Scandal With Mr. Mafia

Scandal With Mr. Mafia
Vampire..


__ADS_3

Bella menutup tubuhnya yang setengah polos dari leo dengan segala rasa dingin yang mendera meski sebenarnya percuma. Ia menatap pada leo yang masih fokus membuka pakaiannya sendiri untuk mandi kali ini, dan Ia mulai akan hendak pergi saat leo menahannya lagi.


"Le, aku udah minta maaf. Ini dingin," rengek bella menutup mata saat leo tanpa penutup dada.


"Kamu sudah melanggar perintahku, dan kamu harus dapat hukuman dariku, Bell."


"Hukuman?" tatap takut bella padanya. Leo memang pernah bilang jika akan menghukum dirinya jika melanggar semua perintah yang diberikan. Tapi, pelanggaran itu saat berhubungan dengan pria lain diluar sana. Sedangkan bella tak bertemu siapapun saat ia keluar.


" Aku cuma ke Minirmarket, Le. Kenapa aku harus dihukum?" tanya Bella, berjalan mundur saat leo semakin mendekat padanya.


"Aku sudah melarangmu keluar, dan aku buat kamu ngga bisa keluar setelah ini. Tahu betapa sulitnya akh menjaga kamu, Bell." tatap Leo yang kini sudah begitu dekat dengannya.


Tak bisa jalan? Apa dan bagaimana maksud leo pada ucapannya? Apa Leo akan memukulinya hingga kakinya lemas atau tenaganya habis? Apa leo tega melakukan itu padanya? Bukankah leo amat menyayanginya hingga setetes air matapun tak boleh keluar lagi membasahi pipi bella.


Leo meraih dagu Bella dengan jari telunjuknya, lalu Ia menunduk sedikit untuk meraih bibir ranum itu dan Melu matnya dengan cukup kasar hingga bella nyaris kehabisan napas karenanya..


Satu telapak tangannya yang besar bertumpu pada dinding kamar mandi untuk menjaga keseimbangan tubuhnya yang tengah mengungkung bella disana. Dibawah kucuran air yang deras dan membuat tubuh mereka basah hingga terasa suasana lebih penuh dengan gai rah.


"Leo... Eeemmmpphhh!" Bella berusaha melepaskan Leo darinya, namun kalah tenaga. Tampaknya benar-benar marah dan sulit diredam dengan apapun


Leo membalik tubuh bella dan mengarah kedinding yang ada didepannya. Tangannya meraih pengait bella lalu membukanya. Kemudiaan Ia lempar sembarang dilantai sana.


Tangan besar itu mulai mencari bagian favoritnya, melukis setiap jengkal tubuh indah itu dengan jaru-jari besarnya dan mulai  bergerilya disana sesuka hati, membuat Bella tak sadar mulai mengeluarkan desa hannya dengan cukup kuat.


"Oooowwwhhss!! Kalau hanya mau ini... Bisakah, kamu memintanya, Le? Tak perlu seperti ini," ucap Bella yang mulai terbata suaranya.


"Sudah aku bilang, aku akan menghukummu sampai tak bisa jalan." bisik Leo dengan suara baritonnya. Dan kali ini, Bella baru paham dengan apa yang Leo maksudkan padanya, dan Ia hanya bisa membulatkan mata.


"Aaaakkhh!" Bella memekik spontan saat ada sesuatu yang mulai bermain dibawah sana. Rasanya seperti langsung menyentrum dirinya dengan aliran listrik rendah, yang mulai membuat tubuhnya bergetar tak karuan.

__ADS_1


"Hnnggh... Leo," Bella mulai merengek dengan apa yang leo lakukan padanya, apalagi saat itu leo mulai mengecuupi pundak, leher dan terus kebahunya dengan lembut membuat semakin tak karuan rasa. Tangannya tetap bermain disana, membuat Bella terus merintiih ketika leo memainkan lidah dbelakang telinga bella. Dengan napas yang mulai naik turun tersengar dengan begitu hebatnya.


Kini tangan yang tadinya bermain dipuncak merah mudanya, naik beralih rahang dan membawa wajah Bella menoleh menghampirinya.


"Lidahmu, Bell." pinta Leo, dan bella langsung memberikannya.


"Aaaaa... Leo. Jangan begini, Le. Aku ngga akan ulangi lagi, aku... Aku janji," ucap Bella. Kakinya mulai gemetar dan lunglai, tubuhnya seakan lemas dan akan terjatuh kelantai. Tapi Leo menahan pinggulnya dengan tangan kekar yang ia miliki.


Ia tak akan mencabut apa yang telah ia ucapkan dengan begitu mudah. Setidaknya bella tahu, meski begitu sayang Leo padanya ia akan tetap tegas pada peraturan yang Ia buat sendiri untuknya.


Sreeeekkk... Sreeeekkk! Leo melebarkan kedua kaki bella, dan otomatis tubuhya menjadi sedikit membungkuk saat ini.


Rengekan bella semakin kuat diiringi gemericik air yang turun membasahi tubuh keduanya. Racauan dan rinti han bella semakin tak karuan rasanya, membuat Leo semakin kencang dengan aksinya.


Meski bukan baru pertama, tapi baru kali ini dengan posisi yang berbeda dan bukan diranjang mereka.


**


Napasnya terengah-engah, dan masih berusaha untuk ia kembalikan agar normal seperti sedia kala. Namun, Ia jusru kembali diserang Leo dari belakang yang membuat intinya begitu sesak disana..


Bella kembali meng erang dengan kuat, dan mencengkram lengan leo yang bermain ditubuhnya yang lain. Ia bahkan belum sempat menormalkan irama napasnya, tapi Leo sudah kembali menyerangnya. Bella baru tahu, jika setiap posisi yang berbeda juga akan memberikan kenikmatan yang berbeda untuk dirinya.


Apalagi hujamannya begitu kuat, bella ingin memekik sekuat tenaga rasanya untuk mengekspresikan semua yang Ia rasa.


Tangan bella yang menumpu pada dinding itu leo tarik dan membawanya agar mengalung kebelakang dilehernya. Punggung Bella bersandar pada dada bidang Leo yang terasa bergerak sesuai dengan apa tengah ia lakukan dibawah sana.. Itu membuat akses leo pada dada semakin leluasa untuk ia mainkan sesuka hatinya.


"Aku capek berdiri, Le." ucap Bella.


Leo melepasnya sejenak, dan membuat Bella melenguh kuat. Lalu membalik tubuh polos bella kedepan matanya. Wajah bella mulai tampak sayu dan lelah, tapi Leo sendiri belum apa-apa dengan aktifitas keduanya.  Dan Bella seperti itu pasti karena kedinginan akibat kucuran air yang masih menyala.

__ADS_1


Leo melingkarkan kaki bella dipinggangnya, lalu mengangkat tubuh mungil itu sembari kembali pada penyatuan mereka.


"Leeoooo!" kaget Bella saat mulai terisi lagi.


"Belll!" erang Leo dengan napasnya yang begitu berat.


Bella melentingkan tubuhnya ke dinding hingga bibir leo bebas pada pucuk merah muda favoritnya. Dan dengan spontan tangan bella menahan kepala leo disana dengan gelenyar yang ditimbulkan. Apalagi leo beberapa kali melakukan hentakan yang cukup keras pada tubuh keduanya.


Bella hanya bisa melolong panjang dengan aliran listrik yang semakin kuat menjalar kesetiap titik tubuhnya.


Entah sudah berapa lama, dan entah berapa kali bella menerima pelepasan dari dirinya. Leo masih terus menggempurnya, dan kini tubuh basah mereka berdua telah berpindah diatas ranjang.


"Leo... Ampun, Le." de sah lelah Bella padanya. Apalagi dalam posisi seperti ini, saat bella seperti bayi yang merangkak dan terus duhujam dalam-dalam hingga Ia menggigit bantal yang ada dibawah kepalanya.


Leo membungkuk menyusuri tubuh indah bella, berselancar kembali ke dada memainkannya yang menggantung dan bergerak bebas dibawah sana. Tanda merah bertebaran lagi dimana-mana, padahal yang kemarin belum hilang sepenuhnya.


Ia berhenti sejenak untuk memutar wajah bella kembali menghadapnya. Wajah yang sudah amat memerah, dengan keringat mengalir di dahinya tanpa pernah ia seka.


"Kau meminta ampun padaku?" tanya Leo masih dengan napas beratnya.


"Aku janji, aku ngga akan macem-macem lagi. Aku ngga akan keluar kalau ngga sama kamu," Balasan bella membuat leo tersenyum padanya. Bella lega, meski itu masih belum menjadi akhir dari permainan mereka dan Leo kembali menyatukan keduanya.


Tubuh Bella melenting, lengannya memeluk punggung Leo dengan sekuat tenaga dan bahkan mencakarnya.  Saat leo kembali menghentaknya dengan kuat, dan menekuk kedua pa hanya keatas itu membuat semua rasa semakin dahsyat untuk bella.


"Jangan lagi, Le." bisiknya menenggelamkan wajah dileher leo saat ini. Ia hanya bisa memejamkan matanya dengan segala de sahan yang yang keluar dari bibir indahnya.


"Aku belum selesai," jawabnya dengan terus memompa dibawah sana.


Bella ingin menjerit sekuat tenaga tapi suaranya serak dan nyaris habis. Pelampiasan satu-satunya yang ia miliki ada bahu leo. Dan itu menjadi sasaran gigi bertaring Bella untuk menggigitnya menahan jeritan yang ada.

__ADS_1


"Aarrrrghhh! Bellaaaa!" pekik Leo kala melepaskan semua dahaganya, ditambah rasa perih yang ada dari gigitan bella padanya yang bahkan tak mampu bersuara lagi dengan segala rasa yang tercipta.


"Vampir," ucap Leo, saat meraih darah akibat ulah bella ditulang selangkanya yang menjadi pelampiasan.


__ADS_2