, Moga hamba di tambahkan kesabaran Ya Allah, Mengapa bukan Mas Satrio yang mengucap kan ijab qobul itu mengapa harus dia, Aku bersumpah bahwa bisa kau miliki tubuh ku tapi jangan harap kau bisa miliki hati dan pikiran ku Faizal!


Gumam Ani dalam hati sambil air mata nya tidak mampu dibendung lagi, Sedang kan di rumah mendiang Nenek nya Bang Asmi saat itu Satrio baru saja di suapi oleh Kang Tarjo dan sedang duduk.


" Kang Tarjo kenapa tidak ikut dengan Bang Asmi ke pernikahan nya Dik Ani?"


Tanya Satrio sambil bersandar di sebuah dipan yang terbuat dari bambu.


" Buat apa kesana yang ada aku malah ke pancing emosi gara - gara lihat muka Faizal."


Jawab Kang Tarjo dengan nada emosi.


" Tidak boleh seperti itu Kang, Faizal bertindak seperti itu karena kurang nya pendidikan agama dan terlalu di manja, Jadi sebenar nya kasian Faizal itu Kang."


Kata Satrio sambil mencoba senyum dan pandangan nya menerawang ke atap ruangan.


" Orang jahat seperti itu kok kamu kasiani to Tio, Dia itu mau bunuh kamu lo Tio, Apa kamu tidak takut mati?"


Jawab Kang Tarjo sambil memandang Satrio dengan emosi.


" Dia tidak akan jahat seperti itu bila orang tua nya benar dalam mendidik nya Kang, kalau masalah kematian untuk apa kita harus takut kan? Bukan nya semua yang hidup pasti mati lalu kalau masih takut mati apa guna nya kalimat inalillahi wa' inalillahirojiun Kang?"

__ADS_1


Kata Satrio sambil melihat kearah Kang Tarjo yang seperti nya tidak sependapat.


Saat itu Satrio diam sesaat dengan pandangan nya menerawang melihat langit sambil hati kecil nya menangis sebab mengingat Ani seorang wanita yang sangat ia sayang, cintai dan jaga kini sudah menjadi milik orang dan sudah ada pembatas yang sangat jelas, Satrio sangat membutuhkan Ani di kondisi seperti ini namun fakta yang harus Satrio hadapi diri nya tetap sendiri.


Ya Allah Ya Rob hati ku sangat pedih semua ketakutan ku bahwa Ani akan di ambil Faizal benar, Kini aku bersumpah demi langit dan bumi seisi nya akan ku kunci rapat - rapat hati ku bahkan kini aku sudah tidak memiliki hati lagi sebab hati ku sudah di bawa Ani pergi.


Kala itu air mata Satrio tidak mampu terbendung lagi dan Kang Tarjo melihat nya saat itu Kang Tarjo pun menitikkan air mata sebab merasakan apa yang sedang Satrio rasakan saat itu bahkan alam pun menyambut sumpah Satrio itu dengan suara dentuman yang sangat keras dan beberapa menit kemudian Kang Tarjo pun merasa mengantuk, saat itu datang lah Syeh Samandari berdiri di samping Satrio.


" Assalamualaikum anak ku mengapa diri mu menangis."


Kata Syeh Samandari sambil mengelus kepala Satrio.


" Wa'allaikumusallam Syeh, hatiku sangat sakit Syeh dada ku pun terasa sesak."


Jawab Satrio sambil masih menangis di pelukan Syeh Samandari.


" Anak ku buang lah rasa takut mu kepada apa pun sebab segala yang sudah di garis kan untuk mu akan kembali kepada mu, Jangan pernah punya perasaan takut ya nak sebab semua itu hanya ilusi semata."


Kata Syeh Samandari sambil masih mengelus kepala Satrio yang masih menangis.


Jawab Satrio dengan meluapkan emosi nya dan rasa tidak terima nya dengan semua yang terjadi.


" Itu kan dalam pikiran mu anak ku, di dunia ini hanya sementara biar kan mereka menikmati yang sementara sedang kan diri mu yang kekal."


Kata Syeh Samandari sambil merangkul kepala Satrio yang sedang menangis.


Saat itu Satrio masih menangis karena sesak di dada nya tiba - tiba datang lah Bang Asmi yang baru saja menghadiri pernikahan Ani dan Faizal, Segera di hapus air mata Satrio dan mencoba tegar menerima kenyataan.


" Bagaimana acara nya Bang, Berjalan dengan lancar kan?"


Tanya Satrio sambil mencoba senyum kepada Bang Asmi.


" Lancar sih hanya saja aku bingung Tio, ini pernikahan atau pemakaman kok semua pada nangis?"

__ADS_1


Jawab Bang Asmi sambil membuka kemeja nya.


" Ya air mata bahagia lah pasti nya Bang masak malah pemakaman, Memang nya siapa yang meninggal?"


Kata Satrio sambil membetulkan duduk nya.


" Tapi aku yakin Butet sebenar nya tidak mau menikah dengan Faizal itu Tio, Hanya saja demi melunasi hutang Ayah nya jadi harus berkorban dia."


Jawab Bang Asmi sambil memandang ke arah Satrio yang terlihat tegar menerima segala nya.


Mari kita menilik bagaimana dengan Ani dan Faizal yang baru saja menikah apakah Ani bisa menjaga sikap nya di hadapan kedua belah pihak keluarga dan para tamu atau kah Ani akan menunjuk kan bahwa Ani tidak suka kepada Faizal yang saat ini sudah menjadi suami nya.


" Sayang sekarang kamu sudah jadi istri ku, Jadi sudah tidak bisa kamu mengelak lagi."


Kata Faizal sambil duduk di samping Ani dan sesekali menoleh kepada Ani.


" Tidak perlu kau ingat kan atas status ku apa saat ini yang pasti aku hanya sebagai pelunasan hutang Ayah ku dan budak mu tidak lebih."


Jawab Ani sambil pandangan nya lurus ke depan dengan sorot mata yang penuh dendam.


" Jaga bicara mu, Aku sudah bersikap baik pada mu dan ingat setelah ini kita tinggal di rumah ku bukan di rumah keluarga mu!"


Kata Faizal dengan nada penuh kesal kepada Ani.


Saat itu hati Ani begitu sakit dan menjerit memanggil Satrio sebab bagaimana pun juga yang ada di hati Ani hanya Satrio dan saat itu Satrio mendengar teriakan Ani.


Mas Satrio segera sembuh Mas, Segera jemput aku Mas bawa aku pergi jauh dari semua orang utama nya dia monster di samping ku ini.


Gumam Ani dalam hati sambil tangan nya terus berdzikir kepada Allah sedangkan reflek Satrio berteriak menyebut nama Ani sambil bangkit dari tidur nya yang membuat Bang Asmi dan Kang Tarjo terkejut.


.................


Begitulah bila sudah terkena virus cinta pasti akan timbul juga rasa ingin memiliki satu dengan yang lain namun di saat keinginan itu tidak terwujud maka akan lahir lah sebuah ambisi yang membara untuk mewujudkan semua itu dan di saat ambisi itu muncul maka masuk lah sebuah pengetahuan kepada diri kita.

__ADS_1


Bagaimana kah Ani menjalani hari - hari nya dengan orang yang tidak di cintai nya, apakah Satrio setelah sembuh akan menculik Ani dan membawa nya pergi atau kah Satrio mendengarkan apa yang di katakan Syeh Samandari dan fokus kepada yang di perintah kan Allah?


Ikuti terus perjalanan Satrio dan petik hikmah nya di setiap ada sebuah rintangan yang harus di hadapi oleh Satrio dan jangan pernah lupa selalu dukung author dengan like, komentar, rate dan favorit agar saat author update andalah pembaca pertama nya.


__ADS_2