
"Aaaaah... Leo!" Bella memekik kuat bahkan sebelum pertanyaannya selesai Ia ucapkan. Sesuatu terasa mengganjal dibawah sana, seperti tengah mendobrak sebuah celah sempit hingga menimbulkan rasa sakit yang tiada terkira.
Leo tampak amat serius, Ia mengecup mata Bella yang mulai berderai airmata dibagian sudutnya lalu turun meraih rahang Bella untuk kembali membelit li dahnya disana agar mengurangi segala rasa sakit yang ada.
Tubuh bagian bawah Bella terasa di sayaat sayaat begitu perih dan nyeri, ingin menjerit tapi Ia malu jika harus terdengar hingga keluar sana nantinya. Padahal, Miko mendesign kamar kostnya menjadi kedap suara dan aman meski bella memekik sekuat tenaganya. Apalagi saat leo mulai masuk dengan sedikit kuat, karena begitu sulit untuk menjebol gerbang yang sekali belum pernah tersentuh oleh siapapun sebelumnya.
Campur aduk yang bella rasakan saat ini dengan rasa yang berbeda disetiap bagian tubunya akibat perbuatan Leo padanya. Tapi Ia sudah bertekad bulatm agar sang ayah tak akan dapat lagi memanfaatkan dirinya nanti dengan cara apapun.
"AAAaahhh! Leo!!!" Mau tak mau Bella memekik kuat, saat leo berhasil menerobos benteng pertahanannya saat itu. Leo dengan seketika kembali membungkam mulut cerewet itu dengan bibirnya untuk mulai melakukan penyesuaian dibawah sana dengan menggerakkan tubuh bagian bawahnya secara perlahan.
__ADS_1
"Li-dahmu, bell." bisiknya dengan amat lembut, lalu Bella mulai menju lurkan lidahnya keluar dan Leo segera menyergapnya dengan cukup ganas. Pinggulnya pun mulai bergerak dengan ritme santai.
"Tahan sebentar, Bell. Nanti kau akan menikmati semuanya, dan kita akan menikmatinya bersama." bisik Leo dengan suara seraknya.
Enak apanya? Semuanya terasa amat sakit dibawah sana hingga membuatnya ingin menangis sejadi-jadinya saat itu. Kenapa semua orang suka melakukannya jika sakit begini? Kenapa Orang mengincar keperawanan seorang gadis jika itu menyakitinya? Apakah pria begitu senang menyiksa pada gadis?
"Aaaaahhh.... Ini menyakitkan, Le. Apa yang harus aku nikmati?" lirih Bella disela segala desahannya saat itu. Kuku-kuku bella menancap dengan kuat dilengan Leo, Ia mere mas kuat lengan berotot itu untuk menahan perih yang masih begitu terasa dibawah sana apalagi saat leo terus saja bergerak seolah sengaja menyakitinya.
Ya, leo tak pernah berbohong sejak awal jika Ia bukanlah pria baik seperti yang bella sematkan padanya. Ia sudah beberapa kali berhubungan dengan wanita, meski belum pernah menjebol segelnya seperti yang Ia lakukan pada sahabatnya ini. Yaitu bella Fortuna atas dasar ingin melindunginya dari sang ayah. Tapi juga bukan salah Leo, jika nanti Bella akan menjadi candu baginya.
__ADS_1
"Setelah ini, Bell. Hidupmu adalah tanggung jawabku."
"Maksudnya... Le? A-aku, tak mengerti." Suara lembut itu seolah menandakan jika Ia sudah mulai menyesuaikan diri dengan apa yang leo lakukan pada dirinya, dan mulai menikmati permainan indah mereka dalam penyatuannya.
Bella menatap Leo dengan wajahnya yang sendu, sembari menggigit kecil bibir bawahnya. Tangannya mengalung ke leher Leo agar mempererat tubuh mereka hingga tanpa jarak sedikitpun
"Kau milikku, Bella. Tak akan ada yang bisa dan boleh menyentuhmu selain aku." Leo mengangkat tubuhnya dari bella, Ia mulai lagi mengeluar masukkan miliknya disana dengan cukup cepat karena telah memahami reaksi bella padanya.
De sahan demi de sahan mereka saling bersautan dengan begitu kuat. Bella tak lagi meringis kesakitan, tapi justru tampak mulai menikmati semuanya. Tangannya menyibak rambut panjang itu keatas kepala, memperlihatkan keningnya yang dipenuhi peluh hingga mengkilap. Aliran listrik bertegangan tinggi itu kembali menyengat tubuh Bella dengan dahsyat, membuat tubuh Bella kembali mene gang dan mengunci jari-jarinya dengan kuat. Dan secara naluri, bella mengalungkan kedua kakinya dipinggang leo dan menaikkan pinggulnya pertanda kembali mengalami kejutan hebat.
__ADS_1
Bella yang sudah selesai tampak menghela dan mengatur napasnya sejenak. Terengah-engah dengan da dan naik turun secara tertatur membuat leo kembali gemas dan memainkannya sejenak. Hingga saatnya Ia mencabut miliknya dan membuat bella Men de sah kuat