Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Jaga diri, Le.


__ADS_3

Bella memang sudah melihatnya. Apalagi tampak olehnya seorang gadis berpakaian minim itu tepat ada didepan mata kesayangannya. Dandanannya yang cukup rapi pertanda gadis itu pandai memoles dan merawat diri.


"Aaaaaaah.... Itu kenapa ceweknya begitu?" rengek Bella. Ia lalu membuka bagian atas kaos oblong yang Ia pakai dan memperhatikan isi didalamnya.


"Huaaaaa... Bedanya jauh banget. Leoooooo!" kesal Bella yang mulai gelisah pada apa yang ia lihat barusan.


Bella seketika gelisah. Cemburu, gerah, dan bahkan ingin marah. Namun, Ia tak bisa berbuat apapun kali ini karena Leo sendiri meyakinkannya agar tak terlalu mencemaskan hal ini.


Bella menghella dan menghembuskan napasnya berkali-kali agar tak memikirkannya lagi, meski rasanya masih gelisah tak karuan rasanya.


"Udah ah, tidur aja. Kesel aku," gerutunya, kemudian berdiri dan membalik badan masuk kedalam kamar Leo. Setidaknya, disana ada aroma Leo yang sedikit bisa menenangkan dirinya.


*


"Rika, ada apa?" tanya Leo pada rekanĀ  kerjanya itu.


"Kamu ngobrol sama siapa? Serius amat."


"Ngga serius, cuma ngobrol. Dia calon istriku," jawab Leo dengan santai menghabiskan minuman dicangkirnya.

__ADS_1


Rika merubah mode wajahnya sedikit kecewa bahwa Leo telah memiliki calon istri. Dari sekilas pandang, gadis itu cantik menurutnya dan polos tak seperti dirinya dengan pekerjaan yang ia miliki.


"Calon istri? Seyakin itu kamu, Le?"


"Ya... Kenapa?"


"Ngga papa sih. Ini, aku ada makanan buat kamu. Sebagai tanda terimakasih karena kami selalu ada kalau aku butuh dianter jemput, atau bahkan mau anter ke kamar kalau mabuk." jawabnya memberi sekotak makanan. Sepertinya makanan mahal, dan Leo dulu sering menyantapnya bersama para sahabat yang ada.


"Makasih. Tapi aku udah kenyang, buat calon istriku aja deh dirumah." balas Leo. Rika menggigit bibir bawahnya seketika.


Sebenarnya kesal karena Ia ingin Leo yang memakannya, karena Ia hanya ingin menemaninya saat ini. Tapi Leo begitu perduli dengan wanita yang Ia bilang calon istri itu, yang bahkan rela lapar demi gadisnya disana.


"Weh... Makanan lagi? Ini baru dapet dari Rika," jawab Leo tanpa basa basi.


"Lah, jadi gimana? Mau ngga? Kalau ngga mau, kasih yadi aja." tawar Ane. Ia lebih santai jika dengan Leo, tak seperti Rika yang tampak benar menaruh perasaan pada pria itu.


"Jadi deh... Buat gue. Yang itu buat binik dirumah. Kasihan, dia nunggu gue pulang mulu." balas Leo.


Ane hanya mengangguk dan menepuk bahu Leo saat itu. Ia amat respect dengan leo yang amat menyayangi gadisnya. Yang bahkan mampu membawa makanan demi dia kerumah.

__ADS_1


Rika menghela napas kesal. Ia ingin pemberiannya yang dimakan Leo, tapi justruh milik Ane yang Ia ambil. Ia menyisihkan uang membelinya untuk Leo untuk mencari perhatiannya. Karena Ia akui memang nyaman ketika bersmaa Leo meski hanya sekedar ngobrol biasa.


"Le, aku kerja dulu." pamit Rika padanya. Leo hanya mengangguk, dan ane memperhatikan gelagatnya sejak tadi. Ia juga memperhatikan makanan yang rika bawa untuknya, yang memang ia tahu adalah makanan yang cukup mahal untuk orang sekelas dirinya.


"Dia perhatian bener ama Lu?"


"Sama kayak Elu. Perhatian juga kan?"


"Tapi beda, Le. Tapi... Entahlah. Hati-hati saja denga hati kalian, seperti aku menjaga hatiku untukmu."


"Maksud?" tanya leo memicingkan matanya.


"Jaga diri aja. Disini terlalu banyak yang mengagumi Loe, Le. Mereka bisa melakukan banyak hal demi mendapatkan Loe." ujar Ane padanya.


Meski paham, tapi leo pura-pura tak mengerti dengan apa yang diucapkan. Ia hanya ingin bekerja dengan fokus, hingga menunjukkan pada ayah segala tantangan yang berhasil Ia taklukan.


" Setelah itu, aku akan membawa bella sebagai calon menantunya. Hhh,"


Leo yakin untuk kali ini ayahnya pasti setuju. Ia juga tahu, jika mereka tengah mencarinya saat ini. Atau mungkin sudah tahu dimana Leo sebenarnya ditempat baru.

__ADS_1


__ADS_2