Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Kamu ngga di apa-apain kan, Le?


__ADS_3

"Le, sudah pulang?" sapa Bella yang membuka sedikit matanya saat mendengar leo masuk dan segera menutup pintunya karena sudah larut malam saat itu. 


"Ya, kenapa bangun?"


"Ngga papa, mau nyapa aja. Tidur disini aja, ya? Nanti badan kamu sakit semua kalau tidur dilantai lagi," tawar Bella, yang menggeser sedikit tubuhnya agar Leo bisa berbaring disampingnya malam itu. Toh sejak hari ini mereka sudah tak berjarak lagi, bagi Bella Leo adalah tempat ternyaman saat ini dan tak akan digantikan oleh siapapun diluar sana.


Leo sebenarnya sedikit canggung dengan ucapan Bella saat itu, Ia hanya mengangguk dan membersihkan tubuhnya sejenak di kamar mandi, lalu merebahkan diri disebelah Bella tanpa menggunakan kaos ditubuhnya. Hanya dengan celana pendek dan membiarkan bagaian atasnya  terbuka. Bella hanya tersenyum, dan jujur Ia tak kaget lagi dengan pemandangan indah yang ada didepan mata.


"Sudah makan?" tanya Bella padanya dengan lembut. Leo hanya berdehem sembari mencoba memejamkan matanya, dan saat itu bella membalik badan agar leo tak terganggu dengan tingkahnya yang konyol. Tanpa Ia duga Leo mengikuti dan memeluknya dari belakang dengan begitu erat tanoa jarak, dan Bella hanya bisa tersenyum kembali saat itu dengan segala perasaan yang campur aduk tak karuan rasanya.


"Setelah gajian, kita pergi dari sini, Bell. Aku mau sama kamu tanpa gangguan dari siapapun setelah ini," ucap leo dalam lelapnya. Bella tak tahu itu ucapan Bella atau Leo hanya ngelindur karena lelahnya, apalagi dengan segala beban tanggung jawab yang sering Ia ucapkan hari ini.

__ADS_1


"Iya, Le..." angguk Bella, lalu menggenggam tangan leo yang mendekap perutnya saat ini. Keduanya terpejam bersama melewati malam yang ada, dengan pelukan hangat yang begitu nyaman diantara keduanya dan serasa tak pernah ingin Bella lepaskan lagi.


Bella sendiri tak tahu perasan apa itu, Ia amat minim dengan pengalaman seperti ini karena semua tekanan dalam hidupnya, bahkan untuk berhubungan dengan pria saja hanya Leo yang Ia dapatkan dan rasakan. Hanya nyaman, dan ingin seperti ini terus hingga selanjutnya tanpa ada gangguan dari siapapun seperti apa yang Leo ucapkan padanya.


"KIta sehati kan, Le?" gumamnya saat Ia menyadari keinginannya bersambut dengan Leo.


*


"Bell?" panggil leo pada gadis yang pertama kali Ia lihat saat membuka mata itu. Meski bukan baru dan pertama kali, tapi rasanya pagi ini begitu istimewa baginya yang menatap Bella dengan senyum cerianya.


"Udah bangun, Le? Mandi sana cepetan, udah itu gantian aku. Kita udah mau kesiangan nih berangkat kerja." pinta Bella padanya.

__ADS_1


Leo beranjak duduk sejenak, Ia menatap bella dengan segala aktifitasnya pagi ini. Lalu, Ia segera beranjak dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya untuk menemani Bella sarapan.


" Ini menu mahal loh, di Resto kita. Kok kamu bisa bawa utuh gini? Bukan sisa?"


"Semalem ada bapak-bapak dateng sendirian, padahal kalau malam minggu semua datang sama keluarga atau pacarnya. Dia minta temenin ngobrol, terus kasih tips buat aku. Tuh, duitnya didompet kalau mau." tunjuk Leo dengan bibirnya, pada celana panjang yang masih Ia gantung dibelakang pintu.


" Ya... Mau lah, siapa yang ngga mau sama duit. Bukan cewek munafik aku, tapi juga ngga matre." ujar Bella, lalu berjalan riang menuju celana itu dan segera meraih dompet disakunya. Dibukanya dan berisi Lima lembar uang merah disana yang tersusun rapi, serta beberapa uang biru dan recehan milik Leo.


" Ini, yang tips_...?" tanya bella saat meraih uang merah itu ditangannya. 


" Iya, yang merah. Ambil aja," balas Leo. Bella meragu, tips apa hingga sebanyak itu untuk seorang pelayan pria.

__ADS_1


"Kamu... Ngga diapa-apain kan, Le?" pekik Bella, cukup cemas karena takut leo berbuat aneh-aneh hanya demi dirinya. Apalagi pria, memberi tips pada pelayan pria sebanyak itu cukuplah mencurigakan baginya..


__ADS_2