Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Kau sangat nikmat, Bell


__ADS_3

Bella mengalungkan lengannya ke leher Leo, dengan desa han kuat ketika Leo masih begerilya menjelajahi tubuhnya dengan lidah lincahnya. Ia hanya bisa melenguh menikmati segala sensasi yang tercpta, sembari terus menggeliat membusungkan dadanya.


"Leo..." Suara Belle terdengar tertahan untuk kembali men desah dengan kuat. Tangannya merayap kekepala belakang Leo dan menyusuri setiap rambutnya yang cukup panjang dikepala, sesekali menjambaknya untuk melampiaskan rasa.


"Kau suka?" tatap Leo dengan senyum manisnya. Bella hanya bisa mengangguk dengan napas yang naik turun, dahinya juga mulai berkeringat lagi meski kipas angin telah dinyalakan didekat mereka.


Tangan besar Leo kembali membopong bella, berjalan menuju kamar baru mereka dengan kasur yang cukup besar dan empuk. Sepray baru diganti oleh bella dengan yang bersih dan harum, semerbak semakin menghangatkan suasana.


Bella berbaring disana, dan leo masih mengungkung diatasnya. Wajah sayu itu tampak amat indah dipandang mata, apalagi bibirnya yang basah karena permainan leo yang selalu bisa menyesapnya dengan brutal. Leo mengusapnya kembali dengan ibu jarinya, tapi kali ini bella seolah memprofokasi dirinya dengan menyesap dan melu mat ibu jari itu didalam mulutnya.


Leo tersenyum puas dan bahagia dengan respon bella kali ini, lalu kembali mengungkungnya menikmati tiap jengkal tubuh nyaris polos yang ada didepan mata. Dan dengan satu gerakan tangannya yang menganggur, semua sudah terlepas sempurna.

__ADS_1


Pria itu lantas membuka satu persatu yang Ia pakai. Bella kembali tersipu malu dengan pemandangan dari tubuh Leo yang begitu sepurna dengan cetakan roti sobeknya yang sempurna.


"Tatap aku, Bella." pinta Leo dengan deep voicenya yang selalu bisa menggetarkan jiwa.


Sayangnya Bella belum bisa apa-apa, Ia hanua bisa mengikuti Leo dengan segala tindakannya. Hanya membalas sedikit menyesuaikan diri atas yang leo lakukan pada tubuhnya.


Leo menyeringai puas, sesuatu dibawah sana sudah begitu lembab dan ingin segera dijamah olehnya. Dan Ia membawa jari besarnya untuk sedikit melakukan permainan disana. Membuat Bella tersentak kaget, nyaris memekik merasakan sensasi yang ada.


Bella meremas sepray dengan kuat, tubuhnya seolah dialiri listrik bertengangan kuat yang menjajahnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Leo menahan tangan Bella dengan satunya, membantu Bella mengunci diri sendiri dengan jeritan kecil yang tercipta dari bibir indahnya.


Napasnya tersengal, Ia mendapatkan pelepasan pertamanya hanya dengan jari Leo dibawah sana. Tapi tak berhenti, dan kini giliran lidah Leo yang bermain dengan lincahnya.

__ADS_1


"Masih... Ngilu, Le... Awwwh!" Bella memekik, namun Leo tak perduli dan tetap meneruskan aksinya disana. Bella mulai frustasi dan rasanya sudah tak terkontrol lagi, Ia ingin melepas Leo dari bawah sana tapi Leo terus menahan tangannya. Dan justru memperdalam permainan lidahnya yang lincah


"Leoooo!!!" Bella menjerit sekuat tenaga. Ia mendapatkannya lagi untuk kedua kalinya detik ini. Leo mengangkat tubuh dan langsung merangkak keatas tubuh Bella, terus menikmati wajah sayunya yang menurutnya amat indah dalam kondisi seperti ini.


Ia membelai wajah itu dengan lembut, lalu mengecupi lagi seluruh wajahnya dan dengan lembut mempertanyakan kesiapan Bella untuk memulai permainan inti mereka.


Namun belum sempat Bella menjawabnya. Desakan sesuatu yang besar mulai terasa membobol dirinya saat ini dengan begitu kuat. Ia merintih, hingga pada akhirnya benda itu benar-benar memenuhi dirinya saat ini.


Bella memeluk tubuh Leo dan menenggelamkan wajah di dada bidang itu dengan cengkraman yang cukup kuat.


"Kau sangat nikmat, Bell." bisik Leo dengan suaranya yang amat serak dan dalam.

__ADS_1


__ADS_2