
"Pak, maaf. Bella memaksa untuk ikut karena takut sendirian dirumah," ucap Leo pada bosnya itu.
Leo menjelaskan juga jika saat ini mereka tinggal bersama karena Bella tak memiliki tempat lain untuk singgah. Setidaknya, ayah Bella tak pernah tahu pasal Leo dan tempat tinggalnya. Hingga tak akan bisa mencari sampai kesana kecuali ada orang yang diam-diam membocorkan semuanya.
"Ya, saya tahu. Pasti trauma Bella begitu besar saat ini. Jaga dia, Le. Hanya kamu yang ia percaya dan Ia miliki. Saya juga tak bisa melakukan lebih banyak lagi padanya," tepuk Pak Brandon di pundak pria itu. Ia kemudian meminta Leo melanjutkan pekerjaan seperti biasa, membiarkan Bella istirahat dibelakang sana diruangan ganti mereka.
Leo mengganti kaosnya dengan seragam yang Ia miliki. Bella menatap tubuh indah itu sembari berbaring di sebuah dipan kecil yang tersedia sembari tersenyum jahil pada sahabatnya itu.
"Ehh... Lihat apa?" tanya Leo yang langsung meraup wajah imut bella dengan tangan besarnya. Ia juga mendorong Bea agar berbaring istirahat dan tak mengusiknya bekerja hari ini.
"Ingat? Mulai siang itu pasti ramai. Jadi ngga usah gangguin aku,"
"Emang aku tukang ganggu? Kerja ya kerja aja, aku cuma lihat dari sini." balas Bella dengan senyum lebarnya, bahkan bibirnya masih tampak sedikit bengkak akibat ulah Leo padanya beberapa jam lalu.
__ADS_1
Leo kemudian pergi tanpa mengunci ruangan. Ia begitu sibuk dengan segala pekerjaan yang ada disiang hari yang cukup terik saat itu. Lalu lalang kesana kemari untuk memberikan semua pesanan pada pelanggan mereka seperti biasanya.
"Bell, makan siang dulu nih." Flo datang membawakan makan siang untuk sahabatnya itu, karena memang sudah watunya makan dan semua tengah bergilir mengambil jam istirahat masing-masing.
"Leo mana?"
"Udah sih, jangan tanya Leo mulu. Perut sendiri diurusin," omel Flo padanya.
"Leo banyak kerjaan, sibuk banget. Ya ngga perlu aku jelasin kamu juga tahu, kan?"
Ah, Bella selalu terbayang-bayang akan hal itu. Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata jika Ia mengingat saat leo menikmati setiap inci tubuhnya. Apalagi dengan yang Ia katakan disela-sela semua permainan mereka tadi pagi.
Bella dengan segala kepolosan yang Ia miliki, terus saja bertanya-tanya apa maksud Leo jika Ia bertanggung jawab atas dirinya setelah ini.
__ADS_1
"Bel... Bella?" Flo mengibaskan tangan didepan mata Bella dan seketika memudarkan lamunannya.
"Iya, kenapa?"
"Kamu malah ngelamun? Ngelamunin apa sih?"
"Engga, Flo. Aku cuma inget, itu pakaianku masih dirumah semua. Gimana mau ambilnya? Takut, kalau ayah masih... Disana," Bella lantas memainkan makanannya saat itu.
Flo juga baru sadar, jika Bella memakai kemeja milik Leo saat ini. Ia juga tak bisa membantu banyak, karena ukuran baju mereka berbeda cukup jauh. Jika dipaksa maka Bella akan tenggelam dengan baju miliknya karena flo memiliki postur yang tinggi besar. Beda dengan bella yang mungil dan ramping.
"Ajak Leo, Bell. Pasti mau kok,"
"Ya, iya... Siapa lagi? Dia tuh lah lagi," pasrah Bella yang lagi-lagi harus merepotkan Leo. Dan Leo pasti lelah dengan segala permintaan Bella padanya, dari yang mudah hingga yang konyol sekalipun.
__ADS_1
Untungnya Leo sabar, dan mau menuruti apa yang Bella mau meski kadang sedikit terpaksa.