Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Amarah Leo Respati


__ADS_3

Leo segera menghampiri lokasi tempat dimana Ayah bella ditemukan. Mereka masih ada disana dan membungkus tubuh itu dengan kantong mayat yang ada, dan untungnya mengizinkan ketika leo ingin melihatnya.


"Siapa yang melakukan ini? Kau harusnya mati ditanganku," ucap leo saat itu dengan suara lirihnya. Ia memastikan jika komplotan mereka adalan penculik kekasihnya, tapi mengapa mereka harus membunuh Tama dengan cara sadis seperti ini seakan sudah tak berguna lagi.


"Tuan kenal dengan dia?" tanya polisi padanya.


"Dia, ayah dari calon istri saya. Tapi, kami hanya pernah bertemyu sekali sebelumnya." jawab leo sejujurnya.


Polisi hanya mengangguk dan kembali membawa mayat itu untuk di outopsi. Tapi yang paling jelas adalah, bau alkohol yang begitu kental dimulut tua bangka itu serta bau aroma Bella disana.


Ya, berarti sebelum mati Ia sempat menyentuh Bella dengan tanganhya.

__ADS_1


Leo menghubungi beberapa anak buahnya. Mengajak mereka berkumpul di satu tempat untuk merundingkan sebuah penyerangan ditempat yang Ia duga ada tempat mereka menahan bella.


Tak perlu banyak diskusi, mereka segera pergi menuju lokasi itu bersama. Sebuah club, yang sempat ia baca dari seragam pria kala itu yang menyebarkan berita pencarian akan bella. Mereka turun bersamaan dan masuk kedalam dengan kepemimpinan Leo berada paling depan.


"Hey! Siapa kalian?" tanya penjaga yang ada disana. Tapi Leo hanya diam menatapnya, tangan itu meraih leher pria itu, mengangkat lalu menghempasnya jauh dari hadapan mereka.


"Aaarrrkhh! Kalian siapa?"


Axe yang saat itu menghampirinya dan mempertanyakan Bella padanya. Tapi pria itu kekeuh tak membertahu, bahkan ia tak sama sekali tahu dengan nama yang diucapnya saat itu..


Mereka masuk, tanpa aba-aba Axe dah rombongan mengacungkan pistol pada semua orang yang ada disana. Sontak saja semua berteriak ketakutan dan berhamburan keluar dari tempat itu. Beberapa orang pegawai dan bodyguard mulai berdatangan untuk melawan mereka semua.

__ADS_1


"Kau keatas, kami akan hadapi mereka." titah Axe pada sahabatnya, agar ia memfokuskan diri untuk mencari bella disana. Mereka membentuk tameng untuk menghindarkan Leo dari serangan mereka semua.


Kini Leo benar-benar ada diatas. Ia menyusuri setiap ruangan dan kamar yang ada disana. Tapi, bella sama sekali tak Ia temukan keberadaannya. Ia mulai frustasi dan merusak semua barang yang ada dihadapannya saat itu.


Hingga Leo tiba disebuah kamar yang paling besar diantara yang lainnya. Aroma bella kental disana, pertanda jika bella memang sempat ada untuk beberapa saat. Hal itu membuat Leo semakin geram, Ia memekik sejadi-jadinya dengan segala amarah yang ia punya.


Sebuah pisau ia ambil disana, dimeja yang ada dikamar itu. Pisau itu ia bawa kebawah, berjalan turun dengan segala emosi yang semakin menjadi.


"Dimana Bella!" pekik Leo dengan mata iblis berdarah dinginnya. Axe dan kawan-kawan sudah tak bisa melerai lagi jika leo dalam mode seperti ini, mereka sedikit menyingkir dan hanya bisa melihat apa yang terjadi.


Saat itu, Leo hanya dengan pisaunya menyerang mereka semua disana. Ia sudah tak dapat dihentikan lagi, apalagi mereka semua mengunci mulut atas keberadaan Bella ditangan bosnya.

__ADS_1


"Aaarrrghhh!" Leo menghunus seorang pria disana, dan kini leo bermandikan da rah segar akibat kelakuannya. Sama sekali tak muak, tapi itu seperti aroma segar pemacu semangatnya saat ini.


"Hancurkan semua yang berhubungan dengan mereka, hingga Bella kita temukan." ucap Leo dengan wajah devilnya.


__ADS_2