
Malam ini bella dibawa kesebuah pesta yang ada dirumah mewah penahan dirinya. Ia di dandani secantik mungkin dengan pakaian seksi yang ia kenakan saat ini. Semua orang berkumpul dan melihat pertunjukan erotis yang disajikan untuk mereka semua disana, bella hanya dia menghela napas berat melihat semuanya.
Perasaan bella tak tenang saat ini, ia terfikir leo sedang apa disana. Yang ia tahu jika leo pasti sedang mencarinya saat ini.
Sreeek!! Tangan pak tua itu meraih bella dan membawa tubuh mungil itu duduk diatasnya. Dengan tatapan me sum, dan tangan mulai berani mera ba tubuh bella dan bahkan mulai menyentuh area sensitifnya. Apa yang terjadi jika leo tahu jika area fevoritnya dijamah oleh orang lain saat ini.
"Aaarrghh!" Bella merasa nyeri ketika pak tua itu mulai menggeranyangi bagian daanya.
"Kau kenapa? Suka?" godanya dengan genit pada Bella. Tapi bella menggeleng, membuat pria itu semakin gemas padanya. Rin tihan bella semakin membuatnya tak bisa menahan diri, hingga segera berdiri dan mengajak bella kekamarnya.
"Bapak mau apa? Lepasin!!" Pekik bella yang berusaha menolaknya sekuat tenaga.
"Aku mau kamu sekarang. Jangan menolak, atau kau justru akan dimakan oleh para bodyguardku?" ancam pak tua itu padanya.
Bella seketika melihat mereka yang bertubuh besar disana, bergidik geli seketika dengan tubuh mereka yang terlalu besar baginya. Ia terpaksa menuruti pak tua itu menuju kekamar, sembari terus berdoa agar diberi keselamatan agar pak tua itu tak jadi meneyntuhnya.
Sraak!! Bella kembali dihempaskan diatas kasur itu hingga tersungkur dan rok mini yang ia pakai tersingkap dan segera berusaha menutupnya dengan berbagai cara, bahkan menarik selimut untuk menutup tubuhnya saat ini.
"Untuk apa kau tutupi? Kau justru harus membukanya untukku saat ini," ucapnya dengan seringai tawa yang mengerikan. Merangkak dekat dan terus semakin dekat pada gadis itu dan kembali mulai menyerangnya dengan brutal.
Bella berteriak sekuat tenaga. Ia terus mencoba melakukan perlawanan sebisanya, mencoba pergi darinya tapi tetap kalah tenaga. Apalagi didepan sana sudah dijaga sedemikian rupa hingga ia tak akan mungkin bisa kemana-mana. Meloncat dari jendela pun percuma, karena itu hanya akan membuatnya celaka.
__ADS_1
"Mana pria yang kau banggakan selama ini? Dia bahkan belum sampai kemari bukan? Pergerakannya sangat lambat untuk orang yang katanya ia cintai,'' ucapnya dengan terus menyusuri setiap jengkal leher bella dengan bibirnya.
"Arrkhhh... Sakit!" Bella memekik kembali ketika pria itu menyentuh sensitifnya.
"Pak, maaf... Bisakah saya kekamar mandi sebentar?" pinta Bella padanya.
"Kau menyerah dan akan memberikannnya dengan suka rela? Aku suka itu. Pergilah, lalu bersihkan dirimu. Aku ingin kau polos dan mengenakan heels, bejalan dengan gemulai mendekatiku disini." Pria itu menepuk kasur yang ia tiduri saat ini dan tepat disampingnya itu ia berkhayal jika bella segera mendampinginya.
Bella hanya diam, Ia tak dapat berkata apa-apa untuk menjawabnya. Ia segera pergi kekamar mandi dan mengunci pintu agar pria itu tak menerobos masuk dan menyerangnya kembali. Bella bahkan langsung membersihkan bekas kecupannya disana yang amat menjijikkan baginya. Ia juga mulai merasa aneh dengan dirinya hingga Ia membuka bagian bawah untuk memeriksa semuanya.
Dan benar saja, sesuai prediksi leo jika ia datang bulan hari ini. Bella menghela napas lega karena pria itu tak jadi memainkannya malam ini, tapi ia juga takut dengan apa yang langsung ia lakukan jika mengetahui keadaan bella disaat posisinya sudah amat on seakan tak bisa ditunda lagi
Bella kemudian keluar masih dengan pakaian lengkapnya. Pria itu langsung menatapnya tajam karena bella tak mau menuruti kemauan dan perintahnya, Ia berdiri dan langsung mencengkram kuat rahang bella. "Kenapa kau selalu membantahku! Kau cari ma ti!!" Wajah itu segera ia hempas dengan kuat.
"Aaarrgghhh!! Bagaimana bisa? Kau sengaja bukan? Kau sengaja tak bilang padaku jika ini_.... Arrrghhh!! Kau akan ku beri obat untuk segera menghentikannya. Kau tunggu saja," ancam pria itu dengan tatapan tajam nya.
Bella sama sekali tak tahu ada obat seperti itu. Ia hanya tahu jika leo selalu memberikan obat agar ia tak hamil selama bersama. Itu saja diperbolehkan berhenti jika Bella siap untuk mengandung anaknya.
"Aduh, ini bagaimana?" galau bella dengan semuanya. Apalagi mulai keluar deras dibawah sana dan ia butuh pemabalut sekarang juga.
Bella mencoba melongok keluar, dan Bodyguard itu masih ada disana. Bella nekat memanggil salah satunya dan memohon agar mereka mebelikan pembalut untuknya, bahka bila perlu pakaian dalam untuk ganti saat ini.
__ADS_1
"Atau jika tidak, tolong panggilka seorang wanita. Aku mohon," pinta Bella.
Tapi mereka justru dibuat bingung olehnya, hingga seorang wanita kebetulan lewat dan bella memanggilnya. "Mba!"
Wanita itu langsung menoleh dan bahkan memicingkan mata ketika menatapnya. Ia kemudian menghampiri dan Bella menarik tangannya segera masuk kedalam sana.
"Mba, bisa tolong saya?" tanya bella dengan binar mata penuh permohonan padanya.
"Wait... Kamu Bella?" tanya wanita itu, dan bella seketika kaget darimana ia tahu namanya.
"Iya, saya bella. Mba kenal?" Bella amat penasaran bagaimana wanita itu dapat mengenali dirinya.
"Ini aku, Ane. Aku temen Leo waktu kerja di club," ucapnya. Bella amat semringah mendengar itu semua, melambungkan harapan agar leo dapan menemukan ia secepatnya setelah ini.
Namun fokus pada misi awal dengan permintaan Bella saat ini, dan Ane segera membantunya dengan cepat. Bahkan meski sungkan, Ane meminjamkan pakaian dalam miliknya pada bella dan baju yang paling sopan milik nya untuk Bella pakai. Ia tahu bagaimana belle karena semua cerita leo padanya.
"Ah, akhirnya. Terimakasih," ucap bella. Namun sebelum kembali bicara, Pak tua itu masuk lagi dan menemukan mereka disana. Untung saja alasan tepat hingga tak menaruh curiga dikepalanya.
Saat itu ada seorang pria yang membawa alat, Ia meraih bella dan menahannya duduk disofa. pria itu mengeluarkan alat suntik dan segera mengarahkannya pada bella dan kemudian menyuntikkan obat itu dilengannya.
"Arrkkhh!!" Bella lagi-lagi memekik, dan Ane tak kuasa melihatnya. Dan ia juga tak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya.
__ADS_1
"Besok, semua akan berhenti dan kau akan segera melayaniku setelah ini." Pak Jay meraih dagu Bella dan menatapnya dengan intens. Tapi sepertinya ia sudah tak tahan lagi menunggu hingga tangannya meraih ane yang masih ada disana.
Pak jay menyuruh mereka semua keluar, meninggalkan bella dan Ane. Ia membiarkan bella tetap disana tersiksa melihatnya memainkan tubuh ane sesuka hatinya. Mereka bermain dengan gila didepan bella, membuat bella gelisah dan muak melihat keduanya dengan semua saura vul gar yang memenuhi seisi ruangan, namun tak bisa berbuat apa-apa. kepalanya terasa berat hanya untuk segera berdiri dari sofa.