Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Leo?


__ADS_3

Pintu rumah kecil itu kembali dibuka. Roy masuk setelah lelahnya bekerja semalaman, dan ia melihat bella duduk termenung sendiri dengan sarapan yang ada dimeja.  Bukan meja makan, hanya meja kecil yang ia taruh didepan sofabed agar bisa lesehan disana.


Roy melihat ada tiga piring nasi goreng disana, dan salah satunya tengah Ia santap sendiri meski mungkin tak begitu nikmat rasanya. Satu porsi Roy tahu jika itu untuknya, Tapi satu porsi lagi?


"Leo pulang, Bell?" tanya Roy yang menyapanya.


"Cuma sebentar, Kak. Setelah itu pergi lagi. Kami  bahkan hanya bisa mengobrol sebentar, karena dia pulang larut malam dan Bella sudah tidur pulas." jawabnya lemas. 


Roy menggelengkan kepala dengan keadaan mereka, tapi Ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia segera berjalan kekamar untuk membersihkan dirinya, kemudian kembali untuk menemani bella dengan sarapannya. Ia hanya berusaha mengusir rasa sepi bella ditengah kegalauan yang ada. Bercengkrama, dan sesekali berusaha membuatnya tertawa meski sedikit terpaksa.


"Tadi leo kasih ATM sama Bella."


"Wah... Iya? Banyak dong isinya," Tapi bella menggelengkan kepala karena tak tahu. Ia bahkan tak sempat mempertanyakan semua itu pada Leo karena terlalu fokus pada pertemuan yang  mulai langka.


Roy kembali mencairkan keadaan. Ia bilang jika hari ini adalah hari liburnya, Ia menawarkan bella untuk keluar dan jalan-jalan sesuka hatinya. Sempat menolak, tapi Roy berusaha membujuknya sekuat tenaga.


"Sesekai, Bell. Lagian Leo izinin, asal kamu sama aku."


"MAsih takut jika ada_..." Bella menghentikan ucapan dan memotongnya untuk menatap wajah Roy. Hingga akhirnya ia mengangguk dan menyanggupi permintaan roy padanya. Ia tahu Roy hanya ingin mengusir rasa bosan yang ada diantara mereka.


"Nah, gitu dong. Nnti kita jalan, kemanapun kamu mau. Lagian Leo sudah kasih uang jajan, aku nebeng minta traktiran." canda Roy padanya. Bella akhirnya tersenyum, bayangannya cukup indah nanti sore dengan kegiatan keduanya. Roy pu keluar sebentar untuk mencarikan accesoris untuk bella seperti masker dan topi untuk melindungi tubuhnya.


"Ngga papa kan, pakai ini?" tanya Roy. Bahkan sebuah sarung tangan Ia bawa, memastikan agar nanti Bella sama sekali tak terluka. Bisa dihajar dia, jika bella tergores meski sedikit saja.


Bella sejenak membersihkan rumah untuk mengusir kejenuhannya, apalagi Roy pamit tidur sebentar setelah lelah bekerja dengan sift malamnya. Bella bahkan tak canggung mencuikan baju roy dengan tangannya.


*

__ADS_1


"Kau menginap dimana, semalam?" tanya sang ayah padanya. Leo hanya diam dan terus memainkan Hpnya untuk mengecek setiap jadwal yang ada.


"Kau menemui gadismu? Tak bisakah kau tahan sedikit napsumu?" imbuh sang ayah, hingga bisa menghentikan semua kegiatan leo disana.


"Apa Leo perlu membawanya pulang kerumah?"


"Jika kau bisa, justru kau tak akan bisa menyentuhnya dengan leluasa. Bahkan kau tak ku izinkan menyentuhnya," tantang sang ayah padanya.


Hatinya terasa sesak, ketika sang ayah masih saja mengatur semua yang ia lakukan. Ia hanya ingin bella, dan Ia tak akan menuntut yang lain padanya. Asal kebebasannya bersama bella sama sekali tak pernah sentuh sama sekali.


"Jangan pernah sentuh bella,"


"Atau?" tatap sang ayah padanya. Seperti sebuah pengajuan bersyarat atas sebuah kontrak dari ayah untuk anaknya. "Sebentar lagi kita akan pertemuan dengan Tuan Jay, persiapkan diri."  


"Apa rencana ayah padaku? Jangan pernah ada perjodohan." ucapnya dengan tegas. Sang ayah hanya mengedikkan bahu dan berdiri dari hadapannya. Dengan sebuah tongkat ditangan, Ayah berjalan duluan didepan dan leo menyusul dibelakangnya, mengantungi tangan dalam saku celana bahan yang ia kenakan. 


Hingga mereka tiba di loby hotel itu, lansgung bertemu dengan klien yang tengah mereka tuju.


"Kak Leo kemana aja? Kok ngga pernah kelihatan?" Gelendotnya manja dilengan kekar pria itu.


"Aku_..."


"Leo ada sedikit pelatihan. Biasa, dilakukan untuk mengasah bakatnya hingga siap untuk terjun ke lapangan. Kamu tahu, bagaimana Leo selama ini." Celetuk ayah yang memotong ucapan Leo pada gadis itu.


Mereka berjalan kembali menuju ruang pertemuan. Disana memang sudah dipersiapkan semuanya dengan baik untuk pembicaraan bisnis yang akan mereka lakukan. Leo juga fokus dengan semua percakapan itu meski Rena terus ada didekatnya.


*

__ADS_1


"Kak, bella udah siap nih." panggil Bella pada Roy, dan memang sudah dengan pengamanan lengkapnya. Seperti seorang gadis yang keluar untuk melihat gunung salju, dengan sarung tanga, kupluk dan maskernya. Bahkan mengenakan celana dan baju panjang miliknya. Untung cuaca memang tak terlalu panas, hingga tak akan membuat bella tersiksa dengan pakaian yang Ia kenakan.


"Kau nyaman?" tanya Roy, dan bella menganggukkan kepalanya. 


Mereka keluar berdua dari rumah itu, dan bella tampak amat ceria. Meski hari sudah sore, karena ia juga sempat ketiduran dalam waktu yang cukup lama tadi. Tapi setidaknya Ia melepas kejenuhan meski sejenak.


Roy membawanya ke taman. Dan karena bukan akhir pekan, maka taman itu sedikit sepi dari pengunjung. Roy membelikan bella ice cream kesukaannya, leo yang memberitahu semuanya dan beberapa makanan kesukaan Bella yang lainnya. Semua seakan sudah tersetting, agar Roy memanjakan bella hari ini.


Bahkan seperti Rapunzele yang terkurung lama didalam istananya, kini bella amat sangat gembira ketika bisa melihat dunia luar sesuka hatinya. Leo saja hanya mengajaknya ke mall terakhir kali dan belum sempat membawanya ketempat lain seperti ini.


"Bella belum lapar?" 


"Belum Kak, kenapa?" tanyanya yang tengah bermain ayunan den Leo yang mengayunnya dibelakang.


"Kakak laper, makan yuk? Disana ada cef tuh, yang deket hotel." tunjuk roy padanya. Dan dengan menaiki motor sejenak, mereka sampai di cafe itu untuk makan sore bersama. 


Bella dengan antusias memesan makanan favoritnya yang juga tersedia disana. Begitu nikmat ia lihat dari gambarnya, semoga saja semua sesuai dengan pemikirannya.


"Bisa nambah kalau gini," gumam bella dengan semangatnya. 


Makanan datang dan mereka menikmati dengan lahap, disambut tawa lepas dari keduanya saat bercerita satu sama lain. Roy memang pandai membawa suasana, hingga bella dibuat nyaman dalam perlindungannya.


"Kak, disana ada air mancur. Nanti kesana ya? Bella mau foto, biar dikasih tunjuk sama leo bella kemana aja sore ini." pintanya.


"Yaudah, ayok..." ajak Roy yang menyeruput tandas minumannya. Bella dengan semangat lalu menggandeng tangan Roy, berjalan kaki menuju air mancur yang ada didepan hotel mewah itu. Tap apa jika dicap kampungan oleh pengunjung yang lain. Yang penting bella bahagia, dan tak lagi larut dalam kesedihannya.


Senyum ceria bella perlahan memudar. Tatapannya mengarah satu titik fokus kedepan sana dan langkah ia mulai melangkahkan kaki menuju titik dimana arah pandangan itu berasal. 

__ADS_1


Seorang pria dengan beberapa rekan keluar dari sana, tersenyum dengan keakraban mereka. Penampilan juga begitu elit, dengan jas yang nyaris sama warnanya. Menggambarkan betapa berkelas mereka semua.


"Leo?" pada salah seorang diantara mereka. Dan lagi, seorang gadis tengah menggandeng tangannya saat ini dengan begitu mesra seakan sulit untuk dilepaskan.


__ADS_2