Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Cemburu..


__ADS_3

Sreekkk... Braakkk! Bunyi terdengar cukup keras saat leo menarik tangan Bella dan menghempaskannya kedinding. Hal itu membuat Bella kaget dan tersentak, dengan sedikit rintihan dibibirnya.


Pasalnya, saat bekerja tadi ada seorang pria menghampiri bella dan sedikit menggodanya. Meski berusaha profesional dalam menanggapi pria itu, tampaknya cukup membuat hati Leo panas saat ini.


"Leo_..." omel bella saat itu. Tapi Leo tak perduli hanya berdiri dan fokus membungkuk menatap leo yang ada dalam kungkungannya saat ini, gugup dan tampak menghindari kontak mata dengan sahabatnya itu.


"Apa?" tanya lirih bella tersipu malu. Apalagi ia takut jika nanti ada yang melihat mereka berdua disana dalam posisi seperti itu, pasti akan menuimbulkan praduga meski semuanya adalah benar.


"Itu tadi maksudnya apa?"


"Apa... Apanya?" tanya Bella gugup dari pertanyaan yang terucap oleh Leo.


"Yang tadi, berbalas senyum sama cowok saat kerja. Itu kenapa?"


"Ya... Itu peofesional aja, Le. Tadi sambil nunggu kembalian, dia sapa aku dengan ramah. Masa iya aku cuekin, buat pelanggan hilang kalau gitu. Ngga sopan," Bella menggaruk lehernya saat itu meski tak gatal sama sekali.


"Lagipula, katanya aku punya kamu. Jadi ngga usah gitulah, aku ngga akan kemana-mana juga tanpa kamu. Bener kan, aku punya kamu?" timpal Bella saat itu, berusaha terus menghindari tatapan Leo yang semakin tajam padanya.

__ADS_1


"Tapi kalau ngga mau yaudah. Tandanya berarti aku masih punya kesempatan buat deket sama  cowok lain, punya kenalan, dan_..."


"Kalau aku lihat kamu deket sama pria lain... Jangan salahkan kalau aku hajar dia! Untung aja di tempat kerja," geram Leo mengepalkan tangannya


"Kalau aku yang deketin?" tantang bella pada Leo dengan senyum penuh candaan, namun balasan Leo tampak amat serius padanya seperti tak bisa sermbaranga digoda dengan ucapan itu.


"Aku akan buat kamu bahkan ngga pernah bisa keluar dari rumah, Bell. Aku akan buat hukuman ke kamu, yang akan bikin kamu ngga akan bisa berpaling dari aku, Bella Fortuna." balas Leo ditelinga bella sembari menggigit sedikit telinga nya dan turun perlahan ke lehernya.


Leo memang begitu serius apalagi dari wajah dan matanya. Bella lagi-lagi hanya bisa menelan salivanya saat itu, untung saja cici memanggil karena mereka terlalu lama didalam sana.


"Iya, ci... Sebentar," bella menyentuh dada Leo lalu mendorongnya sedikit untuk menyingkir dari hadapannya saat itu. Dan Leo menuruti maunya Bella, beranjak tapi meraih rambut panjang Bella saat melewatinya dan Ia hirup aroma harum Bella yang begitu menyegarkan baginya hingga helaian rambut itu ditarik bella dengan segera untuk ia ikat kembali.


Leher jenjang itu tampak olehnya, begitu menawan dan seolah membangunkan sesuatu dalam dirinya saat itu. Hanya Leo yang tau dan berfikir dengan keras bagaimana cara mengontrolnya saat itu. Ia juga segera keluar untuk melakukan aktifitas monoton mereka seperti biasa disana, bosan, tapi itulah yang harus mereka kerjakan dengan baik saat ini. Setidaknya sesuai rencana leo agar masih bisa menarik gaji mereka bulan ini dan segera pergi dari kota itu. 


Hingga mereka tak sadar jika sudah seminggu berlalu sejak saat mereka tinggal bersama. Masih seperti itu saja kegiatan yang mereka jalani bersama dalam kost maupun Restaurant tempat mereka bekerja. Dan dalam waktu yang cukup panjang, Leo sema sekali tak pernah berfikiran untuk kembali menyentuh bella meski Ia sempat amat ingin melakukannya saat itu. 


Hanya beberapa kali menggodanya seperti biasa, namun tak sampai ke dalam permainan sempurna, Ia bahkan  menjaga dan merawat Bella saat ia kedatangan tamu bulanan dengan nyeri perut yang amat hebat, membuat Bella semakin merasa jika leo adalah pria yang terbaik untuknya.

__ADS_1


"Psss... Stttt!" desis Leo pada bella yang tengah fokus dimeja kasirnya saat itu. Resto tengah dalam keadaan sepi, hingga Bella mulai mencoba menghitung dan merapikan semua uang yang baru Ia dapatkan di komputer kasirnya.


"Apa, Le? Ngga tahu aku sibuk kah?" tanya bella padanya tanpa menatap sama sekali dan tetap fokus pada uang yang Ia pegang.


"Bell, lihat aku." pinta Leo dengan deep voicenya, dan Bella langsung mengangkat kepala menatapnya saat itu.


"Iya, apa?" Tapi Leo tak menjawab, Ia hanya menggerakkan kepala beberapa kali kearah kiri dan meminta Bella menurutinya saat itu.


"Mau kemana? Kalau laper, istirahat aja dulu mumpung sepi." 


"Belaaaaa," panggil panjang Leo yang mulai kesal, hingga akhirnya Ia menggenggam lengan Bella saat itu dan menariknya untuk ikut dengannya. 


Kleeekk!!! Pintu ruang istirahat leo kunci saat mereka sudah masuk kedalam. Bella langsung gugup dan menoleh kesegala arah karena takut ada yang memergoki mereka saat itu.


"Le, kamu mau apa?" tanya Bella, tapi Ia belum sempat membenarkan posisinya saat Leo meraih rahang dan menerkam bibir sensualnya saat itu.


"Hmmmppphhh...." Desah bella kaget, karena aksi tiba-tiba Leo tanpa permisi sama sekali padanya.

__ADS_1


__ADS_2