Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Mau mata, atau kaki?


__ADS_3

"Makasih," ucap Bella yang langsung merebutnya. Ia membuka celengan itu dengan cara memecahkannya dilantai. Dan benar saja, isinya cukup banyak meski uangnya kusam dan tampak jadul dengan model lamanya.


"Ini dikasih ibu, katanya kalau mau daftar kuliah. Tapi kalau mau daftar biayanya juga ngga ada." ujar Bella, menghitung lembar demi lembar uang yang ada.


Leo membantunya. Ia juga sekilas teringat akan sang Mama yang sering memberinya uang seperti itu dan memesankan dirinya untuk menabung. Tapi untuk apa, toh ayahnya kaya raya dan tak akan habis tujuh turunan. Tapi sang Mama terus mengajatkannya hidup secara sederhana.


Walau sederhanya ala orang kaya, tak sesederhana orang miskin yang puluhan kali lebih sederhana dari mereka semua.


Keduanya fokus menghitung dan merapikan, dan bella terus bercerita pasal sang ibu pada leo saat itu. Hingga tanpa disadari seseorang telah masuk dan mengawasi keduanya.


Sraaakk! Ayah Bella datang dengan wajah yang begitu marah.


"Aaaaarrrkkkhh!" Brlla memekik dengan kuat, saat ayahnya menjambak rambut dan menarik tubuhnya keluar dengan begitu kasar.


"Anak durhaka! Ja lang, Kamu! Beraninya berbuat seperti itu sama ayahmu." amuknya saat itu. Bahkan seolah tak melihat Leo yang ada didekat mereka saat ini.

__ADS_1


"Yah... Ampun, Yah! Lepasin Bella," mohonnya. Bahkan Bella tak sama sekali mengeluarkan air mata dengan perlawananya saat ini.


Pak Tama beralih memegang rahang Bella lalu memukulinya beberapa kali, hingga Bella kembali histeris.


Leo memparhatikan itu dari tempatnya, mengepalkan tangan melihat sahabatnya diperlakukan kasar seperti itu. Apalagi saat tubuh bella dihempaskan ke lantai dan pak tama meraih sebuah sapu berniat untuk memukulinya.


Leo segera berjalan dengan cepat menggunakan kakinya yang panjang. Langkahnya dengan segera membawa dirinya pada Pak Tama, dan Ia langsung mencengkram rahangnya dengan begitu kuat. Bahkan dengan satu tangan Leo, mengangkat tubuh pak Tama yang saat itu Ia himpitkan ke dinding kayu rumahnya.


"Si-siapa kau?!" tanya Pak Tama disela rasa sakitnya. Satu tangan Leo saja mencengkram dengan begitu kuat, apalagi jika Leo memukulnya dengan tenaga yang maksimal. Mungkin tembok rumah itu bisa roboh hanya dengan sekali pukulan kuatnya.


Terkecoh, jika hanya melihat tubuhnyga yang tampak kurus dan tinggi. Padahal sebenarnya tenaganya sudah amat terlatih oleh para anak buah ayahnya sejak Ia belia.


Leo dengan wajah datar dan rahang tegasnya, menoleh sebentar pada Bella yang memanggil, kemudian kembali menatap pada pak tama dengan tatapan yang amat membunuh.


"Kau mau kehilangan matamu, atau kakimu? Kehilangan salah satu dari mereka, setidaknya kau bia mengemis untuk mencari uang sendiri." Cengkraman Leo semakin Ia kuatkan, membuat Pak Tama memekik dengan kuat saat itu.

__ADS_1


"Aaaarrghh! Kau siapa? Beraninya berbuat seperti ini padaku. Kau tak tahu aku siapa? Aku adalah_..."


"Masih pantas kau mengaku ayahnya? Mengucap Bella sebagai anakmu saja sudah tak pantas," Leo menghempas tubuh pria paruh baya itu hingga terhempas ke lantai dengan begitu kuat.


Pak Tama sampai terbatuk dibuatnya, nyaris kehabisan napas karena cengkraman kuat dari tangan Leo saat itu.


"Dia siapamu, Bella? Apa dia yang membuatmu lari dari ayah?" tatap nyalang Pak Tama pada putrinya.


"Ayah sendiri yang membuat Bella ingin pergi. Bella udah ngga tahan ayah giniin terus, Yah!" jawab Bella dengan lantang. Yang akhirnya bisa berkata jujur atas segala rasa kecewanya itu.


Bella perlahan berdiri meski kepalanya sakit akibat jambakan keras itu. Ia menghampiri Leo dan langsung berdiri dibelakangnya sebagai tanda meminta perlindungan. Bahkan rasanya Bella seperti menyerahkan diri pada Leo saat ini.


"Ayah tak akan pernah membiarkan kamu_... Aaarrrghh!"


Ucapan terhenti. Leo dengan langkah panjangnya sudah ada didepan Pak Tama saat ini, berjongkok dengan satu kaki Ia tekuk menumpu tangan kirinya. Sedangkan tangan satunya meraih pelipis Pak tama dan menekannya dengan kuat hingga Ia mengerang kesakitan.

__ADS_1


Rasanya ma tanya akan lepas meloncat dari tempatnya saat Leo menekan bagian itu. Ia berteriak sejadi-jadinya dengan segala rasa sakit yang ada.


Bella melihatnya, langsung berlari meraih tasnya yang ada dikamar. Ia menyandangnya di bahu, lalu menarik Leo untuk segera keluar dari sana.


__ADS_2