Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Kamu kenapa, Le?


__ADS_3

Leo dengan gemas memangut bibir indah itu, menye sapnya dengan kuat dibagian bawah dengan sedikit ganas dan menuntut. Bella sampai kaget kenapa Ia bisa mendadak seperti ini padanya, padahal sejak tadi pagi Ia baik-baik saja seperti biasa.


Beberapa detik kemudian Leo mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut bella dan memainkannya disana. Bella dengan spontanitas yang ada segera membalas dengan apa yang Ia pelajari saat pertama kali mereka bercumbu minggu lalu.


"Kau cepat paham dengan apa yang kau pelajari," puji Leo dengan suara seraknya.


"Kamu kenapa, Le? Ada sesuatu?" tanya Bella yang masih penasaran dengan sikap Leo yang mendadak seperti itu. Leo hanya diam memejamkan mata dan mempertemukan kedua dahi mereka disana, beradu deru napas berat yang keluar dari hidung dan bibir masing-masing


"Tidak... Hanya rindu. Aku pernah bilang bukan, jika sekali merasakannya maka itu akan membuatku terus menginginkannya, Bell."


"Kamu mau? Nanti saja kalau kita sudah pulang. Aku akan memberikannya seperti kemarin. Bukankah aku sudah mengizinkan?" bujuk Bella, yang saat itu merasa kasihan saat Leo semakin tersiksa dengan keinginannya sendiri.

__ADS_1


Tampak Ia begitu menahan semua hasratnya meski Bella telah memberi akses sejak awal. Mungkin Ia ingin menjaga bella agar tak terlalu jauh merusaknya, meski amat sulit dan terkadang menyakitkan baginya.


"Sudah, seperti ini saja. Pergilah," pinta Leo setelah menyesap bibirnya cukup lama sekali lagi dengan amat dalam.


"Aku ngga izinin kamu ke kamar mandi kalau buat_..."


"Tidak... Aku tak suka begitu, pergilah." lirih Leo saat itu. Bella mengusap tengkuknya, berjalan mundur dan masih penuh tanda tanya akan sikap Leo.


"Eh... Nita. Engga, itu Leo manggil katanya pusing. Jadi ku pijitin kepalanya bentar," kilah Bella saat itu.


Nita hanya ber'oh ria dan kemudian pergi dari hadapan Bella saat itu. Mereka kembali bekerja dengan pos masing-masing, hingga tak lama kemudian Leo keluar dengan wajah yang cukup santai tapi masih memijat dahinya yang pening.

__ADS_1


" Minum dulu," Bella meraih air putih yang ada didekatnya dan memang menjadi persediaannya saat menjaga meja kasirnya. Leo lalu pergi untuk kembali bekerja, karena biasanya saat mulai sore Resto akan ramai dan mereka akan sibuk lagi disana. Dan saat ini, mereka bersama membersihkan seluruh ruangan agar terus rapi dari segala sampah dan kotoran yang ada.


Namun saat semua pekerjaan itu Ia lakukan, Leo seperti menangkap sesuatu dari kejauhan. Dan memang jaraknya amat jauh dari sisi mata biasa, karena ada diseberang jalan dan duduk dikursi dalam diam terus memperhatikan kondisi Restaurant mereka.


"Itu bukan orang Ayah," gumam Leo dalam hati. Karena meski jarang bergabung dengan mereka, Leo amat paham dengan semua orang yang berdiri dibawah kepemimpinan sang ayah saat ini. Apalagi Tuan Respati amat jarang menerima orang baru, dan tak semudah itu mempercayai orang untuk mengawasi putranya.


"Bella?" tatap Leo berpindah pada Bella. Menangkap sudut pandang yang pas antara pria itu dan sahabatnya, fokus pada satu titik yaitu bella seorang yang tengah duduk santai dimeja kasirnya.


Siapa pria itu? Dan apa tujuannya pada Bella?


Apakah pria itu adalah komplotan orang yang akan membeli kesucian Bella? Karena Leo sempat mencari info, bahwa memang ada seorang konglomerat yang begitu gemar mengoleksi para perawan untuk Ia nikmati. Meski setelah itu langsung Ia buang seolah tak ada artinya lagi.

__ADS_1


"Brengsek!!" geram Leo yang terus menatap tajam pada pria itu disana.


__ADS_2