Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Hanya 45 menit


__ADS_3

"Leo kapan pulang? Kenapa ngga bangunin?" tanya manja bella padanya.


"Aku menggendongmu hingga ke kamar saja kau tak bangun," jawab Leo sembari mengusap bahu kekasihnya itu.


Bella mengusap rambut Leo yang tampak berantakan, tetap berada dalam pelukan hangatnya tanpa beranjak sama sekali dari sana untuk sementar waktu. Ia tahu, leo akan pergi sebentar lagi karena firasatnya menyatakan seperti itu kali ini. Ia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama pria yang amat ia rindukan itu.


Bella yang yang merasa hari semakin terang itu lantas meraih Hpnya di nakas melewati tubuh leo yang ada dibawahnya. Ia lalu duduk manis mengikat rambut panjangnya yang berantakan itu untuk segera bangkit dan mempersiapkan sarapan untuk keduanya. Bertiga, jika Roy pulang kesana untuk sarapan bersama. Setidaknya Bella juga memperdulikannya.


Leo ikut duduk, memeluk bella dari belakang dan mengecupi bahunya. Bahkan naik ke leher dan memainkan hidung tepat dibelakang telinga kesayangannya itu. Membuat Bella terkekeh, dan sesekali menoleh dan membalas kecupan dibibir leo yang amat manis pagi ini.


"Kalau masih ngantuk tidur aja lagi, aku mau siapin sarapan." ucap bella dengan suara lembutnya. Tapi Leo justru bangun, ia meraih handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Hanya tinggal menunggu telelpon dari Pak hadi, maka ia akan segera pergi lagi dari sana.


Rasanya ingin segera meluapkan rasa rindunya pada bella sejak beberapa hari tak bertemu dengannya. Namun bella sepertinya tengah sibuk dengan euphoria kepulanganya dan berharap Leo lebih lama menemaninya.


"Apa dia akan kecewa jika aku pergi?" tanyanya dalam hati, dengan guyuran air shower yang tengah membasahi seluru otot yang ada ditubuhnya.


Leo kemudian keluar dengan handuk yang melilit ditubuh dan dengan rambutnya yang basah. melihat itu mata bella seketika tak berkedip dibuatnya, apalagi dengan cetakan otot yang tergambar didepan mata. Rasanya semakin mantap dibandingkan hari biasanya.


"Berhenti mengagumi. Mandilah, setelah itu kita akan sarapan bersama." ucap leo yang membuyarkan lamunan bella padanya. Bella yang memang sigap itu langsung berjalan cepat meraih handuknya, Ia masuk kekamar mandi dan segera memebrsihkan diri sesuai mau leo padanya. Sabun yang wangi dan rambut yang lembut itu selalu leo sukai darinya.


Kring.... Hp leo akhirnya berbunyi seperti yang telah fikirkan sebelumnya. Dengan menoleh kanan kiri ia mengangkat panggilan itu ditelinga  dan mendengar semua jadwal yang ada untuknya.

__ADS_1


"Satu jam lagi akan ada pertemuan, Kau sendiri yang harus datang tanpa bisa diwakilkan." Tanpa berkata apa-apa, Leo langsung mematikan panggilan itu dari Hpnya.


Leo masih dengan pakaian santainya kali ini, seragamnya kotor dan Ia tak sempat membawa ganti. Tapi ia yakin jika semua telah ia persiapkan didalam mobil dan hanya tinggal menggantiknya dalam waktu yang singkat.


"Siapa nelpon, Le?" tanya Bella yang keluar dari kamar mandi.


"Seseorang," jawab Leo dengan suara yang terdengar berat ditelinga bella. Ia sudah akan pergi lagi sepertinya.


"Sarapan dulu... Kalau mau pergi," ucap Bella yang juga tak kalah berat padanya. Tapi Ia berusaha terus senyum dan tak mau menampakkan kesedihannya. Ia berusaha tetap ceria didepan sang kekasih dan mempersiapkan pakaian gantinya saat ini.


Greeeppp! Tangan Leo meraih lengannya yang belum berbalut, karena ia masih memakai handuk saat ini.


Diputar dan dihempasnya tubuh bella hingga menabrak dinding lemari yang ada dibelangnya, lalu menyerang bibir indah itu dengan ganasnya. Bahkan begitu menutut, hingga bella kewalahan untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perlakuan leo padanya.


Bella mengannguk, lalu Ia meraih kepala belakang leo untuk memperdalam lagi pangu tannya. Ia sudah menyesuaikan diri,  dengan belitan liidah leo didalam mulutnya yang semakin membuatnya tak berdaya. Apalagi ketika Leo dapat dengan mudah menanggalkan handuknya dan memiliki akses ke daerah favoritnya.


"Akkkh!!" Bella memekik kecil ketika jari jemari besar Leo mulai menguasai dan bermain disana, dipuncak yang memang sudah mengeras dan meminta untuk dijamah pemiliknya. Siapa lagi jika bukan leo yang memang tak akan pernah puas untuk menikmati setiap jengkal tubuh kekasihnya dengan berbagai cara.


Leo menggendong tubuh polos Bella kembali keranjang mereka. Dalam posisi seperti itu mereka memulai penyatuannya, yang bella belum pernah mencobanya sama sekali. Tubuh bella melenting, kepalanya mendongak keatas ketika sesuatu dibawah sana mulai diobrak abrik dengan begitu dalam hingga penuh rasanya. 


Tubuhnya naik turun menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, dan leo membantu dengan memengangi pinggulnya untuk mulai bergerak diatasnya. Ia yang berpengalaman amat tahum jika mereka akan segera mendapat pelepasan bersama dama posisi seperti ini, dan Bella akan dengan cepat beradaptasi.

__ADS_1


Bella mulai menyesuaikan diri, tangannya mulai mengalung dileher Leo untuk menjaga keseimbangan diri dengan gerakannya. Desa han dan lenguhan itu tak terhindarkan lagi, disambut dengan rengekan manja bella yang mulai tak terkendali.


"Kenapa rasanya lebih besar dari yang biasa? Apa karena posisinya berbeda?" tanya bella dengan suara seraknya.


Leo tak menjawab, hanya tersenyum puas dan terus memainkan apa yang ada didepan mata. Tangan besar dan mulutnya aktif disana dikedua pucuk yang ada. Hingga tanpa terasa, mereka meraih puncak tertinggi dan pelepasan bersama, membuat tubuh bella menge jang lalu  seketika lunglai kehabisan tenaga. Ia terkulai lemah, menatap senyum pada leo yang membelai wajahnya.


"Apa sudah 45 menit?" tanya bella yang seakan belum puas dengan pertemuan keduanya. padahal napasnya saja masih terengah-engah, berusaha kembalii pada ritme normalnya saat ini.


Bahkan Leo dengan segera sudah membersihkan dirinya lagi dan memakai pakaian dengan rapi saat ini. Ia duduk, meraih wajah bella dan memberikan banyak kecupan disaana. Tak lupa membuka dompet dan memberikan sebuah ATM pada kekasihnya. Ia tak pernah ingin bella kekurangan, dan setidaknya Ia bisa mengalihkan kesedihan dengan isi yang ada didalamnya.


"Aku ngga butuh ini. Aku berasa kayak simpenan  Om Om kalau begini," omel bella padanya.


"Iam your sugar Dady," kecupnya hangat dibibir indah bella dalam waktu yang cukup lama. Bella hanya diam, dan berusaha mencerna semua ucapan yang datang padanya.


Bukan karena bella tak mengerti bahasa inggris, melainkan ia memahami makna yang ada. Karena setahu ella, Sugar Dady adalah ketika pria itu kaya raya meski sudah cukup tua. Tapi leo? Ia tak kaya jika manurut Bella. Atau hanya karena bella belum tahu Leo yang sebenarnya.


Leo memakai semua accesorisnya, lalu pergi lagi meninggalkan bella yang masih ada diatas ranjangnya. Bahkan Leo tak memakan sarapan yang Ia buat pagi ini, padahal bella memasak nasi goreng kesukaannya. 


"Kau masih lama?" tanya pak hadi yang telah menunggunya.


"Aku akan langsung kelokasi, bawakan seragamku kesana." 

__ADS_1


"Baik," jawab Pak hadi yang langsung menuruti perintah anak asuhnya itu. Leo langsung memacu mobil sport mewahnya dan berjalan dengan depat menuju lokasi pertemuan yang telah dijanjikan.


__ADS_2