
Leo berjalan menutup tirai di salah satu sisi jendel Resto. Ia lalu menatap pria itu kembali, tampaknya Ia mulai gelisah karena tak dapat menatap gadis incarannya dari tempat saat ini. Leo masih terus memperhatikannya, hingga akhirnya Ia pergi meski dengan tatapan penuh kesal. Dan entah, Ia melihat Leo melakukan itu atau tidak.
"Kenapa sih, Le? Aneh, kamu." tanya Nita disana, yang memang tengah mengelap meja bekas pelanggan mereka makan bersama keluarga.
"Ngga papa, Ta. Ada sesuatu yang ngga sedap dipandang. Kamu ngga lihat?" kilah Leo, agar temannya itu tak curiga dan makin banyak bertanya.
"Engga," geleng Nita yang terus fokus bekerja, sementara yang lain hanya menggeleng melihat tingkah aneh Leo hari ini.
Leo bahkan menanyakan Pak Brandon, tapi hari itu beliau tak ada karena menghadiri rapat dibeberapa anak cabang Resto mereka. Ia hanya bisa menghela napas pasrah, karena niatnya harus tertunda hari ini.
"Leo, kenapa?" Bella kembali bertanya dan menghampiri Leo yang duduk kesal dipojokan.
__ADS_1
"Kau mau ikut pindah denganku? Kita pindah secepatnya."
Bella kaget dengan pernyataan itu. Meskipun Leo memang pernah mengutarakan semua, tapi mereka sepakat menunggu gaji mereka cair bulan ini. Setidaknya cukup untuk modal hidup keduanya selama mencari pekerjaan baru yang lebih pantas.
Apalagi Bella, yang hanya berbekal ijazah SMA. Jika Leo jadi mengajaknya kekota besar, maka Bella akan bingung harus bekerja apa nantinya dengan ijazah itu.
"Bell?" panggil Leo, dan membuyarkan lamunan Bella saat itu.
"Kan... Gajinya belum dapet, Le. Masih dua minggu lagi, gimana mau pergi? Belum cari kost baru, belum biaya ini itu. Cari kerja juga kan, susan." Bella tertunduk..
"Aku hanya ingin kamu aman, Bell. Disini, semua mata seolah mengincarmu dariku."
__ADS_1
"Bisakah bersabar?" tanya Bella sekali lagi. Ia hanya tak ingin, hidup semakin sulit saat mengambil keputusan yang tergesa-gesa seperti ini. Tapi Ia juga ingat, bahwa Ia juga pernah lebih tak bisa mengontrol diri karena terdesak oleh keadaan.
"Iya, atau tidak? Hanya itu yang ku tunggu darimu, Bella."
"Iya, Le... Iya, tapi kita tunggu besok. Besok kita pamit sama Pak Brandon, Okey?" Bella berusaha meluluhkan hati Leo yang tengah gelisah. Dan gelisah itu karena dirinya, yang selalu ingin Leo lindungi.
"Kerja lagi, yuk? Sebentar lagi pulang. Kita ngga usah lembur, kan mau beres-beres." ucap Bella. Dan seketika itu Leo tersenyum mengusap kepala Bella, dan menarik helaian rambut lembutnya untuk Ia hirup aromanya.
"Le_..." panggil Bella sekali lagi.
"Iya, aku menyusul." jawab Leo. Tapi saat itu, Ia meraih Hp dan menghubungi beberapa rekannya untuk membatunya segera mendapat tempat kerja dan kost baru.
__ADS_1
Beruntung masih memiliki beberapa teman yang tersisa dari masa kejayaannya saat itu. Mereka yang benar-benar tulus untuk Leo dan membantunya meski dalam keadaan sulit.
Hanya sisa beberapa yang bertahan dari semua geng yang pernah Ia bentuk saat itu, saat Ia sempat ingin membuat pasukannya sendiri dan ingin membesarkan kelompok milik ayahnya. Tapi rupanya tak semudah itu, dan mungkin ini tujuan sang ayah dengan segala hukuman yang Ia jatuhkan saat ini.