
"Kau pasti sudah menemukan aku sejak awal, bukan?" tanya Leo lagi, bahkan pria itu masih menikmati makanannya dengan amat lahap, sembari memperhatikan wajah serius leo saat ini.
"Persis seperti Ayahmu," gumamnya dalam hati dengan tatapan dan rahang tegas leo saat memperhatikan dirinya.
Leo duduk bersandar sembari bersedekap dikursinya saat itu. Ia menunggu jawaban dengan segala rasa tenang yang Ia miliki, sesekali melirik jam dinding besar yang ada disana resto itu.
Ia menunggu kabar Roy, atau Ia menunggu waktu untuk menghubungi Bella saat ini. Ia hanya ingin memastikan jika Bella aman dari segala rasa trauma yang ada, dan memastikan untuk tak menangis lagi kesekian kalinya. Meski sebenarnya Bela sendiri sudah tidur dengan begitu pulas dikost mereka.
Pria itu tampak menyelesaikan makan malamnya dengan satu menu yang Ia pesan, dan menatap satu pesanan lagi yang Ia berikan pada Leo tapi tak disentuh sama sekali. Padahal itu adalah makanan kesukaan Leo sedari kecil dan pasti Ia selalu lahap memakannya.
"Kenapa tak makan? Kau tak suka?"
"Bungkus saja untuk sarapanku besok. Aku terlalu sering melihat dan memakannya akhir-akhir ini, rasanya aku bosan." jawab Leo dengan nada datarnya.
Pria itu tersenyum lagi, menemukan satu lagi perubahan Leo setelah jauh darinya.
__ADS_1
"Jangan berlagak seperti orang miskin. Kau tak semiskin itu hingga harus menghangatkan makanan," tegurnya dengan pelan, membuat Leo lantas menghela napas dan melirik kesana kemari untuk melihat situasi. Ia tak mau jika ada yang mendengar obrolan mereka saat ini.
" Aku hanya menghayati peran. Bukankah itu yang kalian mau? Bahkan aku tak menyentuh isi ATM itu sama sekali." balasnya.
Leo ingin pria itu segera pergi. Sudah cukup lama Leo menemani hingga meja yang ada tampak berantakan usai ditinggal pelanggannya. Untung saja tulisan close sudah diputar, dan Leo hanya harus membersihkan sisanya karena teman lain membantu saat ini.
Mereka sejujurnya seram, melihat pria yang ada dihadapan Leo hingga tak mau mengganggu sama sekali. Takut jika pria itu akan memberi masalah Leo atau resto nantinya.
"Pulanglah... Aku akan pulang jika ayah sendiri memintaku pulang. Aku sudah terlalu nyaman begini," jawab Leo. Ia juga takut jika mereka mencium hubungannya dengan Bella saat ini. Tandanya, satu lagi alasan untuk melindungi bella dalam dekapannya.
"Katakan jika kau lelah seperti ini. Aku akan membujuk ayah menjemputmu. Kau hanya tak tahu, bagaimana khawatir Ia pada putra semata wayangnya."
"Hmmmm..." jawab Leo tanpa menoleh, dengan tangan yang mulai aktif merapikan meja yang berantakan didepan matanya.
Pria itu tampak tak tega jika seperti ini. Melihat anak semata wayang tuannya bekerja rendah seperti ini demi mencukupi kehidupannya. Padahal Ia sama sekali tak pernah menjalani pekerjaan kasar selama hidupnya dirumah besar itu.
__ADS_1
Rasanya ingin meminta semua maid yang mereka punya untuk datang dan membantu Leo saat ini. Tapi itu tak mungkin Ia lakukan. Ia bahkan memotret Leo yang tengah membersihkan meja, dengan seragam lusuh dan wajah lelahnya saat itu. Yang kemudian Ia kirim pada Tuan Respati agar Ia tahu kondisi anaknya saat ini.
"Le, itu siapa?" tanya flo yang lembur bersamanya malam ini. Tapi flo sudah memakai tas dan bersiap untuk pulang karena malam sudah semakin larut.
"Itu? Cuma bapak-bapak nawarin kerjaan." kilah Leo padanya. Apalagi dengan lembaran uang yang masih ada dimeja.
"Idih... Kerjaan apaan, Le? Jangan macem-macem loh ya, inge Bella." tatap curiga flo pada Leo saat itu.
Fikirnya pekerjaan apa yang ditawarkan seoarang pria tua pada pemuda tampan macam Leo. Yang bahkan Ia sanggup memberi uang hanya dengan menemaninya makan malam ini, duduk dan mengobrol dengan santai.
Lantas pemikiran negatif pun muncul, takut Leo akan belok pada sesuatu yang aneh karena harus menanggung Bella sejak hari ini. Tapi semua fikiran itu Ia buang jauh-jauh, yakin bahwa Leo bukanlah pemuda seperti itu..
Semua telah beres, dan makanan sudah dibungkus dengan rapi. Leo segera pulang dan berterimakasih pada Roy karena telah mau mengawaso Bella dari kejauhan dan bahkan memberikan uang rokok untuknya.
Leo kemudian masuk kedalam dan melihat Bela yang sudah tidur dengan amat pulas, dan melihat cucian sepray yang ada dikamar mandi. Semuanya telah bersih dari noda yang mereka buat tadi pagi. Noda yang menandakan Bella adalah tanggung jawab Leo sejak hari ini
__ADS_1
.