Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Untung sudah gosok gigi


__ADS_3

"Ya... Usahakan sedikit lebih besar dan memiliki Dua kamar. Aku bersama Bella," titahnya pada mereka. Setelah itu, Leo kembali bekerja seolah tak terjadi apa-apa barusan.


Ia selalu bisa profesional, walau tatapan tajamnya tetap bisa mengawasi bella yang disna. Ia terus memperhatikan setiap orang baru yang masuk, berjaga-jaga dengan ketat jika salah satu dari komplotan itu datang menyamar sebagai pelanggan.


Untung saja mereka tak senekat itu. Bahwa hingga waktu mereka pulang, semua tetap aman dan terkendali seperti sebelumnya. Itu membuat leo sedikit melega.


"Tumben kalian ngga lembur? Biasanya lembur terus ngga kenal waktu," tanya Flo.


"Ya, ada urusan dikit, Flo. Besok kami lembur lagi, lumayan bonusnya. Aku pamit, bye...." lambai Bella pada rekannya itu. Ia segera naik kemotor Leo dan pulang menuju kost mereka.


"Tadi ada apa sih?" tanya Bella lagi, masih penasaran dengan gelisahnya leo.


"Tidak ada... Hanya ingin secepatnya pergi, dan kita tenang." Leo menggenggam tangan Bella yang melingkar dipinggangnya dengan erat. Bella hanya semakin mendekatkan tubuhnya bersandar dipunggung Leo, hingga mereka tanpa jarak sekarang.

__ADS_1


Bella dan Leo tiba di kost mereka. Saat itu Bella langsung masuk dan membersihkan ruangan dari sampah dan merapikan beberapa pakaian yang ada. Sebenarnya berat, karena Ia sudah terlanjur nyaman dan memiliki begitu banyak kenangan disana.


"Kita akan buat kenangan baru yang lebih indah," ucap Leo yang mendadak berdiri dibelakang Bella dan ikut menatap semuanya dengan wajah datar.


"Bikin kaget," omel Bella, yang nyaris saja memukulkan sapu yang Ia pegang pada tubuh sahabatnya itu.


"Kenangan itu, buat orang yang mau berpisah kan, Le? Kamu mau tinggalin aku?" tanya Bella, yang kembali menatap kearah depan meski tak ada objek sama sekali disana.


"Berjanjilah untuk tak saling meninggalkan, Bell." Tangan besar Leo mulai meraih pinggang ramping Bella dan membawanya mendekat. Ia membuat Bella ada didepan tubuhnya dan memeluknya dari belakang dengan begitu erat, mengecupi punggung dan sesekali belakang telinga Bella dengan gemasnya.


"Leo... Mau ngapain? Ini geli," Bella agaknya mulai curiga dengan aksinya saat itu. Tapi Leo hanya tersenyum, dengan cepat Ia membalik tubuh Belka hingga mereka berhadapan mata bertemu mata.


Tatapan posessif lalu Leo berikan sembari mengusap bibir Bella dengan ibu jarinya, dan bahkan memasukkan sedikit kedalam bibir mungil itu.

__ADS_1


"Eeehmmmhhh...." Spontanitas Bea membuat Leo terkekeh, saat Bella justru melu mat ibu jari besar itu dengan bibirnya yang sensual meski dengan memejamkan matanya. Ia justru kembali menatap Leo saat pria itu mencabutnya dari sana.


"Kau suka?" goda Leo, membuat raut wajah Bella berada diantara malu dan kecewa. Ia bahkan memukuli dada Leo beberapa kali untuk melampiaskan semuanya, dan....


Greep! Leo meraih dagu Bella lagi untuk mengambil alih bibir manis itu dengan bibirnya.


'Untung aku udah gosok gigi tadi,' gumam Bella dalam hati.


Leo tampak begitu menikmatinya, panguutan itu semaki dalam dan posessif menguasai pemilik bibir itu sendiri. Bella berusaha menyesuaikan meski dengan napas yang mulai tersengal. Keduanya saling bertukar saliva dan saling membelit lidah dengan begitu panas disana.


"Sssssttt... Leo," Bella melepaskan panguttan itu saat Leo menggigit bibirnya sedikit perih. Dan Leo hanya tersenyum, Ia meraih pinggang Bella dan mengangkatnya ke sebuah meja yang ada disana. Satu-satunya meja, yang sesekali Ia gunakan untuk menaruh barang.


Bella spontan mengalungkan lengan di leher Leo, yang saat ini berdiri sejajar denganya. Dan untuk kesekian kalinya, jantung Bella terasa begitu berdebar dengan tatapan Leo yang begitu tajam dan menusuk relung hatinya yang terdalam.

__ADS_1


Fikiran lantas menerawang, apakah Leo ingin melakukannya lagi saat ini?


Tapi mereka sendiri telah memantapkan hati untuk saling memiliki, meski belum memperjelas hubungan atau bahkan mengucap kata cinta satu sama lainnya.


__ADS_2