
Suara desa han itu memenuhi mobil yang mereka tumpangi. Mobil itupun bergoyang sesuai irama percintaan dua orang yang ada didalam sana. Dua insan dengan hawa panas ditubuhnya tak bisa menahan hingga tiba ke appartemen yang awalnya mereka janjikan bersama.
Leo duduk dikursi setirnya, dengan cerutu dan bersandar santai berbatar tirai diantara mereka yang ada dikursi bagian belakang. Leo memasang headset agar ia tak terkontaminasi dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Kagak bisa tahan dikit apa?" gumamnya, tapi Ia sendiri tak bisa menyalahkan mereka semua. Karena dirinya sendiri juga tak akan bisa menahan pesona bella dan bisa mener kamnya kapan saja dan dimana saja.
Mobil berhenti dengan guncangan kerasnya. Leo membuka headsetnya menarik kembali tuas kursinya agar kembali tegak dan siap untuk berjalan seperti semula.
"Le... Berhenti, Le." panggil Ane yang ada dibelakang sana. Leo hanya menurutinya dan menunda keberangkatan mereka kali ini.
Ane membuka tirai mereka. Tampak seorang pria tengah merapikan pakaiannya, begitu juga dengan ane yang sudah tak segan lagi didepan Leo. Toh, Leo juga seolah tak pernah bisa tergoda oleh yang lainnya.
Pria itu tampak keluar, dan tak lupa menyelipkan lembaran uang di dada Ane sembari sesekali tangan nakal itu mere masnya dan membuat ane memejamkan mata.
"Ini tips buat kamu. Sesekali nyicip dollar," ucap pria itu. Ane semringah, dan langsung mengecupi pipinya dengan ceria. Pria itu segera keluar, Ia memanggil taxi yang lewat didepan mata dan menaikinya segera.
Ane yang sudah kembali merapikan dirinya lalu berpindah dengan cara melangkah dari belakang kedepan. Memang sudah tak asing lagi dengan Leo, karena Leo tak pernah munafik dengan keadaan dirinya.
"Nih_..." Ane memberikan dollarnya pada Leo.
"Seratus dollar? Gilak... Ini banyak woy! Kenapa luh kasih gua?" kaget leo yang membulatkan matanya.
"Gua udah dapet banyak, cukuplah. Ini buat binik lu dirumah, kasihan gua. Ditinggal mulu ama lakiknya," canda Ane yang mulai merapikan Make upnya.
Leo tak lupa berterimakasih dengan apa yang Ane berikan padanya, Ia kantongi dan Ia segera menyalakan mobil untuk kembali ke clubnya.
"Jam kerja gua abis, gua pulang dulu." pamit Leo, yang memarkirkan mobil dan meraih motornya.
Ane hanya mengangguk, karena memang sudah begitu banyak yang Leo jemput dari siang hingga tengah malam ini. Entah kenapa, memang begitu banyak orang yang nyaman dengan jasa leo untuknya. Jujur, gesit, dan selalu dapat diandalkan. Itu semua adalah review dari mereka untuk Leo, yang sering kali mendapat bintang Lima dari pekerjaannya.
"Eh... Makanan Lu tadi?"
"Oh iya, lupa." Leo menepuk jidatnya. Ane segera meraihnya dimeja dan memberikannya pada leo untuk Ia bawa pulang segera.
__ADS_1
Ane juga tahu, saat ini ada yang mengawasi mereka dari belakang sana. Siapa lagi kalau bukan Rika. Ia juga tahu bagaimana ekspresi rika kala ini pada keduanya.
"Byeee..." Ane melambaikan tangan saat leo pergi. Sepertinya sengaja sekali ingin memanasi wanita yang mengintai dibelakang sana.
"Ane..." panggil rika saat ane akan masuk untuk membersihkan dirinya.
"Hmm, kenapa?"
"Loe kenapa bisa deket sama Leo? Dia udah punya calon istri, tapi Loe masih aja deketin dia?" omelnya, yang tampak iri dengan kebersamaan mereka.
"Ya, simple. Gue sama Leo ngga ada niat mau deketin dia, dan Leo paham itu. Leo itu tahu, mana yang tulus mau sahabatan dan mana yang perlu dihindari sama dia." jawab Ane dengan santai, melepas hellsnya dan berjalan tanpa alas kaki kembali ke messnya.
**
Leo telah tiba diparkiran rusun mereka dan segera menaruh motornya dengan aman dibawah sana. Dengan makanan yang Ia bawa, Leo segera naik menuju rumahnya dan menemui Bella yang pasti juga masih menunggu dirinya. Ia membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang ada, tapi saat masuk kondisi rumah justru sepi tanpa sambutan kesayangan seperti biasanya.
"Bell, aku pulang." panggil Leo padanya, namun tak juga keluar.
Leo menaruh makanan dimeja dapur dan membuka jaketnya agar lebih lega. Ia mengeretukkan lehernya yang pegal, sembari sesekali meregangkan otot bahunya yang rasanya kaku. Sepertinya, Ia ingi meminta pijat oleh bella malam ini agar tubuhnya enakan. Atau, kalau bisa pijat plus-plus sekalian agar hari-harinya semakin semangat seperti biasanya.
"Bell?" panggil Lei, yang memang melihat tangan itu adalah tangan mungil kesayangannya.
"Kangen," ucap lembut bella padanya.
Leo melengkungkan senyumnya begitu bahagia saat bella dengan manjanya begini. Pasti sangat imut, dan lagi akan selalu bisa menggoda dirinya kapan saja. Sedangkan hanya diam saja menggoda, bagaimana dengan manjanya yang bisa menggetarkan jiwa.
Pria itu segera membalik tubuhnya, ekspetasinya sudah amat tiggi pada kesayangannya itu dan segera ingin membelai dengan tangan hangatnya. Namun, apa yang Ia lihat itu tak sesuai eksptasi didalam fikirannya.
"Hey... Kamu kenapa begini?" tanya Leo yang kaget melihat Bella.
Dengan make up yang cukup tebal dan pakaian yang cukup minim ditubuhnya, bella menatap Leo dengan seksama. Meski tampak jika Ia sendiri tak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Bahkan tertunduk lesu saat leo memberi mimik tak suka dengan apa yang ia lakukan kali ini.
"Katakan, kau kenapa?" tanya Leo dengan nada yang cukup tinggi.
__ADS_1
"Aku cuma pengen cantik seperti... Seperti_.."
"Seperti siapa? apa menurutmu cantik harus seperti ini, Bell? Aku ngga suka kamu begini. Astaga. Hapus ngga?" pinta Leo pada make up yang dipakai Bella. Dan saat itu bella hanya belajar tutorial make up ditirunya di chanel youtubeyang Ia terus perhatikan setengah hari ini hingga ia lupa mengangkat jemurannya.
"Aku cuma mau kelihatan cantik dimata kamu, Le. Disana kamu ketemunya sama mereka yang cantik, bohay, dan_..."
"Kamu tahu apa pekerjaan mereka?" Dan bella hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan leo apdanya. "Mereka itu jual diri disana. Kamu mau seperti mereka?" omel Leo tiada habisnya.
"Kamu beli peralatan dimana?" tanya leo lagi.
"Aku keluar sebentar," balas Bella dengan segela rasa bersalahnya.
"Kamu ngga mengindahkan pesanku, Bell. Kamu mulai membangkang sama aku?"
"Maaf, Le... Aku hanya_..."
Leo meraih tisu basah yang memang bella sediakan untuk dirinya, karena Ia suka sensitif dengan panasnya udara. Leo meraih wajah bella, lalu mengusap wajahnya dengan tisu untuk menghapus semua make up yang ada diwajahnya. Bella hanya diam dan menurut, karena takut dengan wajah leo yang mulai cemberut.
"Haissshhh... Waterproof," geramnya, saat polesan diwajah Bella tak hilang hanya dengan tisu ditangannya. Leo dengan tangan kekarnya langsung membopong tubuh bella masuk kedalam kamarnya.
"Kamu bawa aku kemana?"
"Mandi..." jawab leo tegas.
"Aku sudah mandi, Le. Ini dingin, ngga mau."
Tapi bella tak dapat melawannya, kini mereka ada dikamar mandi dan Leo menyalakan shower yang langsung membasahi tubuh mereka berdua. Bella dengan gaunnya yang cukup tipis, hingga mencetak seluruh tubuhnya dengan begitu indah disana. Leo meraih sabun muka Bella dan mulai mencuci wajahnya hingga semua dipastikan hilang tanpa sisa. Bella hanya diam dan menurut, karena ia takut dengan wajah Leo yang cemberut.
"Jika kau ingin jadi seperti mereka, maka percuma aku membawamu sejauh ini, Bel." Leo bahkan menyabuni tubuh Bella yang penuh dengan bau parfum yang menyengat.
"Buka," pinta Leo untuk gaun minim yang bella pakai saat itu. Dan saat bella perlahan membuka, Leo sekerjap menarik hingga robek dan membuangnya ke tong sampah yang ada.
*hay gusssy.. Othor menyapa. ✌️
__ADS_1
Hari ini upnya memang 1bab ya, tapi itu yang biasanya 2bab otor jadiin 1. Jadi kalian scroonya panjang kebawah.