Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Kamu mau, menikah denganku?


__ADS_3

Leo tiba dirumah dan dengan cepat naik setelah memarkirkan motornya. Naik kelantai atas sedikit berlari hingga benar-benar masuk kedalam rumah yang memang belum dikunci oleh bella. Leo menemukan gadisnya duduk bersila diatas sofa dengan tatapan kosongnya meski tv didepan mata masih menyala dengan sebuah drama.


"Bel_..." panggil Leo padanya. Ia melepas jaket lalu duduk disebelah bella yang bahkan tak menjawab sama sekali, bahkan haya sekedar menoleh padanya.


"Kamu belum tidur?"


"Nunggu kamu," jawabnya ketus. Jujur meski bella sering memarahinya, tapi kali ini baru Ia merasa jika bella benar-benar marah padanya hingga diam. Inilah yang disebut puncak marahnya wanita, yaitu diam dengan segala kata terserah didalamnya.


"Maaf, kalau aku ngga jujur dari awal, Bell. Tapi disana kerjaannya ngga seperti yang kamu kira, Kau hanya jadi supir yang bertugas anter jemput klien."

__ADS_1


"Kenapa di diskotik?' tanya Bella setelah leo membuka percakapan diantara mereka. Dan Lei menjelaskan semuanya dengan perlahan, bahkan semua yang akan mungkin Ia lakukan disana.


"Sudah aku bilang aku bukan orang baik, Bell. Tapi aku juga udah pernah bilang akan menjaga dan menafkahi kamu bagaimanapun caranya. Kamu milikku, kamu tanggung jawabku."


Ucapan itu lagi-lagi terdengar untuk yang kesekian kalinya dari Leo. Begitu konsisten dan pernah berubah dari setiap kalimat yang ada saat pertama kali ia ucapkan. Tapi untuk kali ini, terasa amat menusuk direlung hati bella yang terdalam, hingga tanpa sadar memancing air matanya keluar.


Leo yamg mengetahui tangisa Bella langsung meraih bahunya lalu membalik tubuh bella agar berhadapan dengannya. Ditatapnya bella dan saat ini mereka sama-sama bersila disana. Leo mengusap air mata itu dengan tangannya, berusaha memeluk tapi bella segera mendorong tubuhnya agar menjauh.


"Dan apa?" Bella akhirnya mengangkat kepalanya menatap Leo yang tengah sibuk bicara.

__ADS_1


"Dan untuk mempersiapkan pernikahan. Kamu mau kan, menikah denganku?" tanya Leo tanpa basa basi, meski tak pernah terucap kata cinta dari bibirnya untuk Bella.


Gadis itu hanya tertegun mendengarnya, masih begitu bingung dengan apa yang leo ucapkan. Lebih kepada keseriusannya saat ini. Ia juga bingung, karena sebenarnya Ia sendiri belum memiliki fikiran untuk sejauh itu dengan Leo. Hanya dengan terus bersama saja sudah membuatnya bahagia, tapi rupanya Leo memiliki pemikiran dan rencana yang lebih luas mengenai hubungan keduanya.


Leo lantas meraih tangan bella yang mungil, menggenggamnya erat lalu mengecupnya dengan hangat. meyakinkan jika apa yang Ia ucapkan itu tidaklah main-main atau hanya untuk menenangkan dirinya agar tak lagi banyak bertanya.


"Kamu mau, nikah sama aku?" Leo kembali menegaskan pertanyaannya. Bella hanya bisa mengusap air mata itu dengan lengan lalu mengangguk memberi jawaban pada leo. Dan kini Leo bisa melebarkan senyumnya begitu indah.


"Jadi, biarkan aku bekerja demi mewujudkan keinginan kita, Bell. Aku akan bekerja sekeras yang aku bisa demi keinginan kita. Meski tak bisa mewah, tapi pasti aku akan mewujudkan semuanya demi kamu. Okey?"

__ADS_1


Bella mengangguk lagi, dan Ia benar-benar tersenyum kali ini. Lalu Leo meraih tubuh mungil itu, mengangkat dan membawanya duduk keatas pangkuannya agar dapat menatapnya dengan lekat. Dagu bella ia raih lalu mengusap bibirnya yang indah dan manis itu dengan ibu jarinya yang lembut. Bella lalu meraih tangan besar leo dan mengusapkannya ke pipi dengan hangat.


"Maaf," lirihnya. Leo menjatuhkan kepalanya di dada Bella dengan tangan melingkar dipinggang mungilnya, Ia tengah merasakan degupan dijantung Bella yang berpadu dengan irama napas yang Bella hembuskan saat ini. Tak begitu cepat seperti saat itu, pertanda jika Bella sudah amat terbiasa dengan kedekatan mereka berdua yang begitu intens.


__ADS_2