Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Mencari keberadaan pak tua


__ADS_3

Perjalanan leo cukup panjang kali ini, rupanya Ia menghampiri Roy dibekas kostnya terdahulu Ia memastikan lagi bagaimana kondisi Resto yang baru saja diserang kali ini karena tak enak hati dengan pak Brand yang sudah terganggu dan merugi akibat ulah mereka.


"Tapi mereka semua aman. Dan lagi, tak ada kerugian yang diderita disana," terang roy padanya. Leo mempertanyakan ayah Bella, namun mereka juga tak melihatnya disana sebagai salah seorang penyerang.


Rasa penasaran menggelanyut dalam fikiran Leo akan bagaimana keadaan pak tua itu saat ini. Uang hasil simpanan Bella pasti sudah Ia ambil, padahal jumlahnya cukup banyak saat ia hitung. Dan lagi, bagaimana dengan uang yang ia terima saat menjual bella malam itu. Diambil kembali, atau sudah terlanjur ia pakai hingga akhirnya mereka masih saja menginginkan bella untuk mereka miliki.


"Antar aku kesana," titah leo pada sahabatnya.


"Hah... Kemana?" Roy melotot, namun leo tak menjawabnya dan hanya menarik lengannya untuk naik keatas motor Roy dan segera pergi dari sana. 

__ADS_1


Tak lain lagi, Mereka menuju rumah lama Bella dan ayahnya yang sudah tampak semakin usang dan tak terawat bagai tak ada lagi manusia yang tinggal disana. Leo memberanikan diri bertanya pada tetangga terdekat, dan mereka juga sama sekali tak mengetahui atau mendengar keberadaan pria itu dimana.


Leo hanya berfikir sejenak dengan begitu fokus, dimana kemungkinan pria itu berada hingga tak pernah pulang  hingga saat ini. 


"Dia emang ngga jelas. Ini aja bellanya udah ngga tahu kemana, ibu jadi cemas sama dia. Anak baik, patuh meski terus dijahatin."


"Ibu ngga usah khawatir, Bella aman bersaama kami. Saya, calon suami bella." ucap leo, dan seketika si ibu langsung membulatkan matanya karena terkejut. Selama ini bella amat dikenal pendiam bahkan jarang keluar rumah karena fokus bekerja. Dan Ia amat kaget bagaimana Bella menemukan pria setampan dan segagah itu sebagai calon suaminya.


"Terimakasih, Bu. Saya pergi dulu," pamit leo tanpa banyak bicara lagi.

__ADS_1


Mereka berjalan lagi menuju kost dan mulai berdsikusi disana, bahkan Leo memanggil beberapa rekannya yang lain untuk membantu mereka dalam hal ini. Mereka cukup banyak jika dikumpulkan, apalagi jika hanya sekedar untuk melakukan beberapa perlawanan pada mereka yang merupakan musuh bebuyutan.


"Cari tahu mengenai mereka, dimana, bagaimana dan kemungkinan mereka berasal. Mungkin telat jika aku meminta kali ini, tapi daripada tidak sama sekali." titah leo pada mereka yang tengah berkumpul diruang sempit itu.


"Biasanya mereka adalah sekumpulan mafia seperti Ayahmu, Le. Mereka atau Ketuanya, sangat suka dengan para gadis yang masih perawan untuk mereka nikmati sendiri. Setelah itu, mereka akan mengopernya kesebuah rumah bordil, diskotik, atau tempat lain yang menguntungkan bagi mereka karena sudah membayar gadis itu cukup mahal pada penjualnya." terang  Luis dengan segala pengathuan yang ia teliti selama dijalanan. 


Luis bekerja seperti Leo dihotel yang berbeda, hingga jam terbangnya lebih banyak dengan segala pengamatan yang sempat ia lakukan disana. Bahkan ia juag sering menasehat leo akan bagaimana resiko pekerjaan yang mereka lakukan saat ini.


"Jika mendengar info mengenai komplotannya, segera beriahu aku." 

__ADS_1


"Baik, le..." angguk Luis pada sahabatnya itu. 


Urusan mereka sejenak selesai meski tak menemukan titik terang. Setidaknya mereka kini berpencar mencari tahu keberadaan pak tua itu agar tak semakin liar bergerak kembali mencari putrinya kemana-mana. Karena kini Leo sudah bebas bergerak, dan bella tak akan lagi mencegahnya untuk memberi pelajaran pada pria tua itu dengan segala kesalahan yang menyakitkan bagi kesayangannya.


__ADS_2