
"Hari ini tanda tangan dokumen kontrak dengan Pak Jay. Kau sendiri harus datang," ujar Pak Hadi dalam panggilannya pagi ini.
Leo hanya berdehem, Ia masih dalam pelukan Bella usai permainan panas mereka tadi malam. Seperti tak akan pernah lelah dan puas untuk saling menikmati tubuh masing-masing. Bella juga tak pernah bisa menolak kekasihnya itu dengan alasan apapun karena Ia memang menikmatinya.
Usai menerima telepon Leo segera beranjak dari ranjang, meraih handuk dan segera pergi ke kamar mandi. Bella meliriknya, dan Leo menggodanya untuk mandi bersama.
"Ngga mau, nanti ngga cuma mandi. Gantian aja nanti," geleng Bella padanya, dan Leo hanya tersenyum menggelengkan kepala pula.
Leo kini tengah amat segar, dengan rambut basah dan tubuhnya yang amat sejuk. Ia keluar menatap bella yang mengenakan kimono dan mempersiapkan pakaian ganti untuknya.
Aura Bella benar-benar amat berbeda, semakin cantik jika seperti ini. Dan itu membuat Leo seolah sudah tak sabar menjadikannya istri dan untuk selamanya bersama seperti ini.
Leo meghampiri Bella dan memeluknya dari belakang, sesekali mengecupi rambutnya yang tergerai panjang.
"Leo... Masih bau," Bella berusaha menghindar, tapi Leo seolah tak ingin Bella pergi dan terus memeluknya. Andai Ia bercerita bagaimana Rena semalam menggoda, pasti Bella tak akan membiarkannya pergi hari ini.
"Aku mau mandi dulu, kamu ganti baju. Nanti aku pakein dasinya."
"Hah... Emang bisa?"
"Udah bisa lah. Kak Roy ajarin, hehe." gelak tawanya begitu ceria pagi ini, wajahnya pun amat bersinar dan merona bahagia mengalahkan mentari pagi.
"Aduh, perutku sakit." lirih Bella memegangi perut bawahnya. Tandanya Leo benar, jika sebentar lagi tamu bulanan bella datang menghampiri. Bella segera menyelesaikan agenda mandinya, lalu keluar kembali menghampiri yang tercinta disana.
"Le, nanti aku boleh belanja?" tanya Bella yang tengah mengenakan pakaiannya. Dan ketika ingin mengancingkan Bra, Leo datang untuk membantunya.
"Belanja apa sayang?" tanya Leo sembari mengecup bahu kekasihnya itu.
"Stok pembalut habis, sekalian beli yang lain. Kan sama Kak Roy, boleh kan?" pinta Bella. Dan ia berjanji memakai atributnya seperti biasa agar aman.
Leo mengangguk padanya, mengizinkan apa yang bella minta. Toh ia memang bersama Roy, sahabat sekaligus orang kepercayaannya selama ini.
Bella memenuhi janjinya untuk memasangkan dasi pada Leo. Dengan perlahan tapi pasti, simpul itu dibuat dengan rapi meski bella tampak tegang dan mengatupkan bibirnya. Dan Benar saja Leo gemas, Ia beberapa kali menyambar bibir itu dan mengecupinya.
__ADS_1
"Leooo..." omelnya, tapi Leo hanya tertawa sembari mengusap bibirnya.
Mereka sarapan bersama meski dengan hidangan alakadarnya. Leo tahu Bella kelelahan pagi ini, apalagi sedang dalam masa menjelang datang bulan seperti ini. Masih untung jika Ia tak kehilangan mood dan uring-uringan menjadikan Leo sebagai korban.
"Pulang ngga hari ini?" tanya Bella. Leo berfikir sejenak, karena Ia sendiri belum diberitahu jadwalnya secara lengkap oleh pak hadi.
"Aku usahakan, tapi jangan terlalu berharap ya?" Bella hanya mengangguk padanya, lagipula ia sudah terbiasa dalam keadaan seperti ini.
Tiba waktunya Roy pulang. Ia mengetuk pintu karena tahu ada leo di dalam dan Bella segera membukanya. Disambutlah Kakaknya itu dengan penuh senyuman yang begitu ceria.
"Seperti ada sesuatu, dan itu mencurigakan." tatap curiga Roy padanya.
"Ngga papa, Hehe... Masuk dulu, sarapan bareng." ajak bella padanya.
Ketiganya sarapan bersama, dan leo mengutarakan niat bella padanya. Bila perlu, mereka menbawa mobil dan Leo membawa motor Roy hari ini.
"Baiklah, aku bawa mobilnya. Aku lelah," jawab Roy, dan leo mengangguk padanya.
Leo berangkat, dan roy membersihkan dirinya. Bella mempersiapkan diri dikamar sembari terus memikirkan barang apa saja yang ingin ia beli hari ini.
Keduanya turun diparkkran, Bella cukup tercengang melihat mobil mewah yang ada didepan mata. Seakan tak percaya jika itu milik Leo, tapi seperti itulah adanya. Roy membukakan pintu dan mengajaknya naik kedalam.
"Kamu masih ngga percaya ini mobil leo?" tanya Roy padanya.
Bella hanya menggelengkan kepala sembari terus menggigit bibirnya. Tapi kemudian mengangguk karena tergantung foto mereka berdua disana. Bella tersenyum, tersipu dan amat sangat bahagia.
"Bahkan jika kau mau, Leo akan memberikannya untukmu." ujar Roy yang tengah memanaskan mobilnya.
"Engga ih... Buat apa? Masa iya tinggal di rusun tapi punya mobil mewah. Ngga sesuai lah," tukas Bella.
"Ya minta rumahnya sekalian lah," saran gila Roy yang memulai perjalanan.
Tak begitu jauh, hanya beberapa menit dari tempat tinggal mereka. Keduanya segera masuk supermarket untuk belanja cukup banyak dan bella sekali lagi amag bahagia dibuatnya.
__ADS_1
Roy seperti tengah mengasuh bocah saat ini.
"Udah, puas?" tanya Roy dengan satu troly penuh belanjaan. Bella mengangguk sembari mengusap keringat yang mengalir dari dahinya.
"Ngga makan?" tanya Roy lagi.
"Kan baru sarapan." balas Bella jujur apa adanya.
Keduanya segera membayar dan pulang kerumah untuk istirahat. Apalagi Roy yang baru saja pulang bekerja.
Namun, selama perjalanan itu Roy menangkap sesuatu yang aneh dari belakang sana. Tapi ia terus berjalan dan berusaha tak menghiraukannya. Hingga tiba dipersimpangan lampu merah, mobil hitam itu berhenti tepat disamping mereka.
Beberapa orang berseragam hitam lalu keluar, menggedor pintu mobil dan bahkan memecahkannya.
"Aaaarrrrhhh!" Bella yang kaget langsung menunduk. Ia langsung ketakutan dibuatnya, apalagi pandangan mereka memang tertuju pada Bella.
"Siapa kalian?" tanya roy yang berusaha melawan dan melindungi adiknya.
"Kami hanya perlu dia, jadi kau diam saja daripada mati dengan segera."
Tapi roy berusaha melawan. Ia menendang dan memukul pria itu dengan segenap tenaganya. Ia sudah hampir menang sebenarnya, tapi Bella berteriak ketika sebuah pistol sudah mendarat di dahinya.
" Kak Roy?" panggil Bella, dan saat ini sudah benar-benar takut dibuatnya.
"Diam, atau dia mati?" ancam pria bermata tajam itu padanya.
Roy mengangkat tangan, ia mengatur strategi untuk membebaskan bella. Tapi mereka seperti malaikat pencabut nyawa, yang langsung menyerang roy membabi buta bahkan tak memberi kesempatan Roy untuk sedikit bernapad.
"Kak Roy!" panggil Bella yang semakin hancur hatinya.
Roy dibiarkan tergeletak begitu saja disana, mereka membawa bella masuk kemobil dan membawanya pergi.
"Bella," lirih Roy dengan sisa tenaganya. Masih beruntung karena ia masih bernyawa dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1
"Siapa kalian? Mau apa dengan saya?" tanya Bella pada mereka. Sayangnya mereka hanya diam dan tak menjawab sama sekali, justru menutup mulut gadis itu dengan sapu tangan yang merema bawa.
Bella tak bisa berbuat apa-apa, melawan pun percuma. Hanya berharap keajaiban yang entah bagaimana caranya.