
Samar-samar Cahaya mendengar suara orang bertengkar. Dia perlahan membuka mata dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Dia terkejut melihat Rayden yang hendak meninju Davin.
"Dasar kau gila! Dimana kau saat istrimu dipermalukan seperti tadi, ha?" Rayden berteriak di depan Davin yang hanya tertunduk lesu.
Davin hanya diam saja. Tak menjawab, tak juga menatap Rayden. Dia masih mendengarkan makian dari Rayden yang tak kunjung usai.
"Dan kau, Safira, bagaimana bisa kau mau mau saja diajak olehnya berbicara di luar padahal kau memiliki suami!" Kini Rayden beralih menatap Safira yang juga menunduk lesu.
"Rayden, jangan marahi Safira, tadi aku yang mengajaknya." Davin menyela ucapan Rayden yang sukses membuat Cahaya semakin terluka. Bahkan di saat seperti ini, Davin masih memikirkan Safira, bukan dirinya. Bulir air mata pun menetes membasahi pipinya.
"Diam! Bisa-bisanya kau membela Safira sementara kau sama sekali tidak peduli padanya! Bayangkan jika tadi aku tidak datang, entah bagaimana nasibnya di dalam!"
__ADS_1
Rupanya pria yang menyelamatkan Cahaya tadi adalah Rayden. Dia melihat bagaimana Cahaya dipermalukan hingga membuat wanita itu pingsan sangking syoknya.
"Rayden, sudah, jangan marahi Mas Davin, dia tidak bersalah," ucap Cahaya dengan suara lemah.
"Cahaya, kau tidak apa-apa?" Rayden mendekat dan memeriksa keadaan Cahaya.
"Ahh, aku baik-baik saja." Cahaya pun mulai mengangkat tubuhnya dan bersandar di bantal. Saat ini, mereka sedang berada di rumah sakit. Dia sesekali memegangi kepalanya karena rasanya masih sangat pusing.
"Sebaiknya kau istirahat saja, Cahaya, jangan dipaksakan untuk duduk kalau masih pusing," ujar Rayden.
"Maaf, Cahaya, aku hanya tidak suka jika ada orang yang tidak memperdulikan istrinya."
'Lalu kau disebut apa? Kau saja tidak pernah memperdulikan aku,' batin Safira sambil menatap sedih. Mengapa dia merasa bahwa Rayden lebih peduli pada Cahaya daripada dirinya?
__ADS_1
"Rayden, ini bukan salah Mas Davin. Ini adalah salahku. Kalau saja malam itu aku bunuh diri di tempat lain, pasti kami tidak akan bertemu. Harusnya aku mengucapkan terima kasih padanya karena menyelamatkan aku." Cahaya menatap dengan tatapan berkaca-kaca.
Sedangkan Davin hanya menunduk saja. Dia juga salah karena menawarkan pernikahan dengan Cahaya.
"Jadi itu benar kalau kalian menikah karena saling membutuhkan, bukan karena cinta?"
"Ya, tidak ada cinta di antara kami. Hanya ikatan Pernikahan yang terjadi karena kesepakatan. Dia banyak memberikan paman dan bibiku uang sehingga kami terbebas dari hutang. Lia juga benar soal aku yang orang miskin." Akhirnya air mata Cahaya pun tumpah.
"Sudahlah, Cahaya, jangan terlalu dipikirkan. Semua akan baik-baik saja." Rayden mencoba menenangkan Cahaya.
Setelahnya, dia pun segera menelepon orang tua Davin agar segera datang. Dia juga berupaya agar kejadian tadi tidak tersebar luas. Namun sayang, rupanya ada beberapa orang yang memvideokan kejadian tadi dan menyebarkannya ke sosial media.
Berita Cahaya malam ini menjadi trending topik karena ternyata pernikahan mereka hanyalah sandiwara.
__ADS_1
Sevina dan David yang baru sampai rumah sakit langsung mengajak Cahaya pulang setelah keadaannya membaik. Mereka mungkin akan melakukan sidang pada pasangan itu di rumah.
Sementara ayahnya Rayden akan mengupayakan agar berita Cahaya agar bisa hilang dari media sosial.