Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Cinta atau bukan?


__ADS_3

"Nih..." Leo memberikan kunci calon tempat baru mereka, dan bilang jika tempat itu cukup besar dibanding dengan apa yang mereka miliki saat ini.


"Ada dapur?" tanya Bella, yang sebenarnya suka masak. Dan sejak bersama Leo, ia ingin memasak untuk sahabatnya itu untuk sarapan dan makan malam bersama. Hanya itu impian sederhana Bella untuk mereka saat ini.


"Ada... Dapur ada, kamar Dua, ruang tamu, kamar mandi. Gede pokonya, nyaman." jawab Roy mewakili Leo yang masih diam disana dan santai memainkan Hpnya.


""Iya, Le? Tapi itu mahal ngga, Le? Kalau mahal jangan, Le. Nanti uang kita ngga cukup, kita haru nabung Le... Buat_..." Mulut cerewet itu langsung dibekap dengan tangan besar Leo, lalu menyeretnya masuk kedalam kamar mereka agar diam.


"Mandi, istirahat karena ini sudah malam. Ngga usah cerewet, itu semua urusanku," balas Leo padanya tanpa membuka bekapannya, dan Bella hanya mengangguk pasrah dengan apa yang dikatakan Leo saat itu. Tangannya meraih handuk, lalu berlari kekamar mandi setelah leo melepas tangan dari mulutnya.

__ADS_1


"Aku keluar lagi, mau ngobrol sama Roy!" pelik Leo dari luar, dan bella hanya menjawab seadanya saat itu.


Leo menghampiri Roy, Ia menutup pintunya dan duduk diteras untuk berbicara sesuatu yang mulai serius diantara mereka. Apalagi Roy mempertanyakan keputusan Leo yang cukup tergesa-gesa untuk pergi dari kota itu menuju kota lain membawa bella.


"Loe begitu perduli sama bella, Le. Loe cinta dia?" tanya Roy padanya.


" Gue sendiri belum bisa itu memastikan cinta atau bukan, Roy. Hanya saja, Bella itu jadi tanggung jawab gue sejak_..." ucapannya terputus, seakan berat mengakui semuanya karena Ia akan kembali dicap baji ngan speerti sebelumnya.


Hingga akhirnya Leo menceritakan pasal kejadian waktu itu yang membuat Leo melakukan itu demi Bella, meski Ia tahu masih banyak cara untuk melindungi dirinya. 

__ADS_1


"Bella yakin jika Ayahnya akan berhenti setelah tahu yang mereka incar itu hilang, Roy."


"Dan apakah Dia sudah tahu mengenai anaknya?" tanya Roy, dan Leo menggelengkan kepalanya lemah.


"Itu tandanya, DIa masih berfikir jika Bella masih seperti yang dia fikirkan, Le. DIa akan terus mengejar hingga dapat apa yang diinginkan."


"Aku tahu, maka dari itu aku ingin segera membawa bella pergi dari sini." balas Leo, dan juga menjelaskan mengenai beberapa orang yang Ia dapati diam-diam mengawasi bella dari kejauhan. 


Andai Ia tak bisa mengontrol emosinya, semua akan berantakan dan bella akan terlantar tanpanya nanti. Hanya itu yang Ia takutkan, hingga Ia harus bisa mengontrol diri sekuat tenaga bagaimanapun caranya. Yaitu, agar Ia tak harus meninggalkan Bella dikemudian hari dengan ego yang tak bisa Ia jaga.

__ADS_1


"Ayah tahu?" tanya Roy, mengingatkan Leo pada ayahnya disana. Dan Ia tak tahu bagaimana reaksi Sang Ayah pada Bella nantinya apalagi dengan keadaan mereka berdua.


"Hanya seseorang yang pernah menghampiri gue, tapi entah sampai mana yang dia tahu tentang gue dengan pencariannya." jawab leo, yang kemudian menyulut crutu yang Ia apit dikedua jari, lalu menghisapnya dengan kuat. Menghembuskan asap putihnya yang tebal keudara agar bebera terbang sesuai maunya. Meski Ia tahu, benda itu bahkan tak bernyawa.


__ADS_2