
Tangis Bella terdengar sedikit mereda, meski masih sesegukan dan itu akan sulit dihentikan meski oleh Leo sekalipun. Bella saat ini masih ada dalam peluk hangatnya, dan perlahan Leo membawanya duduk diatas pangkuannya berusaha menenangkan sang kekasih dari kegalauan hati yang ia rasa.
Dalam pangkuan itu, kepala bella menyandar kebelakang tepat dibahu Leo. Sesekali terhirup aroma khas Leo disana, yang memang amat ia rindukan belakangan ini.
"Sudah?" tanya Leo, dan bella menganggukkan kepalanya lemah. Bella pun merubah posisi, seperti bayi yang didekap sang ayah dan mengalungkan tangan dileher Leo saat ini.
"Kamu cemburu?"
"Emang ngga boleh?" tanya Bella dengan suara sumbangnya. Bahkan sesekali menarik ingus yang mengganjal dihidungnya.
"Boleh, tak ada yang melarang. Apakah itu tandanya kau mencintaiku?"
"Apa itu cinta?" tanya Bella yang masih belum terlalu mengerti meski sudah amat sering mendengarnya. Bahkan kada Ia sering membaca itu di salah satu novel online kesukaannya.
"Saat kamu tak pernah ingin kehilangan aku meski sebentar saja," jawab Leo dengan segala perhatiannya.
"Bisakah tak membahas ini? Kenape begitu nyaman seperti ini?" Bella justru menenggelamkan wajahnya dileher Leo, menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya. Tapi ia juga tak akan terlelap dengan cepat, karena Ia tidur cukup lama tadi siang sembari menunggu Roy yang berjanji mengajaknya jalan-jalan.
Leo membiarkan Bella terus dalam posisi seperti itu, hanya saja berpindah sedikit agar ia dapat bersandar di ranjang mereka. Leo juga lleah sebenarnya, apalagi ia tahu sang ayah tengah mencarinya saat ini. Atau mungkin Roy yang tengah menjadi sasaran mereka disana.
"Apa yang terjadi, Roy?" fikir Leo, karena Roy tak kunjung mmeberi kabar padanya.
Untungnya setelah itu roy datang, hingga Leo bisa bernapas lega dengan kehadirannya didepan mata. Roy menatap Bella yang ada dipangkuan leo kali ini, tahu bagaimana kondisi bella yang pasti syok dengan apa yang baru saja ia temukan diluar sana.
Leo bersandar sembari mendongakkan kepalanya, sembari sesekali meregangkan otot leher yang mulai pegal. Bella terasa sedikit berat, atau mungkin memang berat badannya sedikit bertambah dari yang biasa. Tapi leo tak melihat perubahan yang signifikan dari tubuh kekasihnya itu.
"Capek ya, Le?"
__ADS_1
"Kau tak tidur?"
"Tadi udah tidur siang," jawab bella jujur. Leo hanya meliriknya dengan tajam, tapi bella tahu itu bukan sebuah kemarahan. Bella hanya tersenyum menggemaskan, lalu mendekatkan dahi keduanya.
"Kau ingat, apa yang ku katakan tentang perjuanganku untukmu?"
"Yang aku tahu, kamu cuma mau ajak aku menikah. Itu aja," jawab Bella dengan hembusan napas hangatnya, beradu dengan napas yang juga keluar dari hidung Leo.
Dada bidang pria itu naik turun, Bella menyentuhnya dan sesekali memijatnya gemas dengan telapak tangannya. Tapi mereka ingat, jika ada roy disana. Bella sadar diri dan menyingkir dari pangkuan leo dan duduk, membiarkan Leo pergi untuk membersihkan diri. Lantas bella berdiri mempersiapkan pakaian ganti.
"Aku siapin makan malam, Le." panggil bella, karena sebentar lagi memang waktu mereka makan malam. Dan akhirnya, bisa makan malam bertiga bersama roy dan itu menggembirakan bagi bella. Untungnya makanan tadi roy bawa, hingga bella tak begitu repot untuk memasak dan hanya menambah beberapa menu yang ada.
Roy keluar, sudah mandi dan segar. Ia membantu Bella mempersiapkan semua yang ada lalu menatanya diatas meja kecil mereka. Sedangkan leo cukup lama didalam sana, rupanya Ia tengah menerima telepon dari pengasuhnya.
"Kau kabur dari pertemuan. Mengejar gadis itu?"
"Tak akan ada perjodohan, Tuan. Kau terlalu berfikiran buruk pada ayahmu sendiri,"
"Rena?" tanya Leo, dan panggilan itu terdengar oleh Bella yang menghampirinya. Ia fikir Leo tengah menelpon Rena saat ini dan Ia memanyunkan bibir kearahnya.
Leo mengulur jari meminta Bella mendekat, makin dekat dan leo mengecup bibir monyong itu dengan hangat dan memperlihatkan nama yang tertera dilayar hpnya. Barulah bella tersenyum dan ber'oh ria.
"Bukankah kau tak menyukainya? Meski ayah kejam kadang-kadang, tapi Ia masih mau memikirkan bagaimana perasaanmu."ujar pak hadi, meski dengan suara yang datar dan tak terdengar membujuk sama sekali. Pak Hadi juga meminta agar leo pulang malam ini kerumah mereka, setidaknya untuk berdiskusi maslah bella bersama dan mencari solusi dari masalah yang ada.
"Kekasihku bukan masalah,"
"Tapi jila tak ditangani dengan cepat, akan menimbulkan masalah bagi semua. Kau mau?"
__ADS_1
"Baiklah... Aku akan pulang nanti," jawab leo yang akhirnya pasrah. Mereka akan membahas mengenai bella, tapi leo belum akan membawanya kesana. Bella masih harus tetap dirumah mereka hingga leo benar-benar yakin untuk membawanya.
Leo mematikan panggilan, lalu menyusul Bella dan roy yang menunggunya diluar. Mereka sudah siap, duduk bersila didepan meja yang penuh dengan makanan luar biasa.
"Kau sudah mengambil uang didalam ATMnya?"
"Sudah, Kak Roy yang mengambilnya." tunjuk Bella pada Roy, yang kemudian diam mematung menatap bergantian keduanya.
"A-aku tak mengambil lebih. Aku hanya mengambil sesuai yang bella perintahkan." Roy mengangkat kedua jarinya.
"Emang isinya banyak?" tanya bella penasaran dengan isi ATM itu.
"150 juta," jawab leo. Kini ekspresi bella tak kalah seperti roy yeng mematung mendengar angka itu. Demi apapun, bella tak pernah melihat atau membayangkan uang sebanyak itu menjadi miliknya. Bagaimana bentuknya saja ia tak dapat membayangkannya.
"Banyak banget! Leo dapet uang darimana? Kerja jadi supir juga baru sebentar. Bella ngga percaya kalau dapat uang dari tabungan itu," tatapnya penuh curiga.
Padahal baru saja dibahas, tapi sepertinya Bea lupa tangis barusan karena apa. Dan Ia lupa Leo sebenarnya bagaimana. Saat itu Leo hanya bisa menghela napasnya, ingin sekali menukik kepala gadisnya itu dengan keras hingga berteriak sejadi-jadinya.
Tap Leo memilih diam, meraih makanan dan menikmati semua. Bahkan Ia menyumpal mulut bella dengan segala macam makanan yang ad, agar ia tak bertanya lagi dan cerewet lagi. Meski cerewet itu adalah pertanda Ia memang sudah baik-baik saja.
"Kau disini, aku akan pulang." pinta Leo pada Roy. Bella hanya menatap nanar ketika mendengar, dan Leo tahu itu hingga langsung mengusap bahunya.
"Ya, aku tahu. Lakukan saja dulu sesuai perintah, aku akan jaga bella disini." ujar Roy dengan tatapan yang memang meyakinkan. Bahkan Ia bersedia jika mereka meminta waktu berdua, tapi leo menolaknya.
Usai makan malam, Bella memasangkan Jaket jeans kesayangan Leo ditubuhnya. Tak banyak kata, tapi penuh arti disetiap sentuhan yang ia berikan padanya. Bahwa Bella hanya ingin ia segera pulang dan kembali bersama.
Atau bahkan, Bella ingin keputusan terbaik didapat dari ayah Leo disana. Ia sabar menunggu, hingga saat itu tiba.
__ADS_1