Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Dooorrr!


__ADS_3

Aarrrgghhh! Pak tua itu memekik sejadi-jadinya. Dengan tembakan yang Leo berikan, sudah Tiga jari yang terlepas dari tempatnya. Leo sudah akan mengarahkan ke yang lain, tapi sayang Bella menahan tubuhnya.


"Sudah, Le. Biarkan dia menerima hukuman yang setimpal dipenjara."


"Penjara bukan hukuman buat dia, Bella. Aku akan menghukumnya lebih dari ini, hingga dia bahkan merindukan sebuah kematian." tatap Leo tajam pada pria itu disana.


Darahnya mengucur dengan deras, sederas air mata yang mengalir ke pipinya. Ia bahkan mencari apapun agar bisa membalut semua luka yang ada. Ia sudah frustasi dan sudah kehilangan akalnya disana.


Beberapa anak buah leo masuk lalu meraih tubuh pria itu untuk membawanya. Begitu juga ane, ia masuk dan menyapa leo dengan ramah sebagai sahabatnya.


"Terimakasih, Ne. Kau menyelamatkan bella,"

__ADS_1


"Itu sudah tugasku, Le. Tapi, kamu kok ganteng, Le?" tatap Ane yang melihat sisi lain Leo dimatanya. Tapi seketika menutup mulut karena leo langsung cemberut menatapnya.


"Iya, maaf..." balas Ane, tapi Leo justru tertawa melihat dekatnya mereka. Tak diduga, ane datang diwaktu yang tepat untuknya dan dapat diandalkan dalam keadaan seperti ini.


Bella segera memeluk leo dengan erat. Ia amat rindu, dan ia amat ingin tahu seberapa berat perjuangan leo untuk menemuinya dalam sebuah cerita saat telah kembali bersama.


"Dia tak menyakitimu?"


Leo mengecup kening bella sejenak dengan segala rindunya, Ia berjanji tak akan melepaskan bella lagi setelah ini dan melindunginya dengan sekuat tenaga bahkan nyawanya.


"Bukankah selalu seperti itu," balas Bella mencolek hidungnya. Keduanya tertawa bersama, lalu keluar dengan ane dibelakangnya. Leo mengajak ane pulang dan akan menjadikannya pelayan bella setelah ini.

__ADS_1


Bella merinding melihat suasana diluar kamarnya. Mayat bergelimpungan dengan darah segar yang mengucur disana, hingga Bella bingung bagaimana melewati jasad mereka semua. Ia bahkan tak dapat membayangkan leo yang baru saja bertarung dengan mereka semua. Begitu sadis, tapi untung ia tak melihatnya.


"Bukan hanya aku, tapi mereka ikut denganku."


"Sama saja. Kejam," tukas Bella. Tapi jika leo tak kejam, ia juga tak sampai disana untuk menyelamatkannya. Keduanya sudah tiba diluar rumah besar itu, Bella dan leo tetap bergandengan menuju mobilnya. Bahkan, ayah Respati ada disana dan menunggunya.


Bella bergidik melihat kondisi pak jay saat ini. Pria yang seolah tak tertandingi mendadak frustasi dan langsung kehilangan kendali diri.. Tapi degup jantung Bella lebih parah, karena untuk pertama kalinya melihat ayah leo secara langsung didepan matanya.


Perjalanan keduanya semakin dekat, dan terus mendekat pada mereka yang telah menunggu disana. Tapi, entah kenapa langkah Leo terhenti seketika. Ia menarik tubuh bella agar berdiri didepannya saat ini dan memunggunginya. Bella belum sempat bertanya ada apa, tapi sebuah bunyi datang tanpa aba-aba.


Doorrr! Suara tembakan itu mengagetkan Bella.

__ADS_1


Tak hanya Bella, tapi juga semua yang ada disana. Semua orang langsung menatap keduanya dengan cemas, terutama ayah yang masih cukup jauh disana. Ekspresi mereka itu seketika membuat wajah Bella pias, pasalnya genggaman Leo dibahunya ikut melemah setelah tembakan itu terdengar.


__ADS_2