Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Akhirnya


__ADS_3

"Ehmmhhh... Leo," rintih bella saat dekapan itu semakin erat padanya. Tubuhnya mulai sesak dengan segala posessif yang leo berikan, apalagi napas yang makin lama makin memburu darinya terdengar amat jelas.


"Le, aku berkeringat. Ini panas," tolak Bella secara halus, tapi Leo sama sekali tak menghiraukannya. Hanya beralih sedikit lalu menyalakan kipas angin yang berdiri didekat mereka. Dan Bella tak dapat menolaknya lagi jika sudah seperti itu.


Kecupan Leo semakin turun kebawah, ke tengkuk leher Bella dengan satu tangan meraih rahan dan menyampingkan wajah bella kekanan. Leo mengecupinya dengan begitu ganas nyaris menggigitnya seperti drakula disana.


"Aaahhh... Leo!" Bella memekik, dengan gelenyar hangat yang spontan ditimbulkan dengan akitifitas yang leo berikan. Kakinya langsung lemas, napasnya seketika tersengal ketika tangan Leo mulai nakal menyentuh sesuatu di dadanya.


"Ssssttt... Leo," Bella mendesis lemah dan hanya bisa menyebut namanya saat ini. Kakinya gemetar, seolah ingin menjatuhkan diri kelantai yang baru saja Ia pel dengan begitu mengkilat..

__ADS_1


Ia seperti ingin melepas tangan Leo yang bergerilya disana. Namun bahasa tubuhya mengatakan lain, yang bahkan Ia memperkuat gengaman Leo dengan genggaman tangannya yang saling bertautan tanpa sadar membantu memperkuat sentuhan yang diberikan.


Leo memutar wajah Bella, lalu meraup bibirnya dari belakang dengan ganas dan begitu menuntut. Ia tak bisa menahannya lagi kali ini, sepeerti sudah ada yang akan meledak didalam tubuhnya dan begitu menyakitkan.


"Emphhh... Hhhh! Le..." Bella seperti sudah kesulitan mengontrol dirinya sendiri kali ini. Kakinya benar benar lemas dan hanya bisa menyandarkan diri ditubuh besar leo yang masih menetap dibelakangnya.


Leo membalik tubuh kcecil itu dengan cepat. Bibir indahnya kembali Ia serang secara membabi buta hingga Bella kesulitan bernapas. Tangan Bella mere mas lengan kekar Leo untuk melampiaskan semua yang Ia rasakan saat ini.


Tangan besar nakal itu mulai merayap keseluruh tubuh mulus nan indah itu dari depan kebelakang mencari sebuah pengait untuk meloloskan sesuatu yang telah sesak ditempatnya. Dan, seketika terlepas membuat pemiliknya bisa bernapas dengan lega naik turun membuatnya tampak semakin menggoda..

__ADS_1


Jika tak sabar, rasanya Leo ingin merobek kaos oblong yang dipakai Bea saat ini. Namun sayang, Ia masih dalam tahap ujian hingga harus pura-pura hemat dan menahan semua keinginan brutalnya pada bella. Ia hanya mengangkat kaos itu keatas hingga terlepas, lalu sesuatu yang masih merusak pemandangan indahnya dan Ia lempar kesembarang tempat.


"Indah, Bel..." Leo memberikan tatapan penuh kekaguman padanya, membuat bella tersipu malu dengan wajah memerah bagai kepiting rebusĀ  yang baru diangkat dari pancinya.


Leo tertunduk, menyejajarkan kepalanya pada benda milik bella. Ia kemudian menjulurkan lidahnya dan mulai beraksi disana. Meng hisap bagai bayi yang kehausan dalam waktu yang cukup lama, membuat tubuh Bella melenting kebelakang karena segala rasa yang tercipta dari perbuatan leo saat ini.


Untung Leo sigap, menumpu bagian belakang bella dengan tangannya yang kokoh agar tak terjatuh dan membuatnya sakit.


"Leoooo," rengek Bella yang menerima semua tindakan Leo padanya. Darahnya berdesir dengan begitu kuat, jantungnya berdegup dengan begitu kencang. Geli, apalagi saat Leo memberikan gigitan kecil dipuncak merah muda itu hingga gelenyar hangat semakin merambat kesekujur tubuhnya.

__ADS_1


Bella hanya bisa memejamkan matanya, menikmati semua sensasi yang tercipta dari tangan nakal yanh bergerilnya disekujur tubuhnya itu. Ia hanya pasrah, karena memang Ia sudah memberikan semuanya pada Leo tanpa pernah ingin menolaknya.


__ADS_2