
Buughhh! Tubuh bella kembali dihempas dengan kasar diatas ranjang. Bahkan saat ini matanya ditutup dengan kain hinga ia tak dapat menghafal lokasi dimana ia saat ini.
"Lepasin!" teriak bella sejadi-jadinya. Dan siapa sangka permintaan itu langsung dituruti oleh pria betubuh kekar yang sedari tai menyekapnya. Dengan mata yang remang, bella mulai menelusuri seluruh ruangan yang ada meski ia tetap tak tahu ada dimana.
"Bersiaplah, sebentar lagi tuan kami datang," ucap pria itu padanya. Dan ia sudah bisa menyimpulkan jika pria itu adalah pak tua yang nayris memper kosanya beberapa bulan lalu dengan izin ayahnya.
Tubuh bella seketika gemetar dibuatnya, akralnya dingin dan mendadak jantungnya sesak. Tapi Ia tak bisa lari lagi saat ini, Ia hanya bisa diam menunggu pertolongan datang dan bagaimana caranya agar pria itu tak menyentuhnya kali ini. Biar sudah tak perawan, tapi sepertinya bella akan tetap mereka manfaatkan.
"Le... Tolong," rintih bella dalam hati. Ia percaya jika Leo tengah mencarinya saat ini bagaimanapun caranya dan dimanapun tempatnya.
__ADS_1
Hingga tiba-tiba terdengar suara langkah kaki datang, yang bahkan bella tak mampu beranjak sama sekali dari ranjangnya saat ini hanya sekedar untuk menyingkir dan menghindar. Napas bella makin tersengal dan ketakutan, bersuara saja tak keluar dari mulutnya yang gemetar.
Suara pintu terbuka. Pria itu terdengar melangkah semakin dekat padanya, bahkan hembusan suaranya saja terdengar amat mengerikan bagi bella, hingga ia hanya menundukkan kepala. Pria itu sudah semakin dekat, Ia duduk diujung ranjang tempat bella berada saat ini, dam bahkan bella mendengar pria itu membuka jasnya.
"Dia mau apa?" tanya bella dalam hati.
"Rupanya kau masih sama, Bella. Kau masih saja cantik dan menggoda meski kau sudah tak seperti yang ku inginkan. Biasanya aku akan memberi hukuman siapapun yang berani menentangku, tapi kali ini aku tak akan melakukan itu padamu. Kau terlalu indah untuk terluka," ucap pria itu dengan suara baritonnya.
"Tenang, aku sudah melakukan itu melalui ayahmu." imbuh pria itu.
__ADS_1
Aroma parfumnya semakin dekat dan terus mendekat padanya, bahkan tangan besar dan kasar itu berusaha meraih wajah bella meski beberapa kali bella menolaknya. Ia terus memaksa, hingga kini ia mencengkram wajah bella sekuat tenaga.
"Eeeerrghh!!" pekik bella, karena bagian itu sakit akibat pukulan ayahnya.
"Dia memukulmu hingga begini? Jahat sekali seorang ayah tega memukul anaknya yang jelita seperti ini. Tenang, aku sudah membalasnya. Tapi sekarang aku tak tahu kabarnya, dan bahkan sudah dikuburkan dimana dia,"
Bella hanya menatapnya tajam saat pria itu terus bicara padanya, bahkan mengusap luka itu begitu lembut bermaksud menghilangkan segala rasa sakit yang ada. tapi percuma, karena itu tak berarti apapun bagi bella.
"Ya, aku paling tak suka jika ada seorang ayah menyiksa anak perempuannya. Kau tahu, Aku juga punya anak perempuan seusiamu. Aku sangat menyayanginya, bahkan aku rela melakukan apapun untuknya asal dia bahagia"
__ADS_1
"Bahagia tak harus memanjakan dan menuruti semua maunya," Bella akhirnya bicara, dan suar aitu terdengar amat merdu bagi pria itu.
"Tidak... Aku akan menuruti semua maunya. Karena apa yang menghalangi kemauan itu sudah aku miliki saat ini, dan Dia bisa mendapatkan Leo ketika kau ada ditanganku, Bella." tawanya menyeringai, menggema diseluruh ruangan yang cukup mewah itu.