SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
TAHTA


__ADS_3

Semua mahkluk hidup pasti sangat tergiur dengan sebuah kedudukan sehingga pola pikir manusia selalu terobsesi dengan hal tersebut dengan kata kunci ingin mendapatkan sebuah penghargaan dari orang lain namun sesungguhnya penghargaan bukan lah dari kedudukan tetapi penghargaan akan datang bila kita mampu menjalani hidup ini dengan benar, bukan kah begitu saudara ku semua?


............


Sore ini Widhi pulang dari kantor nya dengan wajah yang menyiratkan rasa sebal yang mendalam sebab saat mengadakan persentase diri nya merasa di permapukan oleh Gustavito hanya karena Widhi salah dalam menyebut sebuah istilah dalam bahasa management dan memang di akui Widhi sangat nol pemahaman nya dalam bidang tersebut.


" Berhenti di bawahnya jembatan penyeberangan jalan."


Kata Widhi kepada sopir pribadi nya.


Kemudian mobil pun berhenti tepat di bawah jembatan penyeberangan jalan lalu Widhi pun turun dari mobil nya berjalan ke atas jembatan penyeberangan untuk menemui Toni sahabat karib nya yang selama ini selalu mendukung nya.


" Ton bagaimana kabar mu?"


Tanya Widhi sambil merangkul pundak Toni.


" Eh Wid kemana saja kamu kok baru kelihatan ... semalam aku ke kontrakan mu kata nya kamu sudah tidak pulang 4 hari?"


Jawab Toni sambil melanjutkan menata dagangan nya.


" Cerita nya panjang Ton maka dari itu aku mau cerita dengan kamu itu pun kalau kamu tidak sibuk sih."


Kata Widhi sambil menyalakan rokok.


" Oh ya sudah aku juga sudah tutup kok Wid tunggu sebentar ya."


Jawab Toni sambil menata kardus buah kedalam sebuah peti.


Sambil menunggu Toni berkemas Widhi menghubungi Ani dan mencoba menjelaskan keadaan Widhi saat ini meski sebenar nya Widhi sendiri ragu menceritakan semua kepada Ani sebab Widhi sendiri belum yakin betul apakah memang Ani amanah yang di berikan Allah ke pada nya atau kah wanita lain lagi.


" Assalamualaikum Neng kamu sedang apa?"


Tanya Widhi sambil pandangan nya tertuju ke setiap mobil yang lewat.


" Wa'allaikumusallam Aa ... aku sedang nunggu Aa telepon memang Aa sedang di mana kok seperti nya banyak mobil?"


Kata Ani sambil berebah di tempat tidur nya.


" Aku baru pulang dari kantor Neng lalu ini menemui sahabat ku sudah lama gak ketemu."


Jawab Widhi dengan nada lesu.


" Oh iya kata nya tadi Aa mau menceritakan masalah kerja di kantor?"


Tanya Ani dengan nada penuh tanya.


" Iya Neng Aa 4 hari yang lalu di temui seseorang dan mereka membawa Aa ke suatu rumah besar dan mewah di situ ada pengacara yang mengatakan bahwa Aa mendapat warisan dan mereka memanggil Aa dengan nama Satrio."


Jawab Widhi sambil mematikan rokok nya.


" Satrio ..."


Kata Ani lirih namun masih terdengar oleh Widhi.


" Apa kamu mengenal nya Neng?"

__ADS_1


Tanya Widhi sambil bangkit dari duduk nya.


" Tidak Aa ... ya sudah Aa lekas pulang aku mau siap - siap sholat magrib nanti aku telepon lagi ya assalamualaikum Aa."


Kata Ani segera mematikan telepon sebab Ani paham betul watak Widhi yang super cemburuan.


" Iya Neng Wa'allaikumusallam."


Jawab Widhi lalu berjalan mendekati Toni.


" Ton ayo ikut aku."


Kata Widhi mengajak Toni yang sedang duduk.


" Ayo Wid ... memang kita mau kemana?"


Tanya Toni sambil mengikuti Widhi berjalan menuju mobil nya.


" Ke sirotol mustaqim cari tempat buat buka lapak."


Jawab Widhi sambil membuka pintu mobil nya.


" Lu aja Wid gua mah ogah belum cukup modal."


Jawab Toni sambil masuk kedalam mobil.


Saat itu Toni berfikir mobil yang di naiki adalah mobil online bukan lah mobil milik Widhi sebab Toni tau betul siapa Widhi dan tidak mungkin dalam waktu 4 hari Widhi menjadi sekaya itu, selama perjalanan Widhi menceritakan semua nya dengan detail kepada Toni dan saat itu Toni hanya diam mendengarkan cerita Widhi sambil berfikir.


Saat ini pasti Widhi dalam bahaya sebab aku sangat yakin orang kaya tidak semudah itu melepas kan harta dan kedudukan nya kepada seseorang apa lagi Widhi yang pendidikan nya tidak tinggi pasti di balik semua ini ada maksud yang terselubung dan aku harus bisa menolong Widhi dia sahabat ku.


Gumam Toni dalam hati sambil mendengarkan Widhi bercerita di sisi lain ada Ani yang sempat terkejut mendengar nama Satrio dan saat itu Ani mencoba mereplay ingatan nya tentang Satrio yang sudah 7 tahun tidak berjumpa lalu Ani mencari lagi tasbih pemberian Satrio saat mereka akan berpisah.


Gumam Ani sambil membongkar kardus yang berisi barang - barang nya semasa belum menikah dan di situ juga ada buku diery nya tempat mencurahkan rasa rindu nya kepada Satrio waktu itu, sedangkan di rumah ada Gustavito yang sedang menelfon Laras teman wanita nya semasa di kampus.


" Hay Ras bagaimana kabar mu?"


Tanya Vito kepada Laras melalui telepon.


" Aku lagi kusut ni To ... kerja di pecat pacaran pun di tikung sama sahabat sendiri sial benar hidup ku."


Jawab Laras dengan nada sedih.


" Lengkap banget itu penderitaan mu Ras, kamu mau gak aku kasih pekerjaan Ras?"


Tanya Gustavito sambil memainkan gelas yang berisi brandy.


" Serius apa bercanda ini sebab aku tau banget kamu suka iseng orang nya."


Jawab Laras dengan harapan Vito memberi diri nya pekerjaan.


" Aku serius tinggal kamu bagaimana mau tidak mengerjakan nya?"


Kata Gustavito dengan senyum licik.


" Ok akan aku coba tetapi apa tugas ku dan berapa gajih ku bila kedua hal itu seimbang maka aku melangkah maju tapi bila bagi ku tidak seimbang maka silah kan cari orang lain."

__ADS_1


Jawab Laras dengan nada suara jual mahal.


" Ok kalau begitu temui aku di kedai kopi dan jangan lupa ajak juga Sonya, Lia dan Galuh temui aku jam 20.00 nanti aku jelaskan apa pekerjaan kalian dan berapa upah kalian setelah kalian bisa menyelesaikan misi dengan baik."


Kata Gustavito kepada Laras.


Saat itu Widhi dan Toni pun sampai di tempat tinggal Widhi saat ini kemudian Widhi pun mengajak Toni untuk masuk kedalam rumah saat itu Toni sempat terheran - heran melihat rumah yang begitu megah bagaikan istana kemudian Widhi pun mengajak Toni ke kamar nya dan Toni pun mengikuti kemana Widhi mengajak nya.


" Ton masuk ini kamar ku."


Kata Widhi sambil melangkah masuk kemudian duduk di sebuah sofa yang berada di sisi tempat tidur.


" Luar biasa Wid ... Lu udah jadi raja saat ini kehidupan mu sudah berubah drastis."


Kata Toni sambil duduk di samping Widhi dan sesekali pandangan nya ke setiap sudut ruangan.


" Iya Ton maka dari itu aku ingin mengajak mu bekerja di perusahaan yang aku pimpin dan tinggal lah dengan ku to di rumah ini masih banyak kamar yang kosong Ton."


Kata Widhi sambil memainkan hp nya.


" Bukan aku tidak mau Wid siapa sih yang tidak mau berubah tapi ini semua tidak pantas untuk ku Wid dan aku cukup bahagia melihat mu bisa seperti ini hanya ingat Wid semua yang saat ini kamu miliki dan nikmati itu hanya titipan maka kamu harus bisa menjaga semua titipan itu."


Kata Toni sambil tersenyum ke arah Widhi.


" Iya Ton aku paham apa maksud mu kok harta dan tahta hanya titipan Allah dan bisa juga menjadi ujian untuk hidup kita maka dari itu kita tidak boleh tamak."


Jawab Widhi sambil tersenyum memandang ke arah Toni.


Kemudian mereka berdua berbincang mengenang masa - masa berdagang bersama dan waktu di kejar pol pp semua itu menjadi sebuah memori yang indah bagi mereka berdua dan Toni paham betul dengan watak asli Widhi yang tidak pernah memusingkan masalah harta dan kedudukan diri nya hanya sibuk menolong orang lain, menyenangkan orang lain dan mengajak orang lain kembali ke jalan Allah meski sikap nya yang sedikit eksentrik.


Di ruangan lain ada Gustavito, Arik, Elli, Aini dan Gunawan yang seperti nya sedang membuat rencana untuk menyingkirkan Widhi dari rumah tersebut dan bila perlu melenyapkan Widhi untuk selama - lama nya.


" Mbak Arik bagaimana dengan rencana mu?"


Tanya Elli sambil meletakkan cangkir berisi teh manis.


" Kamu tidak perlu khawatir Ell semua rencana ku sudah tertata rapi dan sabtu besok Gustavito akan mengadakan party garden."


Jawab Arik dengan senyum bangga.


" Rik ingat Satrio itu sangat cerdas jadi kamu jangan ceroboh agar semua taktik kita tidak terbaca oleh dia."


Kata Aini sambil memandang ke arah Arik.


" Bude Aini tenang saja semua akan mengalir dengan tenang dan aku sangat yakin memang dia cerdas tetapi dia tetap lah lelaki yang bisa di takluk kan dengan wanita."


Kata Gustavito sambil senyum licik.


Saat itu acara party garden yang di adakan hanyalah untuk menjebak Widhi agar dengan mudah dipersalahkan dan hilang lah makna sebuah kebenaran yang tersisa hanya lah sebuah dendam, emosi dan keserakahan yang terbersit di dalam pikiran mereka sebab bagi mereka yang hanya bisa mengandalkan harta dan tahta tanpa bisa mensyukuri pemberian Allah.


...........


Seperti nya mereka semua tidak ada yang menyukai Widhi dan mereka selama ini baik dengan Widhi hanyalah basa - basi semata demi tercapai nya keinginan mereka maka mereka rela menghabisi Widhi orang yang tulus hati dan tidak pernah memusingkan tentang harta dan kemewahan bagaikan seorang raja yang Widhi ingin kan hanya lah bisa menjadi orang yang bisa berguna bagi orang lain bukan menjadi orang yang menyusahkan orang lain.


Lalu apakah Widhi bisa masuk kedalam jebakan mereka dan apakah Widhi akan bisa semudah itu di habisi oleh mereka dengan mudah, lalu bagaimana dengan Ani apakah Ani mampu mengenali bahwa Widhi adalah Satrio atau kah Ani akan kecewa lagi dengan semua yang terjadi?

__ADS_1


Ikuti terus kisah perjalanan Widhi untuk menghancurkan segala kezaliman di muka bumi ini hanya di SATRIO YANG DIPINGIT ALAM dan jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.



__ADS_2