Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Impas.


__ADS_3

Dooor! Tembakan itu sekali lagi berbunyi dan begitu jelas terdengar ditelinga Bella. Tubuhnya mematung seketika, bahkan untuk Berbalik saja begitu sulit rasanya.


"Leo!" Ane yang terdekat langsung berteriak dan menghampirinya. Begitu juga mereka semua yang ada disana, segera lari dan meneriakkan nama leo dengan segala perasaan cemasnya.


Bella memutar badan. Dan benar saja, Leo tengah bersimpuh dihadapannya dengan ceceran segar mengalir ditubuhnya. Bella memekik sejadi-jadinya, Ia menyusul Leo bersimpuh menghadapnya disana.


"Leo! Le... Kamu berdarah, Le." tangis Bella langsung pecah sejadi-jadinya. Tapi, Leo justru masih bisa mengusap air mata itu dengan segala sisa tenaga yang ada.


"Jangan menangis," lirih Leo. Tampaknya tembakan itu mengenai organ vitalnya, hingga ia langsung lemah seketika. Tapi berusaha kuat didepan yang tercinta.


"Gimana aku ngga nangis, Le? Kamu luka. Kamu luka demi aku, Le."


"Dia... Memang mengincarku, Bell." Napa leo mulai berantakan. Semua orang yang ada saat ini berusaha mencari siapa pelaku penembakan itu, yang tampaknya bersembunyi disuatu tempat.

__ADS_1


Hingga akhirnya ayah respatilah yang menemukannya karena melihat senjata laras panjang ada diatas atap sana. "Rena," tatap ayah tajam dan begitu fokus padanya. Bahkan gadis itu tampak akan sekali lagi lago menembak, seolah belum puas jika leo belum mati ditangannya saat itu.


Tapi Ayah cukup sigap. Ia meraih sebuah pistol ditangan sanh bodyguard, lalu Ia secepat kilat menembakkannya pada Rena.


Dooor! Mengenai, tepat didahinya saat itu.


Tubuh Rena seketika membeku, Ia langsung jatuh dari atap rumah itu kebawah. Mungkin tulangnya remuk dan hancur seketika.


"Renaaaaa!" pekik Pak Jay melihat sang putri mati seketika. Ia ingin berlari dan segera memeluknya, tapi mereka terus menahan hingga ia tak bisa pergi dari sana sama sekali.


"Anakmu saja mau membunuh anakku. Apa kau mau juga, karena kau telah menyakiti menantuku?" tatap datar ayah padanya.


Pak jay seketika diam dengan napasnya yang tersengal. Tapi dengan gerakan cepat ia meraih pistol pria yang menahannya saat ini. Bukan karena ingin membalas, melainkan ia menembak keningnya sendiri.

__ADS_1


Dooorr! Satu kali, tapi membuatnya langsung tergelatak tak bernyawa. Benar-benar merindukan kematian, bahkan leo belum sempat memberi hukuman itu padanya.


Kembali lagi pada leo yang berlumuran da rah segar disana. Bella menggenggam tangan dan menahan deraian air mata untuknya meski itu sulit. Teramat sulit yang bahkan sebenarnya ia ingin meraung melihat tubuh lemah pria yang ia cintai disana tergeletak tak berdaya. Kemudian anak buah yang ada segera mengangkat tubuh itu dan membawanya ke Rumah sakit agar segera mendapat pertolongan terbaik.


Saat itu tangan dingin Leo melepaskan genggamannya. Dan saat itu juga, Bella merasakan genggaman leo begitu lemah padanya.


"Dia ngga papa. Yakin, Leo tak selemah yang kita kira." bujuk Ane yang mengusap bahu bella.


Ayah respati ikut kedalam mobil leo saat itu. Dan bella dibawa axe untuk naik ke mobil satunya bersama ane disana, sementara yang lain mengurus jasad yang ada untuk menyerahkannya pada pihak berwajib. Meski entah bagaimana nanti, dan apa laporan yang akan dibuat karena begitu banyak kasus yang seharusnya mereka hadapi.


"Kak Axe, kenapa bawa Bella kearah sini? Bukankah harusnya ikut ke Rumah sakit?" tanya Bella ketika axe membawanya berbelok dari mereka.


"Tuan memintamu pulang kerumah."

__ADS_1


"Rumah? Ngga mau, Bella mau sama Leo. Ngga mau pulang! Tolong Kak, bawa Bella sama Leo." rengek Bella padanya. Tapi itu perintah Ayah Respati, dan Axe sama sekali tak berani menentangnya kali ini.


__ADS_2