Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Apakah sebatas tanggung jawab?


__ADS_3

Leo segera meloncat turun dari motornya. Ia meraih wajah Bella yang tengah meraung-raung disana memeluk tasnya, dan ikut memeriksa apa yang Ia cari saat itu.


"Apa sih, Bell?" leo masi belum mengerti apa yang Bella cari saat ini.


"Uang, Leo... Uang dari ibu yang kita hitung tadi. Aku lupa masukin kedalam tas gara-gara ayah keburu narik rambutku keluar, Le. Ini gimana?" risau bella yang tampak seperti anak kecil disana.


Leo langsung membawa tubuh Bela kedalam dekap hangatnya, mengusap rambut bella agar sedikit tenang saat ini. Mereka tak akan mungkin kembali lagi kesana, karena pasti akan bertemu ayah bella kembali, dan saat itu Leotak bisa janji jika Ia akan bisa mengontrol emosinya seperti tadi karena pasti uang itu sudah ditemukan olehnya. Tak ada jalan lain, selain merelakan semuanya.


"Itu uang dari ibu, Le." rengek bella saat itu.

__ADS_1


"Uang bisa kita cari, Bell. Bukankah aku udah janji kalau kamu tanggung jawabku sekarang? yang penting kita lepas dari dia. Setelahnya, kita akan berjuang bersama. Kamu mau kan, berjuang sama aku?" tanya Leo. Bella lantas menatap Leo saat itu dengan cukup intens, mencerna semua ucapan darinya. Ia memang masih belum menegrti benar akan apa yang leo katakan padanya saat itu, tapi Ia mengangguk dan menyanggupi ajakan leo padanya.


Leo mengusap air mata bella untuk kesekian kalinya hari ini. Ia meminta bella agar tak lagi menangis dihadapannya, karena setelah ini akan mereka hadapi bersama apapun yang terjadi. Meski, belum terucap kata cinta diantara mereka. Tapi Leo menegaskan jika Bella adalah tanggung jawabnya sejak hari ini.


Bella menutup tasnya kembali dan kali ini leo yang memakainya didepan. Ia tak ingin tas itu menjadi jarak antara dirinya dan Bella saat ini, karena begitu nyaman rasanya saat Bella memeluknya sepenuh hati meski mereka belum memiliki status resmi.


Mereka tiba kembali dikost Leo. Hanya saja Leo segera pergi lagi untuk kembali ke resto, meninggalkan Bella saat itu.


"Iya," angguk Bella, lalu menerima sebungkus makanan dari Leo yang mereka beli saat perjalanan pulang. Leo hanya membeli satu, karena Ia masih mendapat jatah makan malamnya di Resto. Tomo menyimpanya karena Leo berjanji kembali menyelesaikan pekerjaan yang ada.

__ADS_1


Selepas Leo pergi, bella langsung masuk dan mengunci pintu kost itu dengan rapat. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tapi seketika melihat pada seprai yang mereka gunakan tadi pagi.


Bella segera meraihnya untuk Ia cuci malam ini juga, meski sembari melamun sedikit saat itu. Apakah yang dimaksud Leo adalah tanggung jawab padanya karena telah mengambil sesuatu yang amat berharga miliknya. Karena Bella sendiri tak mau berharap terlalu banyak pada hubungan yang mereka jalani saat ini.


"Lalu, apakah sebatas bertanggung jawab, Le? Padahal aku yang memberikannya untukmu," gumam Bella sembari terus mencuci bekas bercak yang masih tersisa disana.


Bella bukan gadis suci lagi, Ia juga pasrah akan masa depannya saat ini. Lagi-lagi Leo lah yang membuatnya semangat untuk bertahan hingga saat ini. Jika tak ada Leo, mungkin Ia sudan terjun dari jembatan yang Ia lewati saat kabur malam itu.


Lagi-lagi bayangan Leo, yang entah kenapa menyeret dirinya pada Leo di dunia nyata.

__ADS_1


"Aah... Entahlah, pusing. Mana laper," racau Bella yang baru saja menyelesaikan semua pekerjaan itu.


__ADS_2