
Seorang prajurit berdedikasi kepada atasan nya, seorang murid berdedikasi ke pada guru nya, seorang anak berdedikasi ke pada orang tua nya semua itu adalah sebuah pengabdian, lalu apakah sama seperti istri yang mengabdi kepada suami nya ?? tentu tidak nak........
Bila kamu berkomitmen kepada manusia itu hanya sebagian kecil dari wujud pengabdian, sebab bila kamu berkomitmen kepada manusia maka pikiran mu, hati mu, ilmu mu dan seluruh hidup mu hanya kamu abdi kan pada manusia tersebut dengan kata lain kesetiaan mu masih memiliki suatu batasan.
Lalu apa pengabdian dan kesetiaan yang sejati ?? semua komitmen akan merujuk kepada Allah namum pengabdian dan kesetiaan yang sejati adalah hanya tertuju ke pada Allah saja, maka mengabdi lah kepada yang benar agar hidup mu pun akan menjadi benar 😊😊
.......................
Waktu terus berjalan semenjak Elly dan Satrio keluar dari rumah nenek nya sejak itu lah awal baru kehidupan bagi Satrio dan Elly, sebab sejak saat ini juga mereka harus berjuang demi mempertahankan hidup nya, Satrio saat berangkat sekolah sambil mengantar kan koran sedang kan Elly berdagang kain batik yang di beli di pasar lalu menjajakan nya dari rumah ke rumah, semua itu mereka laku kan dengan penuh ke ikhlas an tanpa ada rasa gengsi sedikit pun, mereka berdua berprinsip selama itu halal mengapa tidak di laku kan.
Sedang kan dulu para pembantu di rumah nenek nya Satrio semua membuka usaha makanan dan terkadang Satrio dan Elly membantu di tempat berjualan mereka.
" Mbak Rahayu..........nasi goreng ini buat pemesan di meja mana.......?? "
Tanya mbak Elly sambil memegang piring berisi nasi goreng........
" Di sebelah ujung dekat pintu dhek Elly........"
Jawab mbak Rahayu sambil ibu jari nya menunjuk ke arah tempat duduk pemesan.......
Sejak kita semua di usir dari rumah nenek tidak ada bahkan Satrio dan Elly tidak mau di panggil dhoro ayu dan Satrio tidak mau di panggil raden lagi, Satrio mengatakan bahwa kita semua sama mahkluk ciptaan Allah jadi tidak pantas di panggil seperti itu.
Sedang kan Satrio setelah pulang sekolah membantu kang Jarwo yang berjualan nasi soto yang letak nya tidak begitu jauh dari tempat dagang nya mbak Rahayu, mbah Dipo berjualan kopi dan rokok di seberang jalan yang letak nya berhadapan dengan warung nasi goreng nya mbak Rahayu.
" Mbak Rahayu..........itu bumbu sama sabun cuci piring habis mbak.........mana mbak saya yang ke pasar sekalian mau ambil batik pesanan orang......."
Kata mbak Elly sambil menyeka keringat nya lalu mengelap tangan nya yang basah sebab baru selesai cuci piring..........
" Sudah dhek Elly istirahat dulu.........lawong kringat nya saja sudah seperti orang mandi begitu......?? "
Jawab mbak Rahayu sambil senyum sambil menata gelas di etalase...........
" Bukan begitu mbak.........nanti kalau ke sorean yang ada toko nya tutup mbak.........malah ilang naanti pelanggan ku piye..........??? "
Kata Elly sambil membenarkan ikatan rambut nya dan bersiap - siap pergi ke pasar.........
" Ya wes..........ya wes..........kalau mau nya dhek Elly begitu tapi ingat nanti pulang nya naik becak yo.......jangan seperti kemaren dari pasar malah nyunggi - nyunggi karung sudah seperti kuli pasar saja......."
Kata mbak Rahayu dengan senyum dan penuh perhatian kepada Elly............
" Iya...........iya mbak......ya sudah aku pergi dulu mbak, ini kan yang mau di beli mbak.........?? "
__ADS_1
Kata mbak Elly sambil berjalan menuju pintu keluar warung sambil membawa tas keranjang.........
" Mbak Elly mau kemana kok seperti nya buru - buru.....?? "
Tanya Satrio yang baru saja selesai mencuci piring di warung nya kang Jarwo........
" Ini mau ke pasar aku Tio........ambil batik pesanan orang sambil belanja bumbu buat nasi goreng banyak yang habis......."
Jawab Elly sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari tukang becak........
" Ya sudah ayo saya anter mbak kebetulan tadi kang Jarwo minta tolong ke saya buat ambil jeruk ke pasar......"
Kata Satrio sambil masuk ke dalam warung kang Jarwo untuk mengambil kunci motor.........
" Wah........kebetulan kalau begitu bisa nebeng aku sampai pasar hehehehehe......."
Jawab Elly sambil berdiri menunggu Satrio mengambil motor nya kang Jarwo.........
Akhir nya berangkat juga mereka berdua menuju pasar dengan tujuan yang berbeda, tanpa mereka sadari Elly dan Satrio bertemu dengan Arik yang saat itu berjalan dengan seorang laki - laki dan yang pasti laki - laki itu bukan lah seorang sopir pribadi nya Arik.
Saat itu Elly melihat Arik yang sedang bergandengan tangan dengan seorang laki - laki begitu mesra dan Elly mencoba menegur Arik tanpa mengingat sikap Arik yang sudah mengusir nya dari rumah nya sendiri.
" Mbak Arik...........sedang apa sore - sore begini kepasar kok tumben mbak.......?? "
" Eh..........maaf kamu siapa ya ?? memang nya kita kenal nya ??? atau kamu pembantu Ibu ku dulu yang aku usir sebab sudah berani melawan ku.....?? "
Jawab Arik dengan sombong nya.........
Saat itu juga Elly membalik kan badan dan berjalan begitu cepat sehingga tidak sengaja menabrak Satrio yang sedang memanggul se karung jeruk peras.
" Ya Allah...........mbak Elly kenapa kok malah nangis ?? apa mbak Elly kecopetan atau kenapa ?? ada apa mbak ?? "
Kata Satrio sambil memungut jeruk yang jatuh dari dalam karung.........
Kemudian sambil masih menangis Elly menceritakan bahwa baru saja bertemu dengan Arik dan Arik mengatakan bahwa Elly adalah pembantu nya dahulu yang sudah di usir arik, saat itu hati Satrio sungguh terbakar amarah dan Satrio berniat mencari Arik dan menegur Arik secara langsung namun di tahan oleh Elly.
" Sudah Tio.........jangan kamu laku kan malu Le ( sebutan anak laki - laki jawa ) di lihat orang......."
Kata Elly sambil membasuh air mata nya........
" Sungguh keterlaluan mbak Arik........semakin menjadi sikap sombong nya........harus di beri pelajaran orang seperti itu mbak.......biar kapok !!!!! "
__ADS_1
Kata Satrio dengan bernada emosi...........
" Sudah........sudah ayo kita segera pulang Tio......pasti nya mbak Rahayu dan kang Jarwo sudah nungguin kita....."
Kata Elly sambil menggandeng Satrio berjalan ke tempat parkiran............
Namun seperti nya Arik akan menjemput ajal nya sebab kejadian yang tidak mengenakkan terjadi lagi di parkir an, saat itu tempat parkir an memang basah bekas hujan siang nya dan pasti nya banyak genangan di parkir an.
BBBYYUUURRRRRR.................
Mobil Arik melewati lubang yang penuh genangan air hujan dan pasti nya air itu terkena muka dan badan nya Elly dan Satrio dan mobil itu pun berhenti lalu keluar lah Arik dan laki - laki itu mendekati mereka berdua.
" Kasian basah ya............ni uang buat beli sabun sama anduk...........dasar gembel "
Kata Arik sambil senyum sinis dan melempar kan uang kertas seratus ribuan 5 lebar ke arah Satrio........
" Astoufirullohalazim ya Allah.........beri aku kekuatan dan keadilan ya Allah........"
Ucap Satrio sambil mengambil uang yang di lempar kan Arik lalu Satrio mengejar Arik yang sudah masuk mobil.......
" KELUAR KAMU.........!!!!!! "
Kata Satrio sambil menggebrak depan mobil Arik........
" Sudah mas beri pelajaran saja anak gembel yang sok jagoan itu......."
Kata Arik sambil senyum sinis memandang ke Satrio.......
Lalu laki - laki yang duduk di samping Arik pun keluar dari mobil dan menghampiri Satrio......
" Apa kamu anak kecil........bilang saja kalau kurang uang nya tidak perlu teriak - teriak kasian aku melihat kalau - kalau pita suara mu putus........"
Kata laki - laki yang berbadan kekar dan penuh tato itu sambil senyum meledek Satrio.............
Saat itu mata Satrio berubah menjadi seperti mata elang yang se akan - akan siap menerkam mangsa nya, Satrio hanya diam sambil kedua tangan nya menggenggam, namun ternyata laki - laki itu yang memukul Satrio terlebih dahulu, sebanyak 3 kali laki - laki memukul Satrio hingga bibir Satrio sobek dan berdarah, tidak begitu lama datang lah angin yang begitu kencang dan kilat an petir yang menyambar padahal saat itu tidak mendung namun ada petir yang menyambar laki - laki tersebut sehingga badan laki - laki itu terpental dan terbakar di dalam bak sampah.
.....................
Itu lah kuasa Allah kepada orang - orang yang ter zalimi maka Allah sendiri yang akan turun tangan dan bila Allah sudah turun tangan maka berakhir nya sangat fatal dan mengerikan.
Lalu apakah dengan seperti itu Arik bisa sadar bahwa yang di laku kan adalah dosa hanya demi mempertahankan harga diri, martabat seorang priyayi hingga mengorbankan semua nya.
__ADS_1
Begitulah kehidupan yang mengikuti hawa nafsu dan ke ego an semata, begitu setia nya pada duniawi hingga tidak pernah ingat bahwa kematian itu pasti,lalu apa yang terjadi Satrio apakah akan terjerat oleh hukum atau kah Satrio akan terlepas dari hukum sebab kurang nya bukti yang memberatkan Satrio.
Ikuti terus perjuangan Satrio menumpas kezaliman dan ke ego an manusia di muka bumi ini, jangan lupa dukung author dengan like, komen dan favorit agar author semakin rajin update nya 😊🙏