Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Tamu untuk Leo


__ADS_3

Leo kembali bekerja setelah yakin bahwa Bella telah benar-benar aman disana. Bahkan Leo meminta salah seorang sahabat premannya untuk menjaga dan mengawasi Bella dari kejauhan. Ia tak akan dapat tinggal diam dalam keadaan seperti itu.


"Bahkan jika aku tak memikirkan Bella, sudah hilang nyawa pak tua itu." geram Leo saat ini.


"Tenang, Le. Sedikit hargai Bella, bahwa itu adalah ayahnya. Tapi jika sekali lagi buat ulah, aku orang pertama yang membantumu bertindak." ucap Tomo saat itu padanya.


Tomo juga geram, saat Leo menceritakan kejadian barusan padanya. Membayangkan betapa sakitnya menjadi Bella saat ini yang amat jauh dari kata bahagia. Tiga tahun tomo kerja dengan bella, yang saat itu baru lulus Sma tapi harus jadi sapi perah ayahnya. Tapi Tomo juga tak bisa berbuat apapun karena kondisinya yang juga sulit.


Kedatangan Leo dan sikap leo pada Bella, menjadi angin segar untuk tomo. Mampu mengembalikan senyum bella sedikit demi sedikit meski tak jarang mereka bertengkar hebat karena masalah sepele. Dan mereka juga sudah tak kaget lagi jika itu terjadi. Justru terasa aneh, jika keduanya saling diam disuatu moment.

__ADS_1


Kondisi Resto cukup ramai malam ini, yang tak lain adalah malam minggu. Pemuda dan pemudi datang bersama pasangan masing-masing untuk berkencan menghabiskan malam berdua disana. Bahkan tak hanya pasangan baru, pasangan lama dengan keluarga masing-masingpun ada. Memanfaatkan moment sebaik mungkin untuk keluarga mereka bersendar gurau menceritakan hari masing-masing.


"Inget Mama," gumam Leo, menatap moment indah mereka disana dengan kebahagiaan mereka. Leo kini tengah duduk meluruskan kakinya yang lelah karena segala kegiatannya hari ini. Ia bahkan nyaris lupa makan jika tomo tak mengingatkannya tadi.


Dalam santainya itu, Ia mendengar pintu utama terbuka. Ia segera menyambutnya dengan ramah, hingga tubuhnya mematung saat tahu siapa yang datang saat itu. Hanya Ia berusaha memasang wajah normal padanya agar tak membuat yang lain curiga.


"Mau pesan apa, Pak?" tanya Leo pada pria dewasa yang ada dihadapannya saat ini sembari memberikan buku menu yang Ia bawa.


"Jika ada yang Tuan tak mengerti, silahkan tanya pada saya." tawar Leo dengan wajah datarnya saat itu. Tapi, pria itu hanya mengulur senyum merasakan ada yang berubah dari perilaku Leo saat ini.

__ADS_1


"Kau belum berniat pulang? Apa perlu dijemput?" tanya pria itu padanya. Tapi Leo enggan menjawab dan memilih diam tak mendengar sama sekali. Bahkan Ia tak menanyakan pasal sang Ayah padanya.


"Hari sudah semakin malam, Tuan." jawab leo. Hingga akhirnya pria itu memilih beberapa menu yang akan Ia santap malam ini. Bahkan Ia meminta hanya Leo yang melayani, dan tak ingin dialihkan pada orang lain.


"Kau tampak kurus, mari makan bersama." ajak pria itu saat Leo mengantar makanan padanya.


Saat itu leo tampak ragu, melihat kesegala arah untuk menjawab ajakan tersebut. Memang sedari awal Ia curiga dengan pesanan yang amat banyak dari si pria tua berkumis tipis itu.


Leo akhirnya menurut untuk duduk disana, meski Ia tak makan seperti ajakan beliau. Ia justru melihat makanan itu dan teringat bella dikost, Ia ingin membawanya pulang untuk sahabatnya

__ADS_1


"Kenapa kemari?" tanya Leo pada kaki tangan ayahnya itu. Meski tak kaget jika Ia bisa menemukan Leo kapan saja dan dimana saja. Bahkan bertemu dalam waktu Empat bulan, terasa amat lama bagi mereka untuk menemukan Leo seperti ini.


__ADS_2