SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM
SISI BUAS MANUSIA


__ADS_3

Setiap manusia pasti memiliki dua sisi bagaikan mata uang logam ada sisi baik dan buruk namun di saat kebaikan terus di himpit atau di tekan maka akan timbul sisi buruk bahkan bila hal tersebut masih berlanjut maka sisi buas atau brutal manusia akan muncul kepermukaan dan bila hal tersebut sampai terjadi maka akan banyak korban yang berjatuhan meski seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi di situlah menandakan manusia masih memiliki suatu batasan dalam segala hal.


Kali ini kita akan menilik sisi buas dari Satrio mahkluk pilihan Allah yang sedari kecil sudah merasakan pahit getir nya kehidupan dari tidak di akui oleh orang tua nya, di remehkan banyak orang, di anggap tidak waras setiap ucapan nya dan kini istri nya orang terdekat nya pun semakin menjauh dan tidak menganggap diri nya ada.


Lalu sisi buas apa yang akan di timbulkan oleh Satrio sebagai penghulu alam yang memegang kestabilan bumi ini sedangkan setiap amarah Satrio akan berdampak kepada alam gunung akan memuntahkan lahar nya, lautan akan bergelora dan angin pun akan memporak - porandakan apa pun, mari kita tilik apa yang akan terjadi saat ini dan bagaimana respon alam atas kemarahan Satrio.


................


Pagi itu Satrio sudah bersiap - siap untuk menuju kantor perkebunan untuk memastikan apa sebenar nya kendala di perkebunan sehingga pasokan menurun untuk pangsa pasar dan beberapa perusahaan jus yang sudah bekerja sama dengan nya di sisi lain jiwa Satrio penuh amarah yang sangat susah dibendung karena kondisi rumah tangga nya yang selalu di isi dengan pertengkaran yang tapa berujung hingga benar - benar membuat nya lelah.


" Selamat pagi Mbok Ijah."


Kata Satrio sambil berjalan menuju meja makan.


" Pagi Dhen Satrio silahkan ini Mbok sudah siapkan sarapan kesukaan nya Dhen Satrio."


Jawab Mbok Ijah sambil senyum menuangkan susu di gelas samping Satrio.


" Terimakasih Mbok ... Sari kemana Mbok apa sudah pergi ke sekolah?"


Tanya Satrio sambil memasang lap di pangkuan nya.


" Belum Dhen itu masih sibuk dandan maklum anak jaman sekarang."


Jawab Mbok Ijah sambil mendekatkan margarin ke hadapan Satrio.


" Biasa itu Mbok beda dengan jaman saya dulu apalagi Sari anak perempuan ya wajar lah kalau dandan yang tidak wajar kalau saya yang dandan Mbok."


Kata Satrio sambil senyum dan mulai menikmati roti di hadapan nya.


" Dhen Satrio bisa saja kalau bercanda ... oh iya Dhen kenapa istri dan anak nya tidak di bawa Dhen Mbok kan juga ingin kenalan."


Tanya Mbok ijah sambil senyum.


" Anak - anak harus sekolah Mbok dan istri saya harus mengurus mereka maka dari itu tidak saya bawa Mbok mungkin nanti saat mereka liburan akan saya bawa kemari ... Mbok tolong ambilkan sup asparagus sudah matang kan?"


Jawab Satrio sambil mengalihkan pembicaraan.


Saat itu Mbok Ijah melihat gelagat Satrio yang terlihat kurang suka saat di tanya tentang istri dan anak - anak nya sekitar 45 menit Satrio menikmati sarapan pagi nya lalu Satrio bergegas menuju mobil nya untuk segera meluncur menuju kantor perkebunan nya dan saat di persimpangan jalan di sebuah halte Satrio melihat Ita yang sedang menunggu angkutan umum.


Bukan nya itu Ita ya sedang apa dia di situ bukan nya dia dulu memiliki mobil dan motor ataukah dia sedang menunggu seseorang untuk menjemput nya di halte tersebut tapi bila menunggu seseorang untuk apa di halte kenapa tidak langsung datang ke rumah nya saja?


Gumam Satrio sambil menunggu lampu merah berubah menjadi lampu hijau dengan pandangan tertuju kepada Ita yang sedang berdiri di halte dengan raut wajah cemas dan berulang kali melihat ke jam di lengan nya dan lamunan Satrio di buyar kan oleh bunyi klakson mobil di belakang nya kemudian segera lah Satrio memacu mobil nya untuk menghampiri Ita.


" Hay Ta ayo masuk aku antar kamu."


Kata Satrio sambil sedikit menunduk kan kepala nya.

__ADS_1


" Eh Tio ok makasih nya sudah memberi tumpangan pada ku dan maaf sudah merepotkan."


Kata Ita sambil memasang sedbel.


" Sudah lah Ta seperti sama siapa saja cara bicara mu kita kan sahabat ... oh iya kamu mau kemana se pagi ini?"


Tanya Satrio dengan pandangan fokus ke depan.


" Yang harus nya tanya itu aku ke kamu Tio sebab kalau aku sudah jelas akan bekerja di restoran sedangkan kamu mau kemana se pagi ini sudah rapi dan wangi?"


Jawab Ita sambil membuka tas nya mengambil lipstik dan bedak.


" Oh iya aku sampai lupa Ta kalau sekarang kamu kerja di restoran maaf Ta aku lupa."


Kata Satrio sambil tersenyum melihat ulah Ita yang cuek.


" Ye malah tidak di jawab pertanyaan ku dasar nyebelin kamu Tio."


Kata Ita sambil sesekali melirik ke arah Satrio yang masih tersenyum.


" Iya ... iya aku akan ke kantor perkebunan milik Nenek ku yang dulu kamu pernah aku ajak kesana sampai kamu tidak mau pulang."


Jawab Satrio sambil menepi kan mobil nya sebab sudah sampai di restoran tempat ita bekerja.


" Wah seru itu kapan kamu mengajak ku lagi Tio sekali - sekali kita refresing biar tidak tegang terus mikirin kehidupan Tio."


" Kapan kamu libur Ta nanti aku ajak kamu kesana."


Jawab Satrio sambil senyum memandang ke arah Ita.


" Besok aku off dan ini no telepon ku kalau jadi kabari aku ok thanks Tio emuach."


Kata Ita sambil menyerahkan tisu yang berisi no telepon nya kemudian mencium pipi kiri Satrio.


" Astagfirullahalazim ya Allah bener - bener ini bocah nya tidak pernah berubah kelakuan nya."


Kata Satrio yang terkejut dengan perlakuan Ita kepada nya.


Kurang lebih 30 menit kemudian sampailah Satrio di kantor perkebunan dan pasti nya semua staf kantor merasa ketakutan dengan sorot mata Satrio yang tajam dan sudah terkenal bahwa Satrio raja tega tidak memandang siapa pun yang bersalah pasti kena amukan nya dan sesampai nya di ruangan nya Satrio duduk di kursi kebesaran nya lalu melihat hp nya dan ternyata benar Ani telah menghubungi nya sebanyak 8x panggilan tidak di terima kemudian segeralah Satrio menelpon ulang ke Ani.


" Assalamualaikum Mi maaf tadi sedang setir mobil jadi tidak tau kalau kamu telepon ada apa rupa nya Mi?"


Tanya Satrio sambil menyalakan laptop di hadapan nya.


" Wa'alaikumusallam Bi iya tidak apa - apa ini apa sudah sampai kantor kamu Bi, itu tadi aku telepon sebab semalam aku ketiduran kepala ku sakit sekali Bi."


Jawab Ani sambil masih memijat kening nya.

__ADS_1


" Oh begitu aku pikir ada hal penting apa sampai kamu telepon aku 8x Mi ya sudah pakai istirahat kalau sudah sedikit berkurang lekas periksa ke dokter Mi."


Kata Satrio sambil pandangan nya tertuju ke laptop.


" Iya Bi memang nya kamu masih lama di sana Bi?"


Tanya Ani dengan nada suara rendah.


" Masih belum tau Mi ya sudah nanti pulang kantor aku telepon lagi aku mau meeting assalamualaikum."


Jawab Satrio yang segera mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban salam dari istri nya.


Wa'allaikumusallam Bi ... sebenar nya segenting apa si masalah yang sedang di hadapi suami ku sampai - sampai mematikan telepon tanpa menunggu jawaban salam dari ku mengapa aku merasa semakin kesini sikap nya jauh berubah apakah karena aku yang terlalu banyak menuntut kepada nya ataukah ada wanita lain hingga sikap nya berubah kepada ku dan anak - anak?


Gumam dalam hati Ani yang tanpa terasa menetes lah air mata nya di pipi nya sebab menahan sesak di dada nya memikirkan pernikahan nya yang tidak sesuai dengan ekspektasi bahkan berbanding terbalik di sisi lain Satrio sedang mengadakan meeting dengan beberapa staf di perkebunan tersebut dan Satrio saat itu marah besar sebab begitu banyak penyelewengan dana untuk kesejahteraan karyawan telah di korupsi oleh beberapa staf kantor.


" Pak Darman coba jelaskan kepada saya apa maksud semua laporan ini?"


Tanya Satrio sambil melemparkan 5 lembar kertas kepada Pak Darman selaku kepala perkebunan.


" Itu eemmm itu laporan sesuai di perkebunan Pak Satrio."


Jawab Pak Darman dengan gugup dan sesekali menyeka keringat dingin yang mulai mengucur.


" Anda masih berani berbohong kepada saya Pak Darman!"


Kata Satrio dengan nada geram dan pandangan bagaikan srigala kelaparan.


" Bukan seperti itu maksud saya Pak tapi saya hanya menjalankan perintah saja dari Pak Sela yang bertugas di kantor Surabaya."


Pengakuan dari Pak Darman dengan gemetaran.


" Anda sudah bersalah tapi masih berani mengelak sekarang malah membawa nama Pak Sela yang tidak ada di tempat ... sekarang juga Pak Darman ke perkebunan urus itu bibit baru!"


Kata Satrio yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.


Saat itu juga Pak Darman segera keluar dari ruangan meeting dengan gugup dan wajah pucat sebab tau betul watak Satrio bila sudah marah maka alam pun akan turut marah dan benar saja saat itu Pak Darman memacu motor nya menuju perkebunan dan tiba - tiba entah dari mana datang nya angin yang begitu kencang berhembus memporak porandakan perkebunan.


Sampai - sampai pohon kelapa pun tumbang dan menimpa Pak Darman langit pun seketika gelap hujan dan petir pun datang tiba - tiba yang pasti semua karyawan di kantor tau akibat nya bila sampai main - main dengan Satrio apa akibat nya bukan lain maut yang akan di terima nya saat hal itu terjadi Satrio hanya melihat langit yang sedang ber gemuru dengan senyum sinis sorot mata nya begitu mengerikan.


...................


Itulah manusia ada titik tertentu bisa menjadi biadab di saat jiwa nya terusik dan merasa di sepele kan pasti nya sesabar - sabar nya manusia bisa marah dan itu hal yang sangat manusiawi jangan kan hanya manusia Allah pun akan murka di saat manusia semakin lalai atas tugas dan tanggung jawab nya.


Lalu bagaimana dengan Ita apakah Ita mampu mengulang rasa yang pernah ada antara diri nya dengan Satrio dan apakah Satrio akan jatuh ke pelukan Ita secara rumah tangga Satrio dan Ani tidak di temukan kedamaian dan kenyamanan setiap hari nya hanya di isi dengan pertengkaran dan pertengkaran.


Jangan pernah lewatkan kisah mereka hanya di SATRIO YANG TERPINGIT ALAM dan petik hikmah nya di setiap bab nya juga jangan pernah lupa selalu dukung author agar rajin update nya.

__ADS_1



__ADS_2