Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Bongkar celengan


__ADS_3

Hari berganti dan kini mulai gelap lagi. Leo tampak tengah istirahat duduk dan bersandar disalah satu kursi tamu yang ada. Ia memejamkan matanya sejenak dengan semua lelah yang menerpa, hingga tak lama kemudian Bella datang menghampirinya dengan perlahan.


"Le_..." panggilnya dengan ragu. Pasalnya Leo tampak begitu tenang seolah tak ingin diganggu siapapun saat ini.


"Hmmm? Ada apa?" tanya Leo tanpa membuka mata sama sekali.


Bela memainkan jari-jarinya, Ia tampak sungkan untuk meminta tolong lagi pada Leo saat ini. Wajahnya amat lelah, pasti butuh ketenangan ekstra. Bella hanya menghela napas dan membalik tubuh untuk menunda pembicaraan. Tapi saat akan pergi justru Leo mencekal tangannya dan menahan untuk pergi.


"Ada apa?" tanya Leo yang akhirnya membuka mata lalu membenarkan posisi duduknya.


"Minta anter pulang sebentar. Aku... Ngga ada baju lagi, masa mau pakai baju kamu terus."

__ADS_1


"Aku lembur, besok aja." tolak Leo.


"Tapi... Aku udah izinin ke Pak bran, Le." ucap Bella sembari menggigiti bibir bawahnya. Leo tampak menghela napas panjang, dari situ Bella melihat Leo mulai jengah. Tapi rupanya, Ia justru mengambil jaket dan menggandengnya keluar dari Resto dan pergi naik motornya.


Jaket itu Ia pakaikan ke Bella agar tak kedinginan. Ia pamit lagi pada para sahabatnya untuk mengantar bella kali ini. Mereka semua paham, bahkan jika hari ini mengambil jatah libur lebih untuk menyelesaikan urusan bella agar segera tentram. Leo tampak antusias, Ia juga menyetir motornya dengan cukup kencang agar segera tiba dirumah Bela yang sebenarnya cukup jauh dari lokasi mereka saat ini.


"Stop dulu, Le." tepuk Bella pada pundak Leo saat ada diujung gang rumahnya. Leo langsung berhenti seperti yang Bella minta, dan mereka sejenak melirik kearah rumah yang tampak sepi itu dari kejauhan.


"Bener, sepi." lirih Bella yang perlahan turun dari motor leo. Ia melangkah dan mencari kunci cadangan yang Ia taruh dibawah batu. Ia selalu menaruhnya disana untuk dirinya sendiri karena sang ayah memiliki kunci yang Ia pegang sendiri.


Bella dengan yakin masuk kedalam rumah, dan Leo mengikutinya dari belakang sembari melihat-lihat isi rumah tua itu. Leo baru sekali diajak masuk, karena selama ini selalu menunggu diujung gang sana sembari terus mengawasi.

__ADS_1


Bella meninggalkan Leo dan masuk kedalam kamarnya. Ia meraih ransel dan membawa beberapa pakaian yang ia butuhkan selama pelariannya, meski Ia tak tahu lagi kapan akan kembali. Atau bahkan tidak sama sekali. Ia sudah terlalu jengah dengan semua keadaan yang ada dan tak perduli lagi dengan rumah atau ayahnya saat ini.


Leo terus melihat isi rumah itu, menatap dinding yang penuh dengan foto jadul keluarga bella saat masih lengkap dengan ibunya. Tubuh bella tampak masih sedikit berisi saat itu, tak seperti sekarang yang kurus dan mungil.


"Tapi kecil begitu, tetap_..." Leo mengangkat kedua tangan dan membentuk cekungan dikeduanya seperti Ia tengah menggenggam sebuah bola. Entah apa yang Leo bayangkan, bahkan Ia tersenyum sendiri saat itu sembari menggerak-gerakan jarinya.


"Le, tolongin." pekik Bella dari dalam kamarnya. Leo segera datang untuk membantunya saat itu.


"Apa?" tanya Leo. Rupanya Bella meminta Leo mengambilkan sesuatu yang ada diatas lemari dan Ia tak sampai untuk meraihnya.


"Celengan?" tanya Leo, mendapati sebuah celengan yang sudah amat berdebu itu. Entah sejak kapan Bella menyembunyikannya disana, seperti itu harta peninggalan ibunya yang berharga

__ADS_1


__ADS_2