
Medica Sur.
Setelah pergi dari Mansion Albert, Olivia langsung mendatangi rumah sakit tempat di mana Rea di rawat saat ini. Olivia berniat untuk memberitahukan semua masa lalunya bersama Teo kepada Rea. Ia sama sekali tidak memperdulikan ucapan Teo tadi pagi, karena ia berpikir jika Teo tidak mungkin melaporkannya ke polisi. Dan Olivia sangat yakin, bahwa Teo masih menyimpan cinta untuknya.
Olivia menghentikan langkah kakinya sejenak, ketika ia melihat mama tirinya keluar dari ruangan Rea, tangan Olivia terkepal kuat, ia menatap mama Grace dengan tatapan matanya tajam. "Mama, apakah mama menemani Rea sampai pagi?" Batin Olivia bertanya-tanya. Lalu setelah itu, ia pun kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri mama Grace.
"Mama." Panggil Olivia membuat mama Grace langsung mengangkat kepalanya dan menatap Olivia.
"Olivia! Kamu mau menjenguk Rea, ya?" Mama Grace berkata dengan lembut, ia menatap anak tirinya itu dengan seulas senyuman di wajahnya.
Olivia mengangguk pelan. "Iya, mah. Aku mau jenguk Rea. Mama belum pulang dari semalam?" Tanya Olivia mencoba untuk bersikap seperti biasanya yang lembut.
__ADS_1
"Tidak, Olivia. Mama pulang kok semalam, terus pagi-pagi mama datang lagi ke sini, bawa makanan untuk Rea." Jawab mama Grace yang masih dengan nada suaranya yang lembut. Meskipun Olivia anak tirinya, namun mama Grace tetap menyayangi Olivia sebagai putri kandungnya sendiri, bahkan dulu rasa sayangnya itu melebihi rasa sayang terhadap putri kandungnya.
"Oh begitu." Olivia menjeda ucapannya sejenak, lalu ia pun berkata kembali. "Bagaimana keadaan Rea sekarang? Apakah dia sudah baik-baik saja?"
"Ya, dia sudah baik-baik saja. Kata dokter, tiga hari lagi, Rea sudah boleh pulang." Jawab mama Grace membuat Olivia harus kembali menahan amarah dalam dirinya. Bukan ini yang Olivia inginkan, Olivia menginginkan gadis itu mati, namun sayangnya gadis itu hanya kehilangan ingatannya saja, Olivia menginginkan gadis itu lumpuh, tetapi ternyata tidak. Bahkan keadaan gadis itu sudah baik-baik saja, dan gadis itu dua hari lagi sudah bisa pulang. Sungguh menyebabkan.
"Olivia! Kenapa kamu malah bengong? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya mama Grace menyadarkan Olivia dari lamunannya.
"Sayang, sudahlah. Semuanya sudah berlalu. Lagian, perilakumu terhadap Rea dulu, itu bukanlah sebuah kejahatan, jadi, jangan bersedih lagi, ok." Ucap mama Grace mencoba untuk menenangkan putri tirinya itu.
Olivia yang mendengar ucapan mama Grace pun tersenyum, dalam hati ia merasa puas karena ternyata mama tirinya itu masih bisa ia bohongi, tidak seperti Teo. Apakah itu karena mama Grace belum tahu kebenaran tentang dirinya? Ah sepertinya begitu. Mungkin jika mama Grace mengetahui dalang di balik kecelakaan yang menimpa Rea ternyata adalah Olivia, mungkin mama Grace tidak akan bersikap manis seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Yasudah, mah. Aku mau lihat keadaan Rea dulu. Mama hati-hati ya di jalan." Ucap Olivia yang mendapat anggukkan kepala dari mama Grace. Setelah itu Olivia pun langsung melangkahkan kedua kakinya kembali, begitu pun juga dengan mama Grace.
***
Olivia sudah berada di dalam ruangan yang di tempati oleh Rea saat ini, ia terlihat tersenyum sembari berdiri dan menatap Rea yang terlihat bingung dengan kehadirannya yang tiba-tiba itu.
"Aku dengar, dua hari lagi kamu sudah boleh pulang." Olivia langsung mengeluarkan suaranya yang terdengar dingin, ia menunjukkan sifat aslinya kepada Rea.
"Ya, ada apa kamu ke sini?" Tanya Rea yang merasa jika Olivia datang, bukanlah untuk menjenguknya.
"Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu." Olivia mengeluarkan ponselnya, kemudian ia membuka galeri photo, lalu memberikannya pada Rea. "Lihatlah, dengan baik." Ucapnya ketika Rea mengambil ponsel itu dari tangannya. Rea mulai melihat satu persatu photo-photo tersebut, ia terlihat sedikit terkejut ketika ia melihat photo yang mengaku sebagai suaminya itu sedang merangkul pinggang ramping Olivia. Bahkan, beberapa dari photo-photo suaminya bersama Olivia itu terlihat sangat mesra, seperti pasangan kekasih.
__ADS_1
Bersambung.