Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Melamar jadi supir


__ADS_3

Motor sport silver itu melaju dengan cepat menuju sebuah hotel besar ditengah kota. Leo diajak bekerja disana atas rekomendasi beberapa kenalan Roy, dan leo segera menghampiri tanpa banyak pertimbangan lain dalam fikirannya.


Leo bukan sebagai pelayan disana, melainkan akan bekerja sebagai supir nantinya. Hotel itu memiliki club yang tak kalah besar dilantai dasar, yang setiap harinya begitu ramai dan kadang butuh supir untuk memarkirkan mobil ketika datang.


Leo juga akan mengantar para tamu yang mabuk kekamarnya, atau bahkan para penari dan gadis pesanan yang akan menghampiri para pelanggan menemui mereka. Yang jelas, hotel itu tak hanya terbatas dengan beberapa kegiatan tapi memiliki banyak cabang bisnis disatu tempat yang ada.


Leo mulai masuk ke club untuk bertemu dengan atasan yang tekah mengatur janji padanya. Suasananya amat ramai meski masih siang,  dengan suara dentuman musik yang memekakan telinga, dan cahaya lampu yang menyilaukan mata. Leo sudah tak asing dengan itu semua, hanya saja Ia sudah beberapa bulan vacum dan takut kembali tergoda dengan kehidupan nikmat itu kembali.


"Selamat siang, Tuan. Saya Leo, yang melamar bekerja menjadi supir dihotel ini." sapa Leo pada seorang pria paruh baya yang duduk santai dikursinya itu.


Pria itu lantas menatap leo dari atas hingga kebawah, memperhatikan semua yang ada pada leo saat ini. Bentuk tubuhnya, wajahnya, dan apa yang Ia pakai semuanya Ia perhatikan secara runut dengan matanya yang tajam.

__ADS_1


"Kamu, jadi supir? Yakin?" tanya pria itu yang tampak meragukan Leo.


"Iya Pak, kenapa?" tanya Leo heran.


"Saya lihat dari penampilan kamu, sepertinya ngga pantes jadi supir. Justru saya fikir kamu pelanggan VIP disini," jawabnya terus terang. 


Leo hanya menggaruk kepala mendengarnya. Ia memang tak meyakinkan jika melamar bekerja sebagai supir, apalagi dengan penampilannya yang proporsional dan mendukung seperti ini. Saat melamar diresto saja, Pak Brand meragukan hanya karena melihat motor yang Ia pakai. Apalagi tampak leo justru seperti seorang pimpinan dan bukan sekedar berndalan kota yang butuh kerja.


Leo akhirnya diterima bekerja di hotel itu sesuai dengan bidang yang telah dibicarakan sebelumnya. Ia mendapat pelatihan kecil sebelumnya. Namun karena rupanya sudah mahir tanpa perlu banyak diarahkan, Leo akhirnya bisa dilepas melakukan tugas seperti seniornya yang lain.


Ia sudah berkenalan dengan beberapa pekerja disana dari berbagai bidang yang ada. Penari, Dj seksi, dan bahkan para wanita yang memang bekerja menjadi teman tamu untuk minum hingga tidur. Pemandangan yang ada disana benar-benar membuat mata Leo perih, bisa salah arah jika Leo tak bisa menjaga dirinya dengan baik selama bekerja.

__ADS_1


Hari sudah mulai sore, dan Leo masih saja disana untuk hari pertama yang cukup sibuk. Ia bahkan lupa memberi kabar bella jika Ia sudah diterima untuk pekerjaan barunya hari ini.


"Tapi... Kalau tahu aku kerja ditempat kayak gini, gimana?" gumam Leo yang ragu memberi kabar bella saat itu.


Ia menggenggam erat hpnya seraya memikirkan bagaimana caranya memberitahu bella. Ia tak ingin fikiran negatif datang nantinya, membuat Bella berfikir macam-macam akan Loe nantinya. Dan dalam kegalauan itu, Ia justru tak sengaja menabrak seorang gadis yang tampaknya juga bekerja disana denganya.


"Hey!" pekik gadis berpakaian minim itu.


"Sorry," ucap Leo yang dengan cepat mengambilkan tasnya yang jatuh dan memeberikannya lagi.


Seperti bosnya tadi, gadis itu kira leo adalah seorang pengunjung yang mencari kesenangan. Ia menatap wajah tampan leo dan mendekat berniat untuk menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2